<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Coba Bunuh Diri Loncat ke Laut, Salmiah Diselamatkan Prajurit Yonif R 613</title><description>Wanita itu depresi dan nekad melompat ke laut kemudian diselamatkan prajurit Yobif Raider 613/Raja Alam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/15/340/2214381/coba-bunuh-diri-loncat-ke-laut-salmiah-diselamatkan-prajurit-yonif-r-613</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/15/340/2214381/coba-bunuh-diri-loncat-ke-laut-salmiah-diselamatkan-prajurit-yonif-r-613"/><item><title>Coba Bunuh Diri Loncat ke Laut, Salmiah Diselamatkan Prajurit Yonif R 613</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/15/340/2214381/coba-bunuh-diri-loncat-ke-laut-salmiah-diselamatkan-prajurit-yonif-r-613</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/15/340/2214381/coba-bunuh-diri-loncat-ke-laut-salmiah-diselamatkan-prajurit-yonif-r-613</guid><pubDate>Jum'at 15 Mei 2020 08:32 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/15/340/2214381/coba-bunuh-diri-loncat-ke-laut-salmiah-diselamatkan-prajurit-yonif-r-613-UzZwSaEB0Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Coba bunuh diri loncat ke laut, Salmiah diselamatkan prajurit Yonif R/613. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/15/340/2214381/coba-bunuh-diri-loncat-ke-laut-salmiah-diselamatkan-prajurit-yonif-r-613-UzZwSaEB0Y.jpg</image><title>Coba bunuh diri loncat ke laut, Salmiah diselamatkan prajurit Yonif R/613. (Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Prajurit Yonif Raider 613/Raja Alam menyelamatkan Salmiah (43), wanita yang mencoba bunuh diri di Dermaga Pelabuhan Rakyat Ramayana, Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kalimantan Utara.
Danyonif 613/Rja, Letkol Inf Fardin Wardhana mengungkapkan, peristiwa ini bermula pada Minggu (10/5/2020) pukul 10.45 Wita, ketika Salmiah bersama suami dan dua anaknya hendak menyeberang menuju Pulau Sesayap untuk melayat orangtua yang meninggal dunia.
&amp;ldquo;Namun karena saat sekarang pandemi Covid-19, anggota Yonif R 613/Rja, Satpol PP Kota Tarakan dan petugas dari Dinas Kesehatan yang sedang melaksanakan tugas pengamanan PSBB di pelabuhan, terlebih dahulu memastikan kesehatan keluarga yang bersangkutan,&amp;rdquo; ujarnya, dalam keterangan tertulis.
Lebih lanjut dikatakan, dari hasil koordinasi dengan petugas kesehatan di Sesayap untuk mengantisipasi wabah Covid-19, mereka tidak diizinkan masuk ke wilayah Sesayap.
&amp;ldquo;Mendengar dirinya beserta keluarga tidak diizinkan menyeberang, sambil menangis, Salmiah berucap lebih baik mati, dan biarkan berenang untuk menyeberang,&quot; ujarnya.
Tak berlangsung lama, entah apa yang merasuki dirinya, Salmiah nekad melompat ke laut dan nyaris tenggelam.
&amp;ldquo;Beruntung upaya bunuh diri yang dilakukan Salmiah dapat diselamatkan 2 prajurit Raja Alam, Pratu Dodi S dan Pratu Maulana yang bertugas di pelabuhan langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan,&amp;rdquo; tutur Fardin.



Diduga saudari Salmiah nekat melompat ke laut karena depresi saat mendapat kabar orangtuanya di Sesayap meninggal dunia.
&amp;ldquo;Karena pandemi Covid 19, yang bersangkutan bersama keluarganya tidak diizinkan menyeberang membuatnya nekad melakukannya,&amp;rdquo; tutur Fardin.
Di tempat terpisah, Pratu Dodi mengungkapkan, upaya penyelamatan yang dilakukannya bersama Pratu Maulana adalah menggiring si ibu dari tengah laut ke tepian atau dermaga.
&amp;ldquo;Beberapa instansi lain juga ikut membantu korban, karena kondisinya yang lemah untuk diamankan di dermaga.

Dodi mengatakan, yang dilakukannya ini adalah menjalankan tugas, prajurit TNI dituntut selalu sigap di segala kondisi.
&amp;ldquo;Ketika melihat seseorang dalam bahaya yang nyawanya terancam, naluri  kami sebagai prajurit untuk menolong dan menyelamatkannya secara  spontan muncul,&amp;rdquo; katanya.
Setelah berhasil mengangkat ke daratan tutur Dodi, ibu dua anak tersebut berteriak histeris terus-menerus.
&amp;ldquo;Kami pun berupaya menenangkannya, memegangi tangan wanita tersebut,  sekaligus menyampaikan yang dilakukannya itu bukan perbuatan terpuji,&amp;rdquo;  tuturnya.
Setelah semuanya terkendali, sang suami beserta dua anaknya membawa  Salmiah pulang ke rumahnya di Jalan Bengawan, Kelurahan Juwata Kerikil,  Kecamatan Tarakan Utara.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Prajurit Yonif Raider 613/Raja Alam menyelamatkan Salmiah (43), wanita yang mencoba bunuh diri di Dermaga Pelabuhan Rakyat Ramayana, Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kalimantan Utara.
Danyonif 613/Rja, Letkol Inf Fardin Wardhana mengungkapkan, peristiwa ini bermula pada Minggu (10/5/2020) pukul 10.45 Wita, ketika Salmiah bersama suami dan dua anaknya hendak menyeberang menuju Pulau Sesayap untuk melayat orangtua yang meninggal dunia.
&amp;ldquo;Namun karena saat sekarang pandemi Covid-19, anggota Yonif R 613/Rja, Satpol PP Kota Tarakan dan petugas dari Dinas Kesehatan yang sedang melaksanakan tugas pengamanan PSBB di pelabuhan, terlebih dahulu memastikan kesehatan keluarga yang bersangkutan,&amp;rdquo; ujarnya, dalam keterangan tertulis.
Lebih lanjut dikatakan, dari hasil koordinasi dengan petugas kesehatan di Sesayap untuk mengantisipasi wabah Covid-19, mereka tidak diizinkan masuk ke wilayah Sesayap.
&amp;ldquo;Mendengar dirinya beserta keluarga tidak diizinkan menyeberang, sambil menangis, Salmiah berucap lebih baik mati, dan biarkan berenang untuk menyeberang,&quot; ujarnya.
Tak berlangsung lama, entah apa yang merasuki dirinya, Salmiah nekad melompat ke laut dan nyaris tenggelam.
&amp;ldquo;Beruntung upaya bunuh diri yang dilakukan Salmiah dapat diselamatkan 2 prajurit Raja Alam, Pratu Dodi S dan Pratu Maulana yang bertugas di pelabuhan langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan,&amp;rdquo; tutur Fardin.



Diduga saudari Salmiah nekat melompat ke laut karena depresi saat mendapat kabar orangtuanya di Sesayap meninggal dunia.
&amp;ldquo;Karena pandemi Covid 19, yang bersangkutan bersama keluarganya tidak diizinkan menyeberang membuatnya nekad melakukannya,&amp;rdquo; tutur Fardin.
Di tempat terpisah, Pratu Dodi mengungkapkan, upaya penyelamatan yang dilakukannya bersama Pratu Maulana adalah menggiring si ibu dari tengah laut ke tepian atau dermaga.
&amp;ldquo;Beberapa instansi lain juga ikut membantu korban, karena kondisinya yang lemah untuk diamankan di dermaga.

Dodi mengatakan, yang dilakukannya ini adalah menjalankan tugas, prajurit TNI dituntut selalu sigap di segala kondisi.
&amp;ldquo;Ketika melihat seseorang dalam bahaya yang nyawanya terancam, naluri  kami sebagai prajurit untuk menolong dan menyelamatkannya secara  spontan muncul,&amp;rdquo; katanya.
Setelah berhasil mengangkat ke daratan tutur Dodi, ibu dua anak tersebut berteriak histeris terus-menerus.
&amp;ldquo;Kami pun berupaya menenangkannya, memegangi tangan wanita tersebut,  sekaligus menyampaikan yang dilakukannya itu bukan perbuatan terpuji,&amp;rdquo;  tuturnya.
Setelah semuanya terkendali, sang suami beserta dua anaknya membawa  Salmiah pulang ke rumahnya di Jalan Bengawan, Kelurahan Juwata Kerikil,  Kecamatan Tarakan Utara.</content:encoded></item></channel></rss>
