<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebagian Warga Disabilitas Belum Dapat Program PKH</title><description>Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit merasa prihatin ada masyarakat terdampak wabah covid-19 belum mendapat bantuan sosial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/15/340/2214868/sebagian-warga-disabilitas-belum-dapat-program-pkh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/15/340/2214868/sebagian-warga-disabilitas-belum-dapat-program-pkh"/><item><title>Sebagian Warga Disabilitas Belum Dapat Program PKH</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/15/340/2214868/sebagian-warga-disabilitas-belum-dapat-program-pkh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/15/340/2214868/sebagian-warga-disabilitas-belum-dapat-program-pkh</guid><pubDate>Jum'at 15 Mei 2020 23:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/15/340/2214868/sebagian-warga-disabilitas-belum-dapat-program-pkh-uyRnWEYHKx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Penyandang Disabilitas Sumatera Barat menrima Bansos/Foto: Rus Akbar-Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/15/340/2214868/sebagian-warga-disabilitas-belum-dapat-program-pkh-uyRnWEYHKx.jpg</image><title>Warga Penyandang Disabilitas Sumatera Barat menrima Bansos/Foto: Rus Akbar-Okezone</title></images><description>PADANG - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit merasa prihatin ada masyarakat terdampak wabah covid-19 belum mendapat bantuan sosial, terutama kawan-kawab disabel. Hal ini disampaikan Nasrul Abit di komplek Bumi Lareh Permai Kota Padang, Jumat (15/5/2020).
Bebicara soal data, Nasrul Abit meminta Dinas Sosial Provinsi melakukan verifikasi data sebelum disampaikan ke pemerintah pusat.
&quot;Data disabelitas, tuna netra, tuna rungu dan lain-lain tentu sudah ada di provinsi. Lakukan verifikasi kembali dengan dinas sosial kabupaten dan kota. Sehingga semuanya dapat terayomi terbantu dalam berbagai terutama program PKH dan mereka membutuh sekali,&amp;rdquo; ujarnya.
Ketua PPDI Kota Padang Icun Suhaldi juga mengatakan, sebagian besar anggota disabel ini keluarga miskin tak mampu. Jumlahnya mencapai ribuan namun belum terdata secara baik.
&quot;Lihatlah anak-anak disabel yang sedang dalam pendidikan. Mereka rata-rata dari keluarga miskin tak mampu dan masih ada yang belum terdata PKH semua. Dan saat ini mereka belum menerima bantuan langsung tunai (BLT) itu ,&amp;rdquo; ujar Icun.
Icun Suhaldi memaparkan, anggota disabel banyak bergerak pada usaha jasa informal,  seperti pijat, pertukangan, tenaga seni dan bangunan.
&quot;Hampir semua kami terdampak wabah Covid-19 ini. Usaha jasa informal juga terimbas karena semua di rumahkan. Saat ini tidak ada kegiatan usaha jasa yang berjalan baik,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>PADANG - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit merasa prihatin ada masyarakat terdampak wabah covid-19 belum mendapat bantuan sosial, terutama kawan-kawab disabel. Hal ini disampaikan Nasrul Abit di komplek Bumi Lareh Permai Kota Padang, Jumat (15/5/2020).
Bebicara soal data, Nasrul Abit meminta Dinas Sosial Provinsi melakukan verifikasi data sebelum disampaikan ke pemerintah pusat.
&quot;Data disabelitas, tuna netra, tuna rungu dan lain-lain tentu sudah ada di provinsi. Lakukan verifikasi kembali dengan dinas sosial kabupaten dan kota. Sehingga semuanya dapat terayomi terbantu dalam berbagai terutama program PKH dan mereka membutuh sekali,&amp;rdquo; ujarnya.
Ketua PPDI Kota Padang Icun Suhaldi juga mengatakan, sebagian besar anggota disabel ini keluarga miskin tak mampu. Jumlahnya mencapai ribuan namun belum terdata secara baik.
&quot;Lihatlah anak-anak disabel yang sedang dalam pendidikan. Mereka rata-rata dari keluarga miskin tak mampu dan masih ada yang belum terdata PKH semua. Dan saat ini mereka belum menerima bantuan langsung tunai (BLT) itu ,&amp;rdquo; ujar Icun.
Icun Suhaldi memaparkan, anggota disabel banyak bergerak pada usaha jasa informal,  seperti pijat, pertukangan, tenaga seni dan bangunan.
&quot;Hampir semua kami terdampak wabah Covid-19 ini. Usaha jasa informal juga terimbas karena semua di rumahkan. Saat ini tidak ada kegiatan usaha jasa yang berjalan baik,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
