<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sempat Acungkan Arit, Satu Keluarga Pasien Positif Covid-19 di Ogan Ilir Menolak Dievakuasi</title><description>Satu keluarga pasien terkonfirmasi positif COVID-19 menolak untuk diisolasi ke RSUD Kabupaten OI.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/15/610/2214786/sempat-acungkan-arit-satu-keluarga-pasien-positif-covid-19-di-ogan-ilir-menolak-dievakuasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/15/610/2214786/sempat-acungkan-arit-satu-keluarga-pasien-positif-covid-19-di-ogan-ilir-menolak-dievakuasi"/><item><title>Sempat Acungkan Arit, Satu Keluarga Pasien Positif Covid-19 di Ogan Ilir Menolak Dievakuasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/15/610/2214786/sempat-acungkan-arit-satu-keluarga-pasien-positif-covid-19-di-ogan-ilir-menolak-dievakuasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/15/610/2214786/sempat-acungkan-arit-satu-keluarga-pasien-positif-covid-19-di-ogan-ilir-menolak-dievakuasi</guid><pubDate>Jum'at 15 Mei 2020 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Era Neizma Wedya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/15/610/2214786/sempat-acungkan-arit-satu-keluarga-pasien-positif-covid-19-di-ogan-ilir-menolak-dievakuasi-8E7ZQ9X28g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/15/610/2214786/sempat-acungkan-arit-satu-keluarga-pasien-positif-covid-19-di-ogan-ilir-menolak-dievakuasi-8E7ZQ9X28g.jpg</image><title>Foto: Shutterstock</title></images><description>OGAN ILIR - Penolakan saat akan dievakuasi terjadi di Desa Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Jum&amp;rsquo;at (15/5/2020). Satu keluarga pasien terkonfirmasi positif COVID-19 menolak untuk diisolasi ke RSUD Kabupaten OI.

Diketahui bahwa sebelumnya kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Ogan Ilir melonjak menjadi 26 kasus, Kamis (14/5/2020). Dan sebelumnya hanya ada 9 kasus positif COVID-19.

Kasus positif tersebut melonjak drastis usai dilakukan tracking dan tes SWAB kepada keluarga pasien terkonfirmasi positif terdahulu. Dan ternyata 16 orang satu keluarga tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.

Namun saat akan dievakuasi ada penolakan sehingga semalam baru 5 orang dan siang ini 8 orang. Tersisa tiga orang lagi yang belum dievakuasi. Pada saat akan dievakuasi bahkan ada oknum keluarga yang mengacungkan senjata tajam berupa arit agar keluarganya tidak dibawa petugas kesehatan. Sehingga hanya 5 orang yang bisa dievakuasi dari desa tersebut.

&quot;Alhamdulilah, barusan 8 orang sudah kita evakuasi. Semalam (Kamis malam) baru 5, sekarang nambah lagi yang bisa dievakuasi,&quot; ujar Camat Sungai Pinang, Edi Rahmat Jumat (15/5/2020).

Dijelaskan Edi, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penolakan tersebut dari warganya, mulai dari faktor malu, hingga ketakutan jika tak mendapat perlakuan layak saat diisolasi.

&quot;Banyak yang dipikirkan oleh yang akan diisolasi, termasuk rumah yang ditinggalkan, rasa malu dengan tetangga, namun kita akan terus memberikan pengertian,&amp;rdquo; jelasnya.

Selain itu pihaknya akan terus memberikan pengertian secara persuasif kepada keluarga yang positif terpapar Covid-19 itu, agar mau dievakuasi.

Pihaknya menjamin mereka mendapat perlakuan yang layak dan optimal agar mereka dapat sembuh dari virus tersebut

&quot;Syukur Alhamdulillah, tadi begitu mobil ambulan datang, 8 orang tadi langsung masuk ke Ambulans, walaupun ada beberapa yang belum ikut, kita tetap akan berikan pemahaman,&quot; katanya.

Dan untuk keluarga yang ditinggalkan nantinya akan dapat menerima bantuan yang layak pasca ditinggal oleh keluarga yang positif terpapar Covid-19. Hingga pasien yang di isolasi tenang menjalani rangkaian perawatan hingga sembuh dari virus corona.</description><content:encoded>OGAN ILIR - Penolakan saat akan dievakuasi terjadi di Desa Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Jum&amp;rsquo;at (15/5/2020). Satu keluarga pasien terkonfirmasi positif COVID-19 menolak untuk diisolasi ke RSUD Kabupaten OI.

Diketahui bahwa sebelumnya kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Ogan Ilir melonjak menjadi 26 kasus, Kamis (14/5/2020). Dan sebelumnya hanya ada 9 kasus positif COVID-19.

Kasus positif tersebut melonjak drastis usai dilakukan tracking dan tes SWAB kepada keluarga pasien terkonfirmasi positif terdahulu. Dan ternyata 16 orang satu keluarga tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.

Namun saat akan dievakuasi ada penolakan sehingga semalam baru 5 orang dan siang ini 8 orang. Tersisa tiga orang lagi yang belum dievakuasi. Pada saat akan dievakuasi bahkan ada oknum keluarga yang mengacungkan senjata tajam berupa arit agar keluarganya tidak dibawa petugas kesehatan. Sehingga hanya 5 orang yang bisa dievakuasi dari desa tersebut.

&quot;Alhamdulilah, barusan 8 orang sudah kita evakuasi. Semalam (Kamis malam) baru 5, sekarang nambah lagi yang bisa dievakuasi,&quot; ujar Camat Sungai Pinang, Edi Rahmat Jumat (15/5/2020).

Dijelaskan Edi, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penolakan tersebut dari warganya, mulai dari faktor malu, hingga ketakutan jika tak mendapat perlakuan layak saat diisolasi.

&quot;Banyak yang dipikirkan oleh yang akan diisolasi, termasuk rumah yang ditinggalkan, rasa malu dengan tetangga, namun kita akan terus memberikan pengertian,&amp;rdquo; jelasnya.

Selain itu pihaknya akan terus memberikan pengertian secara persuasif kepada keluarga yang positif terpapar Covid-19 itu, agar mau dievakuasi.

Pihaknya menjamin mereka mendapat perlakuan yang layak dan optimal agar mereka dapat sembuh dari virus tersebut

&quot;Syukur Alhamdulillah, tadi begitu mobil ambulan datang, 8 orang tadi langsung masuk ke Ambulans, walaupun ada beberapa yang belum ikut, kita tetap akan berikan pemahaman,&quot; katanya.

Dan untuk keluarga yang ditinggalkan nantinya akan dapat menerima bantuan yang layak pasca ditinggal oleh keluarga yang positif terpapar Covid-19. Hingga pasien yang di isolasi tenang menjalani rangkaian perawatan hingga sembuh dari virus corona.</content:encoded></item></channel></rss>
