<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penumpang KRL di Stasiun Bekasi Bakal Jalani Rapid Test</title><description>Kualitasnya lebih bagus dari pada rapid yang ada sebelumnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/16/338/2215164/penumpang-krl-di-stasiun-bekasi-bakal-jalani-rapid-test</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/16/338/2215164/penumpang-krl-di-stasiun-bekasi-bakal-jalani-rapid-test"/><item><title>Penumpang KRL di Stasiun Bekasi Bakal Jalani Rapid Test</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/16/338/2215164/penumpang-krl-di-stasiun-bekasi-bakal-jalani-rapid-test</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/16/338/2215164/penumpang-krl-di-stasiun-bekasi-bakal-jalani-rapid-test</guid><pubDate>Sabtu 16 Mei 2020 20:08 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/16/338/2215164/penumpang-krl-di-stasisun-bekasi-bakal-diperiksa-rapid-test-veofsMp2UA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Foto : Okezone.com/Wisnu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/16/338/2215164/penumpang-krl-di-stasisun-bekasi-bakal-diperiksa-rapid-test-veofsMp2UA.jpg</image><title>Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Foto : Okezone.com/Wisnu)</title></images><description>BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi akan menerapkan metode rapid test kepada penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commutter Line dan ke pengendara di sejumlah cek poin.
&quot;Kualitasnya lebih bagus dari pada rapid yang ada sebelumnya. Capai 80 persen akurasinya,&quot; kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Sabtu (16/5/2020).
Pria yang disapa Pepen itu mengatakan, 7.000 alat rapid test dengan akurasi 80 persen itu dalam waktu dekat ini akan digunakan untuk pemeriksaan di check point, stasiun hingga tingkat RW.
&quot;Ada di 32 check point, di stasiun tiga hari berturut-turut, kalau satu hari 300 berarti 900. Terus di RW tiap RW 4 orang,&quot; kata Pepen.
Politikus Golkar itu melanjutkan, alat rapid test akan terus didatangkan untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan warga selama pademi corona ini belum berakhir.
&quot;Kita adakan (7.000 rapid test) waktu kita pesan pertama, inikan pesan butuh waktu, tapi ini kualitasnya di atas yang sebelumnya,&quot; klaim Pepen.
Gencarnya dilakukan rapid test atau PCR ini, kata Pepen, sangat membantu mendeteksi keberadaa virus corona,  sehingga dapat segera dilakukan penanganan dengan baik.
&quot;Ya memang pasti karena kita tes terus. Ada terus penambahan kasus, tapi tidak apa bisa diakomodir tangani dengan baik,&quot; ungkap Pepen.
Baca Juga :&amp;nbsp;Sanksi PSBB Tahap 3 Mulai Diterapkan Pemkot Bekasi
Adapun data kasus Covid-19 di Kota Bekasi berdasarkan website resmi corona.bekasikota.go.id, untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 2.320 orang, 1.242 orang diantaranya sedang dalam proses pemantauan dan 1.026 orang selesai proses pemantauan.
Selanjutnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 930 orang, rinciannya 462 orang sedang dalam pengawasan dan 468 orang selesai pengawasan. Adapun untuk warga yang terkonfirmasi positif ada sebanyak 280 orang, 193 diantarnya sembuh, 58 dirawat dan meninggal 29 orang. Ada juga 122 orang meninggal tercacat karena penyakit khusus.</description><content:encoded>BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi akan menerapkan metode rapid test kepada penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commutter Line dan ke pengendara di sejumlah cek poin.
&quot;Kualitasnya lebih bagus dari pada rapid yang ada sebelumnya. Capai 80 persen akurasinya,&quot; kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Sabtu (16/5/2020).
Pria yang disapa Pepen itu mengatakan, 7.000 alat rapid test dengan akurasi 80 persen itu dalam waktu dekat ini akan digunakan untuk pemeriksaan di check point, stasiun hingga tingkat RW.
&quot;Ada di 32 check point, di stasiun tiga hari berturut-turut, kalau satu hari 300 berarti 900. Terus di RW tiap RW 4 orang,&quot; kata Pepen.
Politikus Golkar itu melanjutkan, alat rapid test akan terus didatangkan untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan warga selama pademi corona ini belum berakhir.
&quot;Kita adakan (7.000 rapid test) waktu kita pesan pertama, inikan pesan butuh waktu, tapi ini kualitasnya di atas yang sebelumnya,&quot; klaim Pepen.
Gencarnya dilakukan rapid test atau PCR ini, kata Pepen, sangat membantu mendeteksi keberadaa virus corona,  sehingga dapat segera dilakukan penanganan dengan baik.
&quot;Ya memang pasti karena kita tes terus. Ada terus penambahan kasus, tapi tidak apa bisa diakomodir tangani dengan baik,&quot; ungkap Pepen.
Baca Juga :&amp;nbsp;Sanksi PSBB Tahap 3 Mulai Diterapkan Pemkot Bekasi
Adapun data kasus Covid-19 di Kota Bekasi berdasarkan website resmi corona.bekasikota.go.id, untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 2.320 orang, 1.242 orang diantaranya sedang dalam proses pemantauan dan 1.026 orang selesai proses pemantauan.
Selanjutnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 930 orang, rinciannya 462 orang sedang dalam pengawasan dan 468 orang selesai pengawasan. Adapun untuk warga yang terkonfirmasi positif ada sebanyak 280 orang, 193 diantarnya sembuh, 58 dirawat dan meninggal 29 orang. Ada juga 122 orang meninggal tercacat karena penyakit khusus.</content:encoded></item></channel></rss>
