<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Idap Gangguan Jiwa, Pria Ini Terpasung di Gubuk Tua 25 Tahun Lamanya</title><description>Dia tidak segan-segan bersikap kasar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/16/519/2215180/idap-gangguan-jiwa-pria-ini-terpasung-di-gubuk-tua-25-tahun-lamanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/16/519/2215180/idap-gangguan-jiwa-pria-ini-terpasung-di-gubuk-tua-25-tahun-lamanya"/><item><title>Idap Gangguan Jiwa, Pria Ini Terpasung di Gubuk Tua 25 Tahun Lamanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/16/519/2215180/idap-gangguan-jiwa-pria-ini-terpasung-di-gubuk-tua-25-tahun-lamanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/16/519/2215180/idap-gangguan-jiwa-pria-ini-terpasung-di-gubuk-tua-25-tahun-lamanya</guid><pubDate>Sabtu 16 Mei 2020 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/16/519/2215180/idap-gangguan-jiwa-pria-ini-terpasung-di-gubuk-tua-25-tahun-lamanya-o0s072XteO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pria ini dipasung selama 25 tahun (Foto : Okezone.com/Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/16/519/2215180/idap-gangguan-jiwa-pria-ini-terpasung-di-gubuk-tua-25-tahun-lamanya-o0s072XteO.jpg</image><title>Pria ini dipasung selama 25 tahun (Foto : Okezone.com/Istimewa)</title></images><description>SURABAYA - Kondisi hidup Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) Buamin (45), warga Jalan Delima, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur terus terpasung di sebuah gubuk tua selama puluhan tahun.

Kerabat ODGJ, Samsul bercerita, gangguan jiwa yang dialami Buamin sejak berubah tingkah, sering mengamuk, mengganggu ketenangan keluarga dan keselamatan orang lain.

Selama 25 tahun ini, pihaknya tidak berani melepaskan pasungannya. Jika penyakit kambuh, sikap Buamin sangat membahayakan terhadap warga.

&quot;Dia tidak segan-segan bersikap kasar, marah sambil mencari pisau dan celurit, sehingga membuat resah,&quot; ujar Samsul, Sabtu (16/5/2020).

Menurut Samsul, penderita ODGJ tidak pernah ada yang memantau untuk melakukan pengobatan medis dari petugs Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang.

&quot;Petugas kesehatan tidak pernah mengunjungi untuk memberikan penanganan medis ataupun pengobatan pada gangguan jiwa Buamin,&quot; paparnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Jokowi : BLT Desa Baru Tersalurkan 15%

Kepala Puskesmas Kamoning Sampang, dr. Intan mengaku sudah berupaya pada penanganan terhadap pasien ODGJ Buamin. Salah satunya menawarkan supaya dapat menjalankan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya.

&quot;Biaya transportasi akan kami tanggung. Namun, keluarga pasien malah hanya meminta agar diberikan obat saja, serta tidak perlu dirawat di rumah sakit,&quot; ucap Intan.</description><content:encoded>SURABAYA - Kondisi hidup Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) Buamin (45), warga Jalan Delima, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur terus terpasung di sebuah gubuk tua selama puluhan tahun.

Kerabat ODGJ, Samsul bercerita, gangguan jiwa yang dialami Buamin sejak berubah tingkah, sering mengamuk, mengganggu ketenangan keluarga dan keselamatan orang lain.

Selama 25 tahun ini, pihaknya tidak berani melepaskan pasungannya. Jika penyakit kambuh, sikap Buamin sangat membahayakan terhadap warga.

&quot;Dia tidak segan-segan bersikap kasar, marah sambil mencari pisau dan celurit, sehingga membuat resah,&quot; ujar Samsul, Sabtu (16/5/2020).

Menurut Samsul, penderita ODGJ tidak pernah ada yang memantau untuk melakukan pengobatan medis dari petugs Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang.

&quot;Petugas kesehatan tidak pernah mengunjungi untuk memberikan penanganan medis ataupun pengobatan pada gangguan jiwa Buamin,&quot; paparnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Jokowi : BLT Desa Baru Tersalurkan 15%

Kepala Puskesmas Kamoning Sampang, dr. Intan mengaku sudah berupaya pada penanganan terhadap pasien ODGJ Buamin. Salah satunya menawarkan supaya dapat menjalankan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya.

&quot;Biaya transportasi akan kami tanggung. Namun, keluarga pasien malah hanya meminta agar diberikan obat saja, serta tidak perlu dirawat di rumah sakit,&quot; ucap Intan.</content:encoded></item></channel></rss>
