<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PKL Menjamur, Warga Padati Kawasan Tanah Abang saat PSBB</title><description>Banyaknya PKL yang berjualan menarik magnet masyarakat untuk berdatangan, hingga memadati kawasan Tanah Abang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/17/338/2215529/pkl-menjamur-warga-padati-kawasan-tanah-abang-saat-psbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/17/338/2215529/pkl-menjamur-warga-padati-kawasan-tanah-abang-saat-psbb"/><item><title>PKL Menjamur, Warga Padati Kawasan Tanah Abang saat PSBB</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/17/338/2215529/pkl-menjamur-warga-padati-kawasan-tanah-abang-saat-psbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/17/338/2215529/pkl-menjamur-warga-padati-kawasan-tanah-abang-saat-psbb</guid><pubDate>Minggu 17 Mei 2020 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/17/338/2215529/pkl-menjamur-warga-padati-kawasan-tanah-abang-saat-psbb-1AECZLAhzm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Satpol PP sedang menertibkan PKL yang berjualan di kawasan Tanah Abang, Jakarta (Foto: Fadel Prayoga) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/17/338/2215529/pkl-menjamur-warga-padati-kawasan-tanah-abang-saat-psbb-1AECZLAhzm.jpg</image><title>Satpol PP sedang menertibkan PKL yang berjualan di kawasan Tanah Abang, Jakarta (Foto: Fadel Prayoga) </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pada H-7 jelang Lebaran, kawasan trotoar Tanah Abang mulai dikerumuni pedagang kaki lima (PKL). Mereka tak mempedulikan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang masih berlangsung di wilayah Ibu Kota hingga 22 Mei mendatang.
Banyaknya pedagang yang berjualan menarik magnet masyarakat untuk berdatangan, hingga memadati kawasan Tanah Abang.
Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Bernard Tambunan mengatakan para PKL itu mulai menjajakan daganganya ketika petugas sedang keliling ke area lainnya. Berdasarkan laporan di lapangan, mereka biasanya menggelar dagangannya sekira pukul 13.00 WIB.

&amp;ldquo;Tadi ketika kami mendapatkan laporan, langsung kita bersihkan kawasan itu dari para PKL,&amp;rdquo; kata Bernard kepada wartawan, Minggu (17/5/2020).
&amp;nbsp;
Ia menyebut, kebanyakan para PKL itu kucing-kucingan dengan para petugas. Sehingga, ketika melihat ada Satpol PP akan lewat, mereka langsung buru-buru membersihkannya.

&amp;ldquo;Ada yang kucing-kucingan dengan petugas. Jadi tadi awalnya sudah ditertibkan, tapi gelar lapak lagi, saat tidak ada petugas,&amp;rdquo; ujarnya.

Ia mengimbau kepada seluruh pedagang untuk mematuhi aturan dalam PSBB, yakni dilarang berjualan pakaian. &amp;ldquo;Kami harap para pedagang mematuhi aturan pemerintah tentang PSBB,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pada H-7 jelang Lebaran, kawasan trotoar Tanah Abang mulai dikerumuni pedagang kaki lima (PKL). Mereka tak mempedulikan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang masih berlangsung di wilayah Ibu Kota hingga 22 Mei mendatang.
Banyaknya pedagang yang berjualan menarik magnet masyarakat untuk berdatangan, hingga memadati kawasan Tanah Abang.
Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Bernard Tambunan mengatakan para PKL itu mulai menjajakan daganganya ketika petugas sedang keliling ke area lainnya. Berdasarkan laporan di lapangan, mereka biasanya menggelar dagangannya sekira pukul 13.00 WIB.

&amp;ldquo;Tadi ketika kami mendapatkan laporan, langsung kita bersihkan kawasan itu dari para PKL,&amp;rdquo; kata Bernard kepada wartawan, Minggu (17/5/2020).
&amp;nbsp;
Ia menyebut, kebanyakan para PKL itu kucing-kucingan dengan para petugas. Sehingga, ketika melihat ada Satpol PP akan lewat, mereka langsung buru-buru membersihkannya.

&amp;ldquo;Ada yang kucing-kucingan dengan petugas. Jadi tadi awalnya sudah ditertibkan, tapi gelar lapak lagi, saat tidak ada petugas,&amp;rdquo; ujarnya.

Ia mengimbau kepada seluruh pedagang untuk mematuhi aturan dalam PSBB, yakni dilarang berjualan pakaian. &amp;ldquo;Kami harap para pedagang mematuhi aturan pemerintah tentang PSBB,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
