<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PSBB dan Tradisi Baju Baru Lebaran di Tanah Abang</title><description>Eko 'nekat' berjualan di tengah pandemi corona karena untuk mencukupi kebutuhan hidup.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/18/337/2216075/psbb-dan-tradisi-baju-baru-lebaran-di-tanah-abang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/18/337/2216075/psbb-dan-tradisi-baju-baru-lebaran-di-tanah-abang"/><item><title>PSBB dan Tradisi Baju Baru Lebaran di Tanah Abang</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/18/337/2216075/psbb-dan-tradisi-baju-baru-lebaran-di-tanah-abang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/18/337/2216075/psbb-dan-tradisi-baju-baru-lebaran-di-tanah-abang</guid><pubDate>Senin 18 Mei 2020 18:45 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/18/337/2216075/psbb-dan-tradisi-baju-baru-lebaran-di-tanah-abang-2P0GIYxPsn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar Tanah Abang penuh sesak di tengah PSBB (Foto: Okezone/Fahreza) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/18/337/2216075/psbb-dan-tradisi-baju-baru-lebaran-di-tanah-abang-2P0GIYxPsn.jpg</image><title>Pasar Tanah Abang penuh sesak di tengah PSBB (Foto: Okezone/Fahreza) </title></images><description>LORONG gang kumuh di kawasan  Pasar Tanah Abang tampak riuh. Belum menjelang siang, Senin (18/5/2020) para pedagang terpaksa harus 'menggulung' dagangannya. Pintu kios yang terjejer sepanjang gang tampak sudah ditutup.

Eko (45) hanya bisa pasrah saat derap langkah petugas Satpol PP menghampiri tempatnya melapak. Pria yang sehari-hari berdagang baju dan jilbab itu 'manut' saat disuruh menggulung dagangannya.

Eko 'nekat' berjualan di tengah pandemi corona karena untuk mencukupi kebutuhan hidup. Ia terpaksa kembali melapak karena anak dan istrinya butuh makan.

&quot;Kalau tak jualan, kita tak makan,&quot; ucapnya saat ditemui Okezone di kawasan Pasar Tanah Abang.

Seketika cuaca di kawasan Tanah Abang menjadi mendung. Para pedagang bergegas merapikan barang dagangannya khawatir diguyur hujan. Eko kembali berujar, saat ini adalah masa sulit yang harus dihadapinya.

&quot;Susah juga kalau harus hidup berdamai sama corona, nggak ada jaminan dagangan kita selaris seperti sebelumnya. Ini aje udeh susah,&quot; imbuhnya.

PSBB 'Ambyar'



Pengamatan Okezone di lokasi, ratusan pedagang kaki lima (PKL) tampak memadati kawasan pasar Tanah Abang. Tak hanya itu, para pembeli juga 'berjubel' di kawasan tersebut. Dengan demikian, aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota 'ambyar.'

Novi (37) mengaku tak khawatir berbelanja di sini. Pasalnya, ia sudah berusaha mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, yaitu menggunakan masker. Ia terpaksa keluar rumah karena harus membeli bahan baku untuk membuat kue lebaran.

&quot;Ya kita memang butuhnya seperti ini mau lebaran, Insya Allah kan sudah pakai masker,&quot; tuturnya.

Tidak lama berselang, puluhan petugas Satpol PP datang ke lokasi. Mereka mengimbau agar tidak ada aktivitas jual beli selain bahan kebutuhan pokok (sembako) di kawasan blok F Pasar Tanah Abang.

Kelabui Petugas

Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu, mengatakan ia dan puluhan personel Satpol PP melakukan pengawasan PSBB di kawasan ekonomi tersebut.

Menurut dia, para pedagang selalu 'kucing-kucingan' dengan petugas. Tak ayal, ketika anak buahnya sudah memberikan imbauan, mereka kembali melapak.

&quot;Meskipun memang hasilnya tidak maksimal, karena ada kucing-kucingan antara petugas dengan pedagang. Tapi tetap kami lakukan patroli terus menerus,&quot; ujar Yassin di lokasi.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8xOC8xLzEyMTMyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Yassin berujar, sampai saat ini tidak ada perlawanan dari pedagang. Pada prinsipnya, kata dia, para pedagang patuh pada aturan pemerintah. Namun, kondisi seperti ini memang diakuinya sangat dilematis.

&quot;Kami akan terus melakukan secara persuasif, baik-baik, agar mereka memahami dan mengerti maksud dan tujuan diberlakukannya PSBB ini,&quot; tukas dia.

Yassin mengungkapkan, kios yang 'nekat' buka di tengah pandemi corona bukan dikelola PD Sarana Jaya, melainkan milik pribadi pedagang. Ia pun sudah mengganjar sanksi kepada para pelanggar.

&quot;Sanksi baik secara teguran, lisan, tertulisan dan penyegelan-penyegelan,&quot; tukasnya.

Yassin menyebut pedagang mulai nekat berjualan di kawasan Tanah Abang sejak lima hari lalu. Oleh sebab itu, hari ini ia melakukan penertiban dengan harapan tidak terulang kembali di hari berikutnya.

Namun, ia mengakui ada sejumlah kendala untuk menertibkan PSBB di kawasan Tanah Abang, yakni kurangnya personel Satpol PP.

&quot;Jumlah personel saat PSBB ini masih kekurangan. Jadi kami hanya bisa berpatroli. Seharusnya di sini diberikan penjagaan untuk antisipasi, tapi kenyataannya mereka membuka setengah pintu,&quot; tutur Yassin.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, memaparkan per 18 Mei 2020, sebanyak 6.010 orang warga Ibu Kota dinyatakan positif Covid-19.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.301 orang dinyatakan telah sembuh dan jumlah pasien meninggal yakni 483 orang. Sementara itu, 1.958 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 2.268 orang melakukan self isolation di rumah.

&quot;Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 9.646 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 10.226 orang (10.015 sudah selesai dipantau dan 211 masih dipantau) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 7.621 orang (7.114 sudah pulang dari perawatan dan 507 masih dirawat),&quot; tutur Ani.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ingin masyarakat dapat hidup berdamai dengan virus corona atau Covid-19 sampai ditemukannya vaksin.

Pasalnya, beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun tidak berarti langsung landai atau nol, melainkan masih bisa fluktuatif.

&quot;Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi, dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,&quot; jelas Jokowi, Kamis 7 Mei 2020.
</description><content:encoded>LORONG gang kumuh di kawasan  Pasar Tanah Abang tampak riuh. Belum menjelang siang, Senin (18/5/2020) para pedagang terpaksa harus 'menggulung' dagangannya. Pintu kios yang terjejer sepanjang gang tampak sudah ditutup.

Eko (45) hanya bisa pasrah saat derap langkah petugas Satpol PP menghampiri tempatnya melapak. Pria yang sehari-hari berdagang baju dan jilbab itu 'manut' saat disuruh menggulung dagangannya.

Eko 'nekat' berjualan di tengah pandemi corona karena untuk mencukupi kebutuhan hidup. Ia terpaksa kembali melapak karena anak dan istrinya butuh makan.

&quot;Kalau tak jualan, kita tak makan,&quot; ucapnya saat ditemui Okezone di kawasan Pasar Tanah Abang.

Seketika cuaca di kawasan Tanah Abang menjadi mendung. Para pedagang bergegas merapikan barang dagangannya khawatir diguyur hujan. Eko kembali berujar, saat ini adalah masa sulit yang harus dihadapinya.

&quot;Susah juga kalau harus hidup berdamai sama corona, nggak ada jaminan dagangan kita selaris seperti sebelumnya. Ini aje udeh susah,&quot; imbuhnya.

PSBB 'Ambyar'



Pengamatan Okezone di lokasi, ratusan pedagang kaki lima (PKL) tampak memadati kawasan pasar Tanah Abang. Tak hanya itu, para pembeli juga 'berjubel' di kawasan tersebut. Dengan demikian, aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota 'ambyar.'

Novi (37) mengaku tak khawatir berbelanja di sini. Pasalnya, ia sudah berusaha mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, yaitu menggunakan masker. Ia terpaksa keluar rumah karena harus membeli bahan baku untuk membuat kue lebaran.

&quot;Ya kita memang butuhnya seperti ini mau lebaran, Insya Allah kan sudah pakai masker,&quot; tuturnya.

Tidak lama berselang, puluhan petugas Satpol PP datang ke lokasi. Mereka mengimbau agar tidak ada aktivitas jual beli selain bahan kebutuhan pokok (sembako) di kawasan blok F Pasar Tanah Abang.

Kelabui Petugas

Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu, mengatakan ia dan puluhan personel Satpol PP melakukan pengawasan PSBB di kawasan ekonomi tersebut.

Menurut dia, para pedagang selalu 'kucing-kucingan' dengan petugas. Tak ayal, ketika anak buahnya sudah memberikan imbauan, mereka kembali melapak.

&quot;Meskipun memang hasilnya tidak maksimal, karena ada kucing-kucingan antara petugas dengan pedagang. Tapi tetap kami lakukan patroli terus menerus,&quot; ujar Yassin di lokasi.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8xOC8xLzEyMTMyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Yassin berujar, sampai saat ini tidak ada perlawanan dari pedagang. Pada prinsipnya, kata dia, para pedagang patuh pada aturan pemerintah. Namun, kondisi seperti ini memang diakuinya sangat dilematis.

&quot;Kami akan terus melakukan secara persuasif, baik-baik, agar mereka memahami dan mengerti maksud dan tujuan diberlakukannya PSBB ini,&quot; tukas dia.

Yassin mengungkapkan, kios yang 'nekat' buka di tengah pandemi corona bukan dikelola PD Sarana Jaya, melainkan milik pribadi pedagang. Ia pun sudah mengganjar sanksi kepada para pelanggar.

&quot;Sanksi baik secara teguran, lisan, tertulisan dan penyegelan-penyegelan,&quot; tukasnya.

Yassin menyebut pedagang mulai nekat berjualan di kawasan Tanah Abang sejak lima hari lalu. Oleh sebab itu, hari ini ia melakukan penertiban dengan harapan tidak terulang kembali di hari berikutnya.

Namun, ia mengakui ada sejumlah kendala untuk menertibkan PSBB di kawasan Tanah Abang, yakni kurangnya personel Satpol PP.

&quot;Jumlah personel saat PSBB ini masih kekurangan. Jadi kami hanya bisa berpatroli. Seharusnya di sini diberikan penjagaan untuk antisipasi, tapi kenyataannya mereka membuka setengah pintu,&quot; tutur Yassin.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, memaparkan per 18 Mei 2020, sebanyak 6.010 orang warga Ibu Kota dinyatakan positif Covid-19.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.301 orang dinyatakan telah sembuh dan jumlah pasien meninggal yakni 483 orang. Sementara itu, 1.958 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 2.268 orang melakukan self isolation di rumah.

&quot;Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 9.646 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 10.226 orang (10.015 sudah selesai dipantau dan 211 masih dipantau) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 7.621 orang (7.114 sudah pulang dari perawatan dan 507 masih dirawat),&quot; tutur Ani.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ingin masyarakat dapat hidup berdamai dengan virus corona atau Covid-19 sampai ditemukannya vaksin.

Pasalnya, beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun tidak berarti langsung landai atau nol, melainkan masih bisa fluktuatif.

&quot;Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi, dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,&quot; jelas Jokowi, Kamis 7 Mei 2020.
</content:encoded></item></channel></rss>
