<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PSBB Tahap 3 Dimulai, Pasar Ciputat Terpantau Penuh Sesak</title><description>Status itu ternyata tak terlalu berpengaruh bagi aktivitas masyarakat di tempat keramaian seperti pasar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/18/338/2216054/psbb-tahap-3-dimulai-pasar-ciputat-terpantau-penuh-sesak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/18/338/2216054/psbb-tahap-3-dimulai-pasar-ciputat-terpantau-penuh-sesak"/><item><title>PSBB Tahap 3 Dimulai, Pasar Ciputat Terpantau Penuh Sesak</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/18/338/2216054/psbb-tahap-3-dimulai-pasar-ciputat-terpantau-penuh-sesak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/18/338/2216054/psbb-tahap-3-dimulai-pasar-ciputat-terpantau-penuh-sesak</guid><pubDate>Senin 18 Mei 2020 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/18/338/2216054/psbb-tahap-3-dimulai-pasar-ciputat-terpantau-penuh-sesak-kaw8DbXXbD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar Ciputat padat saat pemberlakuan PSBB di Tangerang Selatan (Foto: Okezone/Hambali)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/18/338/2216054/psbb-tahap-3-dimulai-pasar-ciputat-terpantau-penuh-sesak-kaw8DbXXbD.jpg</image><title>Pasar Ciputat padat saat pemberlakuan PSBB di Tangerang Selatan (Foto: Okezone/Hambali)</title></images><description>TANGSEL - Hari ini, Senin (18/5/2020) adalah hari pertama perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Namun, status itu ternyata tak terlalu berpengaruh bagi aktivitas masyarakat di tempat keramaian seperti pasar.
Pantauan Okezone di Pasar Ciputat sekira pukul 14.30 WIB, keramaian nampak terlihat di antara jalan-jalan di sisi pasar. Kemacetan panjang kendaraan roda dua ataupun mobil sulit terhindarkan, disebabkan lalu-lalang kendaraan menuju ke dalam pasar.
Baca Juga:&amp;nbsp;Langgar Aturan PSBB, Satpol PP Tutup Sementara 15 Tempat Makan di Jakarta
Kebanyakan pembeli menumpuk di pedagang penjual bumbu, ikan, sayuran, lauk-pauk, hingga daging dan penjual buah-buahan. Mereka kini seolah tak lagi memusingkan ketentuan PSBB yang menekan aktivitas di luar rumah.
&quot;Ke pasar ya mau belanja buat buka sama sahur, kalau di pasar kan lebih murah dan pilihannya banyak. Kalau soal virus (Covid-19) sih kita yang penting bisa jaga diri aja, pakai masker, cuci tangan, gitu aja,&quot; terang Rosliana (46) ditemui di lokasi.

Sama halnya dengan kondisi keramaian di Plaza Ciputat. Di sana terlihat pengunjung terus berdatangan tanpa henti. Mayoritas mereka adalah keluarga kecil yang hendak berbelanja pakaian, lengkap membawa serta istri dan anaknya.
&quot;Mau ajak anak lihat-lihat pakaian aja,&quot; singkat Prayogo (41), yang datang bersama istri dan anaknya.
Plaza Ciputat sendiri terletak berdampingan dengan Pasar Ciputat, berada di pinggir Jalan Dewi Sartika. Toko-toko di dalamnya lengkap menjual pakaian, kain dan kebaya, bahkan hingga salon dan toko kue. Keramaian di Plaza Ciputat meningkat drastis sejak 1 pekan terakhir.
&quot;Karena waktu PSBB pertama toko-toko di sini semua rata-rata tutup. Ini belum lama baru pada buka. Kalau pengunjungnya ramai sejak seminggu terakhir ini, biasa mungkin pada mau belanja baju lebaran,&quot; terang petugas Sekuriti Plaza Ciputat, Subagio.
Baca Juga:&amp;nbsp;Naik Travel Gelap, Pemudik Dipatok Tarif hingga Rp700 Ribu
Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna, mengkritik efektivitas PSBB yang dianggap tak berjalan maksimal di lapangan. Meski diterapkan berjilid-jilid, namun upaya pembatasan sulit berhasil jika tak dibarengi dengan pelibatan berbagai jaring relawan sosial, komunitas, hingga tokoh agama dan masyarakat.&amp;nbsp;
&quot;Sekarang bisa dicek di setiap check point, personelnya terbatas, wajar jika mereka pun tak maksimal. Harusnya pemerintah setempat memaksimalkan peran-peran relawan, komunitas, dan lainnya. Misalnya, diperbantukan Pramuka di sana, ormas-ormas kepemudaan dari NU, Muhamadiyah, sehingga ketentuan ini jadi milik bersama untuk dipatuhi bersama,&quot; ungkap Yayat dikonfirmasi terpisah.</description><content:encoded>TANGSEL - Hari ini, Senin (18/5/2020) adalah hari pertama perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Namun, status itu ternyata tak terlalu berpengaruh bagi aktivitas masyarakat di tempat keramaian seperti pasar.
Pantauan Okezone di Pasar Ciputat sekira pukul 14.30 WIB, keramaian nampak terlihat di antara jalan-jalan di sisi pasar. Kemacetan panjang kendaraan roda dua ataupun mobil sulit terhindarkan, disebabkan lalu-lalang kendaraan menuju ke dalam pasar.
Baca Juga:&amp;nbsp;Langgar Aturan PSBB, Satpol PP Tutup Sementara 15 Tempat Makan di Jakarta
Kebanyakan pembeli menumpuk di pedagang penjual bumbu, ikan, sayuran, lauk-pauk, hingga daging dan penjual buah-buahan. Mereka kini seolah tak lagi memusingkan ketentuan PSBB yang menekan aktivitas di luar rumah.
&quot;Ke pasar ya mau belanja buat buka sama sahur, kalau di pasar kan lebih murah dan pilihannya banyak. Kalau soal virus (Covid-19) sih kita yang penting bisa jaga diri aja, pakai masker, cuci tangan, gitu aja,&quot; terang Rosliana (46) ditemui di lokasi.

Sama halnya dengan kondisi keramaian di Plaza Ciputat. Di sana terlihat pengunjung terus berdatangan tanpa henti. Mayoritas mereka adalah keluarga kecil yang hendak berbelanja pakaian, lengkap membawa serta istri dan anaknya.
&quot;Mau ajak anak lihat-lihat pakaian aja,&quot; singkat Prayogo (41), yang datang bersama istri dan anaknya.
Plaza Ciputat sendiri terletak berdampingan dengan Pasar Ciputat, berada di pinggir Jalan Dewi Sartika. Toko-toko di dalamnya lengkap menjual pakaian, kain dan kebaya, bahkan hingga salon dan toko kue. Keramaian di Plaza Ciputat meningkat drastis sejak 1 pekan terakhir.
&quot;Karena waktu PSBB pertama toko-toko di sini semua rata-rata tutup. Ini belum lama baru pada buka. Kalau pengunjungnya ramai sejak seminggu terakhir ini, biasa mungkin pada mau belanja baju lebaran,&quot; terang petugas Sekuriti Plaza Ciputat, Subagio.
Baca Juga:&amp;nbsp;Naik Travel Gelap, Pemudik Dipatok Tarif hingga Rp700 Ribu
Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna, mengkritik efektivitas PSBB yang dianggap tak berjalan maksimal di lapangan. Meski diterapkan berjilid-jilid, namun upaya pembatasan sulit berhasil jika tak dibarengi dengan pelibatan berbagai jaring relawan sosial, komunitas, hingga tokoh agama dan masyarakat.&amp;nbsp;
&quot;Sekarang bisa dicek di setiap check point, personelnya terbatas, wajar jika mereka pun tak maksimal. Harusnya pemerintah setempat memaksimalkan peran-peran relawan, komunitas, dan lainnya. Misalnya, diperbantukan Pramuka di sana, ormas-ormas kepemudaan dari NU, Muhamadiyah, sehingga ketentuan ini jadi milik bersama untuk dipatuhi bersama,&quot; ungkap Yayat dikonfirmasi terpisah.</content:encoded></item></channel></rss>
