<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Belajar Online, Siswa SD di Gunungkidul Harus Jalan Kaki Naik Bukit   </title><description>Sejumlah pelajar yang tinggal di Dusun Pringombo, Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/18/510/2215570/belajar-online-siswa-sd-di-gunungkidul-harus-jalan-kaki-naik-bukit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/18/510/2215570/belajar-online-siswa-sd-di-gunungkidul-harus-jalan-kaki-naik-bukit"/><item><title> Belajar Online, Siswa SD di Gunungkidul Harus Jalan Kaki Naik Bukit   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/18/510/2215570/belajar-online-siswa-sd-di-gunungkidul-harus-jalan-kaki-naik-bukit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/18/510/2215570/belajar-online-siswa-sd-di-gunungkidul-harus-jalan-kaki-naik-bukit</guid><pubDate>Senin 18 Mei 2020 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/17/510/2215570/belajar-online-siswa-sd-di-gunungkidul-harus-jalan-kaki-naik-bukit-LsgvMFJt7p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/17/510/2215570/belajar-online-siswa-sd-di-gunungkidul-harus-jalan-kaki-naik-bukit-LsgvMFJt7p.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone.com</title></images><description>GUNUNGKIDUL &amp;ndash; Sejumlah pelajar yang tinggal di Dusun Pringombo, Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer untuk mencari sinyal internet. Mereka terpaksa melewati areal pertanian danjalan terjal di perbukitan untuk bisa mengerjakan tugas sekolah.

&amp;ldquo;Kalau di rumah tidak ada sinyal, harus naik ke bukit,&amp;rdquo; ujar Nabila Azzahra Sujatmo, Minggu (17/5/2020).

Meski berjalan sejauh dua kilometer dengan medan yang susah, para pelajar ini tetap semangat. Biasanya mereka berangkat dan pulang bersama. Dengan bercanda, perjalanan selama 30 menit itupun tidak dirasakan.

&amp;ldquo;Kita numpang ada warga yang merelakan wifi untuk kami belajar,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Gubernur Banten Resmi Perpanjang PSBB Tangerang Raya hingga 31 Mei&amp;nbsp;
Jika ingin mengakses secara mandiri, para siswa ini harus berjuang lebih jauh naik ke atas bukit. Rata-rata setiap pekannya mereka mengerjakan tugas dua sampai tiga kali yang dikirim secara online. Para siswa inipun kadang bingung dengan materi soal yang ada. Sistem pembelajaran online membuat materi tidak bisa maksimal mereka serap.

&amp;ldquo;Sudah rindu dengan sekolah dan ingin kembali belajar bersama teman teman,&amp;rdquo; ujar Andika Apria Ardiansah, pelajar yang lain.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Tenaga Medisnya Banyak Diisolasi karena Covid-19, RSUD Kayuagung Buka Lowongan&amp;nbsp;
Sementara itu, Kepala SD Negeri Gununggambar, Purno Jayusman mengatakan di sekolahnya ada 26 siswa. Separohnya tinggal di daerah yang sinyal internetnya sulit. Pihak sekolah terpaksa memberikan tugas secara daring, karena pandemi Covid.

&amp;ldquo;Memang ini efektif, siswa harus mengeluarkan tenaga eksta untuk belajar,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia berharap pemerintah bisa memperbaiki kondisi yang ada, agar para siswa tidak kesusahan lagi dalam belajar dari rumah.
</description><content:encoded>GUNUNGKIDUL &amp;ndash; Sejumlah pelajar yang tinggal di Dusun Pringombo, Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer untuk mencari sinyal internet. Mereka terpaksa melewati areal pertanian danjalan terjal di perbukitan untuk bisa mengerjakan tugas sekolah.

&amp;ldquo;Kalau di rumah tidak ada sinyal, harus naik ke bukit,&amp;rdquo; ujar Nabila Azzahra Sujatmo, Minggu (17/5/2020).

Meski berjalan sejauh dua kilometer dengan medan yang susah, para pelajar ini tetap semangat. Biasanya mereka berangkat dan pulang bersama. Dengan bercanda, perjalanan selama 30 menit itupun tidak dirasakan.

&amp;ldquo;Kita numpang ada warga yang merelakan wifi untuk kami belajar,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Gubernur Banten Resmi Perpanjang PSBB Tangerang Raya hingga 31 Mei&amp;nbsp;
Jika ingin mengakses secara mandiri, para siswa ini harus berjuang lebih jauh naik ke atas bukit. Rata-rata setiap pekannya mereka mengerjakan tugas dua sampai tiga kali yang dikirim secara online. Para siswa inipun kadang bingung dengan materi soal yang ada. Sistem pembelajaran online membuat materi tidak bisa maksimal mereka serap.

&amp;ldquo;Sudah rindu dengan sekolah dan ingin kembali belajar bersama teman teman,&amp;rdquo; ujar Andika Apria Ardiansah, pelajar yang lain.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Tenaga Medisnya Banyak Diisolasi karena Covid-19, RSUD Kayuagung Buka Lowongan&amp;nbsp;
Sementara itu, Kepala SD Negeri Gununggambar, Purno Jayusman mengatakan di sekolahnya ada 26 siswa. Separohnya tinggal di daerah yang sinyal internetnya sulit. Pihak sekolah terpaksa memberikan tugas secara daring, karena pandemi Covid.

&amp;ldquo;Memang ini efektif, siswa harus mengeluarkan tenaga eksta untuk belajar,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia berharap pemerintah bisa memperbaiki kondisi yang ada, agar para siswa tidak kesusahan lagi dalam belajar dari rumah.
</content:encoded></item></channel></rss>
