<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspadai Klaster Baru Pasar Beras Cepu</title><description>Saat ini ada klaster baru, yakni kluster Pasar Beras Cepu</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/18/512/2216126/waspadai-klaster-baru-pasar-beras-cepu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/18/512/2216126/waspadai-klaster-baru-pasar-beras-cepu"/><item><title>Waspadai Klaster Baru Pasar Beras Cepu</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/18/512/2216126/waspadai-klaster-baru-pasar-beras-cepu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/18/512/2216126/waspadai-klaster-baru-pasar-beras-cepu</guid><pubDate>Senin 18 Mei 2020 20:34 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/18/512/2216126/waspadai-klaster-baru-pasar-beras-cepu-C96qfGfvXg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Blora Djoko Nugroho (Foto : iNews/Taufik Budi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/18/512/2216126/waspadai-klaster-baru-pasar-beras-cepu-C96qfGfvXg.jpg</image><title>Bupati Blora Djoko Nugroho (Foto : iNews/Taufik Budi)</title></images><description>BLORA &amp;ndash; Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Blora Jawa Tengah patut diwaspadai. Terbaru, muncul klaster baru Pasar Beras Cepu dan terdapat 80 orang yang reaktif setelah dilakukan rapid test.

&amp;ldquo;Justru yang harus diwaspadai adalah jumlah rapid test reaktif yang jumlahnya mencapai 80 orang. Apalagi saat ini ada klaster baru, yakni kluster Pasar Beras Cepu,&amp;rdquo; kata Bupati Blora Djoko Nugroho, Senin (18/5/2020).

&amp;ldquo;Kluster Temboro dan Kunden telah ditracing, namun kluster Pasar Beras Cepu ini yang perlu diwaspadai karena banyak pedagangnya dari Bojonegoro dan sudah ada 2 pedagang yang reaktif (positif) rapid testnya,&amp;rdquo; tambahnya.

Dia pun meminta ada pembatasan jam operasional dan ketegasan protokol kesehatan selama aktivitas jual-beli di Pasar Beras Cepu. Dengan cara tersebut, diharapkan penyebaran Covid-19 bisa lebih terkendali.

&amp;ldquo;Memang sulit, kita tidak mungkin menutup pasar karena itu pusat kebutuhan masyarakat sehari-hari. Yang paling memungkinkan adalah kita batasi operasionalnya, semuanya wajib pakai masker baik penjual maupun pembeli. Jika pedagang atau pembeli tidak pakai masker, dilarang masuk pasar,&amp;rdquo; tegasnya.

&amp;ldquo;Tolong Satpol PP dan petugas terkait bisa memperketat perjagaan di pasar ini. Tidak hanya Pasar Beras Cepu, saya harap seluruh Pasar di Kabupaten Blora juga diberlakukan seperti ini,&amp;rdquo; lugasnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;RS Royal Surabaya Sebut Perawat yang Meninggal Tidak Tangani Covid-19

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 itu menyampaikan hingga hari ini jumlah kasus positif Covid-19 masih tetap 14 orang. Rinciannya adalah 3 meninggal dan 11 masih menjalani perawatan.

&amp;ldquo;Adapun PDP masih ada 13 yang diawasi, ODP ada 44 orang, dan OTG ada 184 orang. Tidak jauh beda dengan kondisi kemarin,&amp;rdquo; lanjutnya.</description><content:encoded>BLORA &amp;ndash; Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Blora Jawa Tengah patut diwaspadai. Terbaru, muncul klaster baru Pasar Beras Cepu dan terdapat 80 orang yang reaktif setelah dilakukan rapid test.

&amp;ldquo;Justru yang harus diwaspadai adalah jumlah rapid test reaktif yang jumlahnya mencapai 80 orang. Apalagi saat ini ada klaster baru, yakni kluster Pasar Beras Cepu,&amp;rdquo; kata Bupati Blora Djoko Nugroho, Senin (18/5/2020).

&amp;ldquo;Kluster Temboro dan Kunden telah ditracing, namun kluster Pasar Beras Cepu ini yang perlu diwaspadai karena banyak pedagangnya dari Bojonegoro dan sudah ada 2 pedagang yang reaktif (positif) rapid testnya,&amp;rdquo; tambahnya.

Dia pun meminta ada pembatasan jam operasional dan ketegasan protokol kesehatan selama aktivitas jual-beli di Pasar Beras Cepu. Dengan cara tersebut, diharapkan penyebaran Covid-19 bisa lebih terkendali.

&amp;ldquo;Memang sulit, kita tidak mungkin menutup pasar karena itu pusat kebutuhan masyarakat sehari-hari. Yang paling memungkinkan adalah kita batasi operasionalnya, semuanya wajib pakai masker baik penjual maupun pembeli. Jika pedagang atau pembeli tidak pakai masker, dilarang masuk pasar,&amp;rdquo; tegasnya.

&amp;ldquo;Tolong Satpol PP dan petugas terkait bisa memperketat perjagaan di pasar ini. Tidak hanya Pasar Beras Cepu, saya harap seluruh Pasar di Kabupaten Blora juga diberlakukan seperti ini,&amp;rdquo; lugasnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;RS Royal Surabaya Sebut Perawat yang Meninggal Tidak Tangani Covid-19

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 itu menyampaikan hingga hari ini jumlah kasus positif Covid-19 masih tetap 14 orang. Rinciannya adalah 3 meninggal dan 11 masih menjalani perawatan.

&amp;ldquo;Adapun PDP masih ada 13 yang diawasi, ODP ada 44 orang, dan OTG ada 184 orang. Tidak jauh beda dengan kondisi kemarin,&amp;rdquo; lanjutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
