<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca-Meninggalnya Perawat Ari Puspita, Pemprov Jatim Perbaiki Sistem Rumah Sakit</title><description>Pemprov Jatim akan memperbaiki sistem di rumah sakit untuk penanganan pasien yang terjangkit Covid-19.
</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/19/519/2216269/pasca-meninggalnya-perawat-ari-puspita-pemprov-jatim-perbaiki-sistem-rumah-sakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/19/519/2216269/pasca-meninggalnya-perawat-ari-puspita-pemprov-jatim-perbaiki-sistem-rumah-sakit"/><item><title>Pasca-Meninggalnya Perawat Ari Puspita, Pemprov Jatim Perbaiki Sistem Rumah Sakit</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/19/519/2216269/pasca-meninggalnya-perawat-ari-puspita-pemprov-jatim-perbaiki-sistem-rumah-sakit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/19/519/2216269/pasca-meninggalnya-perawat-ari-puspita-pemprov-jatim-perbaiki-sistem-rumah-sakit</guid><pubDate>Selasa 19 Mei 2020 08:48 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/19/519/2216269/pasca-meninggalnya-perawat-ari-puspita-pemprov-jatim-perbaiki-sistem-rumah-sakit-rlisxIdzWb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/19/519/2216269/pasca-meninggalnya-perawat-ari-puspita-pemprov-jatim-perbaiki-sistem-rumah-sakit-rlisxIdzWb.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>SURABAYA - Ari Puspita Sari yang merupakan perawat di RS Royal Surabaya meninggal dunia usai menjalani perawatan di RSAL Dr Ramelan pada Rabu 18 Mei 2020. Wanita yang tengah hamil empat bulan tersebut diduga terkena virus corona (COVID-19).
Pasca-kejadian itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan memperbaiki sistem di rumah sakit untuk penanganan pasien yang terjangkit Covid-19. Dengan begitu diharapkan nantinya tidak ada lagi tenaga medis yang terpapar virus tersebut.
&quot;Kejadian ini (meninggalnya perawat RS Royal, Ari) akan menjadi ruang bagi pemerintah untuk terus memperbaiki sistem dan pembenahan,&quot; ujar Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak di gedung Negara Grahadi, Surabaya, kemarin.
Menurut Emil, pihaknya ikut berduka cita atas meninggalnya Ari Puspita Sari.  &quot;Kita dengar ada perawat yang meninggal dunia, atas nama Pemprov Jatim kami sampaikan duka cita yang mendalam,&quot; tukas Emil.
Baca Juga:&amp;nbsp;RS Royal Surabaya Sebut Perawat yang Meninggal Tidak Tangani Covid-19
Sebelumnya Juru Bicara Penanganan Covid-19 RS di Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya menjelaskan, Ari bukan perawat yang bertugas menangani kasus covid-19. Pasalnya, seorang yang sedang hamil tidak boleh bertugas menangani pasien covid-19. Sebab orang yang sedang hamil rentan terpapar virus tersebut.
&quot;Perawat di luar tim corona, karena tidak boleh ada yang hamil. Secara keilmuan memang orang hamil lebih rentan. Beliaunya tidak dirawat di ruang isolasi, tapi kita sendirikan. Sudah ada protokol seperti itu,&quot; ucap Dewa.
Ia juga mengatakan dugaan klinis meninggalnya Ari mengarah kepada Covid-19. Namun yang berhak menyampaikan apakah pasien terpapar positif covid-19 atau tidak adalah pihak RSAL.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tengah Hamil, Perawat RS Royal Surabaya Meninggal Akibat Covid-19
&quot;Dari kami memang dugaan ke arah sana secara klinis. Pasti dan tidaknya dari RSAL (yang menyampaikan), karena RSAL yang merawat lanjutan pada pasien,&quot; terang Dewa.</description><content:encoded>SURABAYA - Ari Puspita Sari yang merupakan perawat di RS Royal Surabaya meninggal dunia usai menjalani perawatan di RSAL Dr Ramelan pada Rabu 18 Mei 2020. Wanita yang tengah hamil empat bulan tersebut diduga terkena virus corona (COVID-19).
Pasca-kejadian itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan memperbaiki sistem di rumah sakit untuk penanganan pasien yang terjangkit Covid-19. Dengan begitu diharapkan nantinya tidak ada lagi tenaga medis yang terpapar virus tersebut.
&quot;Kejadian ini (meninggalnya perawat RS Royal, Ari) akan menjadi ruang bagi pemerintah untuk terus memperbaiki sistem dan pembenahan,&quot; ujar Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak di gedung Negara Grahadi, Surabaya, kemarin.
Menurut Emil, pihaknya ikut berduka cita atas meninggalnya Ari Puspita Sari.  &quot;Kita dengar ada perawat yang meninggal dunia, atas nama Pemprov Jatim kami sampaikan duka cita yang mendalam,&quot; tukas Emil.
Baca Juga:&amp;nbsp;RS Royal Surabaya Sebut Perawat yang Meninggal Tidak Tangani Covid-19
Sebelumnya Juru Bicara Penanganan Covid-19 RS di Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya menjelaskan, Ari bukan perawat yang bertugas menangani kasus covid-19. Pasalnya, seorang yang sedang hamil tidak boleh bertugas menangani pasien covid-19. Sebab orang yang sedang hamil rentan terpapar virus tersebut.
&quot;Perawat di luar tim corona, karena tidak boleh ada yang hamil. Secara keilmuan memang orang hamil lebih rentan. Beliaunya tidak dirawat di ruang isolasi, tapi kita sendirikan. Sudah ada protokol seperti itu,&quot; ucap Dewa.
Ia juga mengatakan dugaan klinis meninggalnya Ari mengarah kepada Covid-19. Namun yang berhak menyampaikan apakah pasien terpapar positif covid-19 atau tidak adalah pihak RSAL.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tengah Hamil, Perawat RS Royal Surabaya Meninggal Akibat Covid-19
&quot;Dari kami memang dugaan ke arah sana secara klinis. Pasti dan tidaknya dari RSAL (yang menyampaikan), karena RSAL yang merawat lanjutan pada pasien,&quot; terang Dewa.</content:encoded></item></channel></rss>
