<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Filipina Gerebek Klinik Ilegal yang Diduga Tangani Pasien Covid-19 dari China</title><description>Klinik itu berlokasi di sebuah vila yang diubah fungsinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/20/18/2217219/polisi-filipina-gerebek-klinik-ilegal-yang-diduga-tangani-pasien-covid-19-dari-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/20/18/2217219/polisi-filipina-gerebek-klinik-ilegal-yang-diduga-tangani-pasien-covid-19-dari-china"/><item><title>Polisi Filipina Gerebek Klinik Ilegal yang Diduga Tangani Pasien Covid-19 dari China</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/20/18/2217219/polisi-filipina-gerebek-klinik-ilegal-yang-diduga-tangani-pasien-covid-19-dari-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/20/18/2217219/polisi-filipina-gerebek-klinik-ilegal-yang-diduga-tangani-pasien-covid-19-dari-china</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2020 18:47 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/20/18/2217219/polisi-filipina-gerebek-klinik-ilegal-yang-diduga-tangani-pasien-covid-19-dari-china-p5K5MGVg9z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: AP.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/20/18/2217219/polisi-filipina-gerebek-klinik-ilegal-yang-diduga-tangani-pasien-covid-19-dari-china-p5K5MGVg9z.jpg</image><title>Foto: AP.</title></images><description>MANILA - Polisi Filipina pada Rabu (20/5/2020) mengatakan telah menggerebek sebuah klinik dan apotek ilegal yang secara diam-diam melayani sejumlah warga negara China yang dicurigai tertular virus corona.
Brigjen Polisi Rhoderick Armamento mengatakan, dua orang ditangkap dan seorang pasien ditemukan dalam penggerebekan yang dilakukan pada Selasa (19/5/2020), di sebuah vila yang secara diam-diam diubah menjadi klinik berkapasitas tujuh pasien dan sebuah apotek itu.
Lebih dari 200 unit tes uji cepat virus corona dan sejumlah jarum suntik juga ditemukan di tempat-tempat sampah di vila tersebut. Lokasi itu yang juga dilengkapi kantin kecil dan ucapan selamat datang dalam bahasa Mandarin di lobinya.
Vila itu terletak di Zona Ekonomi Khusus Clark, sebuah kawasan yang dulunya adalah pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS), namun kini berubah menjadi kawasan hiburan dan perdagangan yang dilengkapi kompleks-kompleks permukiman mewah di wilayah barat laut Manila.
Pasien yang dirawat di klinik ilegal itu dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Manila, sementara dua orang yang bekerja di klinik dan apotik itu ditahan pihak kepolisian.
&amp;ldquo;Mereka mengobati dan meresepkan obat tanpa izin,&amp;rdquo; kata Armamento sebagaimana dilansir VOA. &amp;ldquo;Pasien-pasien berkewarganegaraan China yang dirawat di sana kemungkinan saat ini masih berkeliaran di tempat-tempat umum dan menularkan virus ke banyak orang.&amp;rdquo;
Mereka yang diduga menjadi klien klinik itu adalah warga negara China yang secara ilegal bekerja di rumah-rumah judi di Clark. Menurut Armamento, mereka menghindari rumah sakit karena takut diketahui keberadaan mereka di Filipina dan ditangkap petugas imigrasi.
Filipina memiliki hampir 13.000 kasus virus corona, termasuk 837 kematian.
</description><content:encoded>MANILA - Polisi Filipina pada Rabu (20/5/2020) mengatakan telah menggerebek sebuah klinik dan apotek ilegal yang secara diam-diam melayani sejumlah warga negara China yang dicurigai tertular virus corona.
Brigjen Polisi Rhoderick Armamento mengatakan, dua orang ditangkap dan seorang pasien ditemukan dalam penggerebekan yang dilakukan pada Selasa (19/5/2020), di sebuah vila yang secara diam-diam diubah menjadi klinik berkapasitas tujuh pasien dan sebuah apotek itu.
Lebih dari 200 unit tes uji cepat virus corona dan sejumlah jarum suntik juga ditemukan di tempat-tempat sampah di vila tersebut. Lokasi itu yang juga dilengkapi kantin kecil dan ucapan selamat datang dalam bahasa Mandarin di lobinya.
Vila itu terletak di Zona Ekonomi Khusus Clark, sebuah kawasan yang dulunya adalah pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS), namun kini berubah menjadi kawasan hiburan dan perdagangan yang dilengkapi kompleks-kompleks permukiman mewah di wilayah barat laut Manila.
Pasien yang dirawat di klinik ilegal itu dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Manila, sementara dua orang yang bekerja di klinik dan apotik itu ditahan pihak kepolisian.
&amp;ldquo;Mereka mengobati dan meresepkan obat tanpa izin,&amp;rdquo; kata Armamento sebagaimana dilansir VOA. &amp;ldquo;Pasien-pasien berkewarganegaraan China yang dirawat di sana kemungkinan saat ini masih berkeliaran di tempat-tempat umum dan menularkan virus ke banyak orang.&amp;rdquo;
Mereka yang diduga menjadi klien klinik itu adalah warga negara China yang secara ilegal bekerja di rumah-rumah judi di Clark. Menurut Armamento, mereka menghindari rumah sakit karena takut diketahui keberadaan mereka di Filipina dan ditangkap petugas imigrasi.
Filipina memiliki hampir 13.000 kasus virus corona, termasuk 837 kematian.
</content:encoded></item></channel></rss>
