<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Relaksasi PSBB Tidak Terukur, Akan Terjadi Penularan Baru</title><description>Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan tidak ada relaksasi atas pelaksanaan PSBB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/20/337/2217121/relaksasi-psbb-tidak-terukur-akan-terjadi-penularan-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/20/337/2217121/relaksasi-psbb-tidak-terukur-akan-terjadi-penularan-baru"/><item><title>Relaksasi PSBB Tidak Terukur, Akan Terjadi Penularan Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/20/337/2217121/relaksasi-psbb-tidak-terukur-akan-terjadi-penularan-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/20/337/2217121/relaksasi-psbb-tidak-terukur-akan-terjadi-penularan-baru</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2020 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/20/337/2217121/relaksasi-psbb-tidak-terukur-akan-terjadi-penularan-baru-X8MqJcYmIa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/20/337/2217121/relaksasi-psbb-tidak-terukur-akan-terjadi-penularan-baru-X8MqJcYmIa.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan tidak ada relaksasi atas pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

&quot;Mohon untuk tidak dimaknai itu sekarang sudah dilakukan,&quot; kata Yuri dalam telekonferensi, Rabu (20/5/2020).

Dia menjelaskan, pemahaman dan informasi yang tidak benar mengenai relaksasi PSBB bisa berbahaya. &quot;Kalau kemudian relaksasi tidak terukur maka yang terjadi penularan-penularan baru,&quot; jelas dia.

Masyarakat, kata dia, akan kembali tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menghindari merebaknya virus corona.

&quot;Karena ada yang merasa tidak perlu pakai masker, merasa tidak perlu jaga jarak, merasa tidak perlu menghindari kerumuman,&quot; jelas dia.

&quot;Hal ini akan membuat semakin banyak kasus positif,&quot; tutur dia.

Pemerintah Indonesia kembali mengumumkan perkembangan terbaru dari pasien yang dinyatakan positif virus corona atau Covid-19 pada Rabu 20 Mei 2020.

Dari data terbaru yang diumumkan, pasien positif terinfeksi bertambah sebanyak 693. Sehingga, hingga saat ini sudah ada 19.189 pasien yang terjangkit penyakit tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan tidak ada relaksasi atas pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

&quot;Mohon untuk tidak dimaknai itu sekarang sudah dilakukan,&quot; kata Yuri dalam telekonferensi, Rabu (20/5/2020).

Dia menjelaskan, pemahaman dan informasi yang tidak benar mengenai relaksasi PSBB bisa berbahaya. &quot;Kalau kemudian relaksasi tidak terukur maka yang terjadi penularan-penularan baru,&quot; jelas dia.

Masyarakat, kata dia, akan kembali tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk menghindari merebaknya virus corona.

&quot;Karena ada yang merasa tidak perlu pakai masker, merasa tidak perlu jaga jarak, merasa tidak perlu menghindari kerumuman,&quot; jelas dia.

&quot;Hal ini akan membuat semakin banyak kasus positif,&quot; tutur dia.

Pemerintah Indonesia kembali mengumumkan perkembangan terbaru dari pasien yang dinyatakan positif virus corona atau Covid-19 pada Rabu 20 Mei 2020.

Dari data terbaru yang diumumkan, pasien positif terinfeksi bertambah sebanyak 693. Sehingga, hingga saat ini sudah ada 19.189 pasien yang terjangkit penyakit tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
