<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Ormas yang Bentrok di Bekasi Sepakat Damai</title><description>Ormas PP meminta agar kesalahpahaman yang terjadi dengan ormas PSHT, tidak terulang</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/22/338/2217714/dua-ormas-yang-bentrok-di-bekasi-sepakat-damai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/22/338/2217714/dua-ormas-yang-bentrok-di-bekasi-sepakat-damai"/><item><title>Dua Ormas yang Bentrok di Bekasi Sepakat Damai</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/22/338/2217714/dua-ormas-yang-bentrok-di-bekasi-sepakat-damai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/22/338/2217714/dua-ormas-yang-bentrok-di-bekasi-sepakat-damai</guid><pubDate>Jum'at 22 Mei 2020 01:19 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/22/338/2217714/dua-ormas-yang-bentrok-di-bekasi-sepakat-damai-IkLeH3eTnc.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/22/338/2217714/dua-ormas-yang-bentrok-di-bekasi-sepakat-damai-IkLeH3eTnc.jpg</image><title></title></images><description>BEKASI - Organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) meminta maaf atas keributan yang terjadi dengan ormas Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) yang terjadi Jalan Kampung Rawa Bojong No.36, RT.007/RW.014, Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kedua ormas itu pun sepakat berdamai.

&quot;Saya Sendy Rahmat Hidayat selaku ketua organisasi dan keanggotaan Pemuda Pancasila Kota Bekasi memohon maaf kepada keluarga besar PSHT, yang mana telah terjadi kesalahpahaman,&quot; kata Sendy dalam video yang berdar di media sosial Whasttup, yang dikutip Okezone, Kamis (21/5/2020) malam.

Dia pun meminta agar kesalahpahaman yang terjadi ini, agar tidak terulang dan berharap agar PSHT yang sudah menjalin komunikasi dengan PP agar membukakan pintu maaf.

&quot;Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih kepada Muspita yang membantu menyelesikan permasalahan ini,&quot; lanjut Sendy.

PP Kota Bekasi, kata Sendy selalu berkomitmen untuk menjaga kesejukan dalam bulan suci Ramadan ini. &quot;Saya pribadi terimakasih atas penyelesaian dari keluarga PSHT yang sangat dewasa dan kekeluargaan, mudah-mudahan Kota Bekasi selalu aman dan tentram,&quot; cetus dia.

Diketahui, telah terjadi keributan antar Ormas PP dan Ormas PSHT di Jalan Kampung Rawa Bojong No.36, RT.007/RW.014, Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Peristiwa itu, kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari, terjadi pada Kamis 21 Mei 2020 pukul 02.30 WIB. &quot;Telah terjadi pengeroyokan terhadap saudara Totok (pemilik warung) yang dilakukan oleh saudara Iwan cs (Pemuda Pancasila),&quot; kata Erna kepada Okezone.

Katika itu, lanjut Erna, Toto telah membuka warung kopinya di wilayah Bintara, Kota Bekasi dekat pos Pemuda Pancasila. Setiap malanya, lanjut Erna, anggota Pemuda Pacasila yang di Pos selalu memasan kopi lebih dari 6 gelas, namun tidak membayar.

&quot;Karena korban merasa situasi lagi sepi dampak corona,Toto minta uang kopi dan terjadi adu mulut sehingga Iwan marah dan menendang Toto, yang kemudian Toto membanting Iwan yang mengakibatkan kepalanya luka,&quot; kata Erna.

Selanjutnya, lanjut Erna sekitar 3 orang Pemuda Pancasila mengeroyok Toto. Pada saat pengeroyokan tersebut Pemuda Pancasila mengeluarkan kalimat menantang organisasi silat Setua Hati Terate.

&quot;Pada pukul 03.00 Wib dilaksanakan mediasi dan perdamaian oleh kedua belah pihak dengan menandatangani surat perdamaian dan dokumentasi,&quot; jelas Erna.
Selanjutnya, pada pukul 15.00 WIB para anggota silat Setia Hati Terate mendatangi TKP dan mencari pelaku dari Pemuda Pancasila. Sehingga terjadi konsentrasi massa dari anggota silat Persaudaraan Setia Hati Terate dilokasi

&quot;Pada pukul 17.00 sd 18.00 Wib di Polsek Bekasi Kota, telah dilakukan mediasi terhadap ormas PP dan Ormas PSHT, dan sudah terjadi Kesepakatan damai,&quot; ucap Erna.

Meski sudah mediasi, ternyata pada Jam 18.00 WIB, di Jalan I Gusti Ngurah Rai Bekasi Barat, terjadi saling lempar antara anggota Ormas PP dan anggota Ormas PSHT

&quot;Atas kejadian tersebut 2 orang alami luka dan tidak ada korban juwa serta kerugian berupa 4 Unit kendaraan roda 2 terbakar,&quot; ungkap Erna.

Erna mengatakan, situasi saat ini di lokasi sudah dapat dikendalikan dan arus lalu lintas berjalan lancar. Langkah-langkah yang dilakukan pihak kepolisian, melakukan pemanggilan terhadap ketua Ormas PP dan Ketua SH Terate Jakarta Timur untuk Mediasi

&quot;Kedua belah pihak menerima permasalahan ini diselesaikan secara Musyawarah dan Mufakat. Melakukan olah TKP dan mengumpulkan para saksi warga dilokasi kejadian dan mengumpulkan alat bukti serta melakukan Interogasi terhadap kedua kelompok,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>BEKASI - Organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) meminta maaf atas keributan yang terjadi dengan ormas Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) yang terjadi Jalan Kampung Rawa Bojong No.36, RT.007/RW.014, Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kedua ormas itu pun sepakat berdamai.

&quot;Saya Sendy Rahmat Hidayat selaku ketua organisasi dan keanggotaan Pemuda Pancasila Kota Bekasi memohon maaf kepada keluarga besar PSHT, yang mana telah terjadi kesalahpahaman,&quot; kata Sendy dalam video yang berdar di media sosial Whasttup, yang dikutip Okezone, Kamis (21/5/2020) malam.

Dia pun meminta agar kesalahpahaman yang terjadi ini, agar tidak terulang dan berharap agar PSHT yang sudah menjalin komunikasi dengan PP agar membukakan pintu maaf.

&quot;Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih kepada Muspita yang membantu menyelesikan permasalahan ini,&quot; lanjut Sendy.

PP Kota Bekasi, kata Sendy selalu berkomitmen untuk menjaga kesejukan dalam bulan suci Ramadan ini. &quot;Saya pribadi terimakasih atas penyelesaian dari keluarga PSHT yang sangat dewasa dan kekeluargaan, mudah-mudahan Kota Bekasi selalu aman dan tentram,&quot; cetus dia.

Diketahui, telah terjadi keributan antar Ormas PP dan Ormas PSHT di Jalan Kampung Rawa Bojong No.36, RT.007/RW.014, Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Peristiwa itu, kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari, terjadi pada Kamis 21 Mei 2020 pukul 02.30 WIB. &quot;Telah terjadi pengeroyokan terhadap saudara Totok (pemilik warung) yang dilakukan oleh saudara Iwan cs (Pemuda Pancasila),&quot; kata Erna kepada Okezone.

Katika itu, lanjut Erna, Toto telah membuka warung kopinya di wilayah Bintara, Kota Bekasi dekat pos Pemuda Pancasila. Setiap malanya, lanjut Erna, anggota Pemuda Pacasila yang di Pos selalu memasan kopi lebih dari 6 gelas, namun tidak membayar.

&quot;Karena korban merasa situasi lagi sepi dampak corona,Toto minta uang kopi dan terjadi adu mulut sehingga Iwan marah dan menendang Toto, yang kemudian Toto membanting Iwan yang mengakibatkan kepalanya luka,&quot; kata Erna.

Selanjutnya, lanjut Erna sekitar 3 orang Pemuda Pancasila mengeroyok Toto. Pada saat pengeroyokan tersebut Pemuda Pancasila mengeluarkan kalimat menantang organisasi silat Setua Hati Terate.

&quot;Pada pukul 03.00 Wib dilaksanakan mediasi dan perdamaian oleh kedua belah pihak dengan menandatangani surat perdamaian dan dokumentasi,&quot; jelas Erna.
Selanjutnya, pada pukul 15.00 WIB para anggota silat Setia Hati Terate mendatangi TKP dan mencari pelaku dari Pemuda Pancasila. Sehingga terjadi konsentrasi massa dari anggota silat Persaudaraan Setia Hati Terate dilokasi

&quot;Pada pukul 17.00 sd 18.00 Wib di Polsek Bekasi Kota, telah dilakukan mediasi terhadap ormas PP dan Ormas PSHT, dan sudah terjadi Kesepakatan damai,&quot; ucap Erna.

Meski sudah mediasi, ternyata pada Jam 18.00 WIB, di Jalan I Gusti Ngurah Rai Bekasi Barat, terjadi saling lempar antara anggota Ormas PP dan anggota Ormas PSHT

&quot;Atas kejadian tersebut 2 orang alami luka dan tidak ada korban juwa serta kerugian berupa 4 Unit kendaraan roda 2 terbakar,&quot; ungkap Erna.

Erna mengatakan, situasi saat ini di lokasi sudah dapat dikendalikan dan arus lalu lintas berjalan lancar. Langkah-langkah yang dilakukan pihak kepolisian, melakukan pemanggilan terhadap ketua Ormas PP dan Ketua SH Terate Jakarta Timur untuk Mediasi

&quot;Kedua belah pihak menerima permasalahan ini diselesaikan secara Musyawarah dan Mufakat. Melakukan olah TKP dan mengumpulkan para saksi warga dilokasi kejadian dan mengumpulkan alat bukti serta melakukan Interogasi terhadap kedua kelompok,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
