<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masjid Tak Cukup, Gereja di Jerman Tampung Umat Muslim untuk Shalat di Akhir Ramadhan</title><description>Aturan jarak sosial untuk mengatasi Covid-19 membuat masjid di Distrik Neuk&amp;ouml;lln, Berlin tak bisa menampung semua jamaah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/24/18/2218879/masjid-tak-cukup-gereja-di-jerman-tampung-umat-muslim-untuk-shalat-di-akhir-ramadhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/24/18/2218879/masjid-tak-cukup-gereja-di-jerman-tampung-umat-muslim-untuk-shalat-di-akhir-ramadhan"/><item><title>Masjid Tak Cukup, Gereja di Jerman Tampung Umat Muslim untuk Shalat di Akhir Ramadhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/24/18/2218879/masjid-tak-cukup-gereja-di-jerman-tampung-umat-muslim-untuk-shalat-di-akhir-ramadhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/24/18/2218879/masjid-tak-cukup-gereja-di-jerman-tampung-umat-muslim-untuk-shalat-di-akhir-ramadhan</guid><pubDate>Minggu 24 Mei 2020 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/24/18/2218879/masjid-tak-cukup-gereja-di-jerman-tampung-umat-muslim-untuk-shalat-di-akhir-ramadhan-kPJP3ExGwt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/24/18/2218879/masjid-tak-cukup-gereja-di-jerman-tampung-umat-muslim-untuk-shalat-di-akhir-ramadhan-kPJP3ExGwt.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>BERLIN - Sebuah gereja di Berlin, Jerman, menampung umat Muslim yang menunaikan ibadah shalat mengingat masjid tidak bisa memfasilitasi seluruh jemaah karena ada aturan menjaga jarak di tengah pandemi Covid-19.
Pemerintah Jerman mengizinkan semua rumah ibadah melaksanakan ritual keagamaan masing-masing mulai 4 Mei, namun para jemaah harus menjaga jarak minimal 1,5 meter.
Aturan itu membuat Masjid Dar Assalam di Distrik Neuk&amp;ouml;lln, Kota Berlin, hanya bisa menampung sebagian jemaah.
Gereja Martha Lutheran di kawasan Kreuzberg kemudian menawarkan jemaah yang tidak tertampung masjid untuk menunaikan ibadah salat di gereja tersebut pada akhir Ramadhan.

Foto: Reuters.
&quot;Ini adalah pertanda yang baik dan memberikan kebahagiaan pada Ramadhan dan kegembiraan di tengah krisis ini,&quot; kata imam Masjid Dar Assalam kepada kantor berita Reuters.
&quot;Pandemi ini menyatukan kami sebagai komunitas. Krisis menyatukan masyarakat,&quot; tambahnya.
Samer Hamdoun, seorang jemaah masjid, mengutarakan perasaannya saat salat di gereja.
&quot;Perasaan saya agak janggal karena keberadaan instrumen musik, gambar-gambarnya. Namun, saat dipikirkan lagi, saya melupakan detil-detil kecilnya. Pada akhirnya ini adalah rumah Tuhan,&quot; kata Hamdoun.
</description><content:encoded>BERLIN - Sebuah gereja di Berlin, Jerman, menampung umat Muslim yang menunaikan ibadah shalat mengingat masjid tidak bisa memfasilitasi seluruh jemaah karena ada aturan menjaga jarak di tengah pandemi Covid-19.
Pemerintah Jerman mengizinkan semua rumah ibadah melaksanakan ritual keagamaan masing-masing mulai 4 Mei, namun para jemaah harus menjaga jarak minimal 1,5 meter.
Aturan itu membuat Masjid Dar Assalam di Distrik Neuk&amp;ouml;lln, Kota Berlin, hanya bisa menampung sebagian jemaah.
Gereja Martha Lutheran di kawasan Kreuzberg kemudian menawarkan jemaah yang tidak tertampung masjid untuk menunaikan ibadah salat di gereja tersebut pada akhir Ramadhan.

Foto: Reuters.
&quot;Ini adalah pertanda yang baik dan memberikan kebahagiaan pada Ramadhan dan kegembiraan di tengah krisis ini,&quot; kata imam Masjid Dar Assalam kepada kantor berita Reuters.
&quot;Pandemi ini menyatukan kami sebagai komunitas. Krisis menyatukan masyarakat,&quot; tambahnya.
Samer Hamdoun, seorang jemaah masjid, mengutarakan perasaannya saat salat di gereja.
&quot;Perasaan saya agak janggal karena keberadaan instrumen musik, gambar-gambarnya. Namun, saat dipikirkan lagi, saya melupakan detil-detil kecilnya. Pada akhirnya ini adalah rumah Tuhan,&quot; kata Hamdoun.
</content:encoded></item></channel></rss>
