<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penumpang KRL Padat, Wakil Ketua Komisi V Khawatir Lonjakan Pasien Covid-19 </title><description>KRL Commuter Line tujuan Jakarta-Bogor dipadati penumpang saat hari Raya Idul Fitri atau pada Minggu 24 Mei 2020.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/25/337/2219191/penumpang-krl-padat-wakil-ketua-komisi-v-khawatir-lonjakan-pasien-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/25/337/2219191/penumpang-krl-padat-wakil-ketua-komisi-v-khawatir-lonjakan-pasien-covid-19"/><item><title>Penumpang KRL Padat, Wakil Ketua Komisi V Khawatir Lonjakan Pasien Covid-19 </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/25/337/2219191/penumpang-krl-padat-wakil-ketua-komisi-v-khawatir-lonjakan-pasien-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/25/337/2219191/penumpang-krl-padat-wakil-ketua-komisi-v-khawatir-lonjakan-pasien-covid-19</guid><pubDate>Senin 25 Mei 2020 10:08 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/25/337/2219191/penumpang-krl-padat-wakil-ketua-komisi-v-khawatir-lonjakan-pasien-covid-19-DFMNwOSVH7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/25/337/2219191/penumpang-krl-padat-wakil-ketua-komisi-v-khawatir-lonjakan-pasien-covid-19-DFMNwOSVH7.jpg</image><title>(Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - KRL Commuter Line tujuan Jakarta-Bogor dipadati penumpang saat hari Raya Idul Fitri lebaran 1441 H atau pada Minggu 24 Mei 2020.

Merespon hal itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie mengaku khawatir bakal terjadi lonjakan pasien positif baru Covid-19 usai lebaran di wilayah Jabodetabek.

Apalagi, di moda transportasi seperti KRL terjadi kepadatan penumpang di dalam gerbongnya dan membuat protokol kesehatan diabaikan.

&amp;ldquo;Iya ini kan sudah diprediksi bakal jadi pelonjakan setelah lebaran saya khawatir. Mudah-mudahan saja tidak,&amp;rdquo; kata Syarief kepada Okezone, Senin (25/5/2020).

Agar tak terjadi lonjakan drastis pasien positif Covid-19 setelah lebaran, Syarief meminta pemerintah pusat dan daerah saling berkoordinasi untuk mencegah masyarakat dari kampung halaman kembali ke wilayah sentral seperti Jakarta.

&amp;ldquo;Jadi ditahan, supaya bisa dilokalisir ya. Kalau nanti membeludak di sini apalagi ini kan Jakarta menjadi sentral, apalagi Jakarta sudah mulai relaksasi. Ini kalau sampai terjadi kemudian datang dari daerah,&amp;rdquo; imbuhnya.

Hal tersebut menurutnya perlu dilakukan, agar tenaga medis dengan sumber daya manusia (SDM) yang terbatas tak kewalahan merawat pasien.

&amp;ldquo;Kalau terjadi lonjakan, kita sangat kasian kepada tenaga medis kita. Sudah minim SDM-nya, kemudian fasilitas tentu kalau jadi lonjakan kita berdoa semoga tidak terjadi,&amp;rdquo; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - KRL Commuter Line tujuan Jakarta-Bogor dipadati penumpang saat hari Raya Idul Fitri lebaran 1441 H atau pada Minggu 24 Mei 2020.

Merespon hal itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie mengaku khawatir bakal terjadi lonjakan pasien positif baru Covid-19 usai lebaran di wilayah Jabodetabek.

Apalagi, di moda transportasi seperti KRL terjadi kepadatan penumpang di dalam gerbongnya dan membuat protokol kesehatan diabaikan.

&amp;ldquo;Iya ini kan sudah diprediksi bakal jadi pelonjakan setelah lebaran saya khawatir. Mudah-mudahan saja tidak,&amp;rdquo; kata Syarief kepada Okezone, Senin (25/5/2020).

Agar tak terjadi lonjakan drastis pasien positif Covid-19 setelah lebaran, Syarief meminta pemerintah pusat dan daerah saling berkoordinasi untuk mencegah masyarakat dari kampung halaman kembali ke wilayah sentral seperti Jakarta.

&amp;ldquo;Jadi ditahan, supaya bisa dilokalisir ya. Kalau nanti membeludak di sini apalagi ini kan Jakarta menjadi sentral, apalagi Jakarta sudah mulai relaksasi. Ini kalau sampai terjadi kemudian datang dari daerah,&amp;rdquo; imbuhnya.

Hal tersebut menurutnya perlu dilakukan, agar tenaga medis dengan sumber daya manusia (SDM) yang terbatas tak kewalahan merawat pasien.

&amp;ldquo;Kalau terjadi lonjakan, kita sangat kasian kepada tenaga medis kita. Sudah minim SDM-nya, kemudian fasilitas tentu kalau jadi lonjakan kita berdoa semoga tidak terjadi,&amp;rdquo; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
