<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Doni Monardo: Covid-19 Belum Diketahui Kapan Berakhir   </title><description>Doni Monardo mengingatkan agar masyarakat taat kepada protokol kesehatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/25/337/2219330/doni-monardo-covid-19-belum-diketahui-kapan-berakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/25/337/2219330/doni-monardo-covid-19-belum-diketahui-kapan-berakhir"/><item><title> Doni Monardo: Covid-19 Belum Diketahui Kapan Berakhir   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/25/337/2219330/doni-monardo-covid-19-belum-diketahui-kapan-berakhir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/25/337/2219330/doni-monardo-covid-19-belum-diketahui-kapan-berakhir</guid><pubDate>Senin 25 Mei 2020 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/25/337/2219330/doni-monardo-covid-19-belum-diketahui-kapan-berakhir-QVkWNc1sVK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo (foto: Dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/25/337/2219330/doni-monardo-covid-19-belum-diketahui-kapan-berakhir-QVkWNc1sVK.jpg</image><title>Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo (foto: Dok BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengingatkan agar masyarakat taat kepada protokol kesehatan. Sebab menurutnya, pandemi Covid-19 belum diketahui kapan berakhirnya.

&quot;Covid-19 belum tau kapan akan berakhir,&quot; kata Doni Monardo dalam konferensi pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Senin (25/5/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Update Covid-19 di Indonesia 25 Mei 2020: Positif 22.750 Orang, 5.642 Sembuh &amp;amp; 1.391 Meninggal&amp;nbsp;
Doni melanjutkan, hingga ini vaksin untuk virus corona ini pun belum ditemukan. Oleh karena itu semua masyarakat akan memerlukan waktu lebih lama lagi untuk sesegera mungkin menyesuaikan dengan wabah tersebut.

&quot;Kita dituntut untuk beradaptasi, kita dituntut untuk selalu mengikuti protol kesehatan,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Gugus Tugas: Sejumlah Daerah Tunjukkan Grafik Corona Menurun, Ada yang Meningkat&amp;nbsp;
Atas dari itulah, Doni meminta agar masyarakat dapat tetap menggunakan masker hingga rajin cuci tangan agar terhindari dari Covid-19.

&quot;Pakai masker, cuci tangan setiap ada kesempatan agar kita bisa terhindar dari Covid-19,&quot; imbuhnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengingatkan agar masyarakat taat kepada protokol kesehatan. Sebab menurutnya, pandemi Covid-19 belum diketahui kapan berakhirnya.

&quot;Covid-19 belum tau kapan akan berakhir,&quot; kata Doni Monardo dalam konferensi pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Senin (25/5/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Update Covid-19 di Indonesia 25 Mei 2020: Positif 22.750 Orang, 5.642 Sembuh &amp;amp; 1.391 Meninggal&amp;nbsp;
Doni melanjutkan, hingga ini vaksin untuk virus corona ini pun belum ditemukan. Oleh karena itu semua masyarakat akan memerlukan waktu lebih lama lagi untuk sesegera mungkin menyesuaikan dengan wabah tersebut.

&quot;Kita dituntut untuk beradaptasi, kita dituntut untuk selalu mengikuti protol kesehatan,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Gugus Tugas: Sejumlah Daerah Tunjukkan Grafik Corona Menurun, Ada yang Meningkat&amp;nbsp;
Atas dari itulah, Doni meminta agar masyarakat dapat tetap menggunakan masker hingga rajin cuci tangan agar terhindari dari Covid-19.

&quot;Pakai masker, cuci tangan setiap ada kesempatan agar kita bisa terhindar dari Covid-19,&quot; imbuhnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
