<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Korban Tewas Semprotan Water Canon Blokir Jalan dan Bakar Ban</title><description>Informasi yang diterimanya, korban bersama beberapa rekannya, kemarin sore dalam pengaruh minuman keras.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/26/340/2219731/keluarga-korban-tewas-semprotan-water-canon-blokir-jalan-dan-bakar-ban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/26/340/2219731/keluarga-korban-tewas-semprotan-water-canon-blokir-jalan-dan-bakar-ban"/><item><title>Keluarga Korban Tewas Semprotan Water Canon Blokir Jalan dan Bakar Ban</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/26/340/2219731/keluarga-korban-tewas-semprotan-water-canon-blokir-jalan-dan-bakar-ban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/26/340/2219731/keluarga-korban-tewas-semprotan-water-canon-blokir-jalan-dan-bakar-ban</guid><pubDate>Selasa 26 Mei 2020 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Edy Siswanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/26/340/2219731/keluarga-korban-tewas-semprotan-water-canon-blokir-jalan-dan-bakar-ban-kh87zRJ7lI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/26/340/2219731/keluarga-korban-tewas-semprotan-water-canon-blokir-jalan-dan-bakar-ban-kh87zRJ7lI.jpg</image><title>foto: Okezone</title></images><description>JAYAPURA - Keluarga dan kerabat korban semprotan water canon, Justianus Silas Dimara (35), warga jalan Amphibi Hamadi komplek SD Negeri 2 Inpres Hamadi, melakukan aksi pemblokiran jalan di sepanjang kompleks depan sekolah hingga pertigaan komplek korban yang juga tidak jauh dari TKP. Aksi pemblokiran warga dilakukan dengan menggunakan pagar besi dan dijaga oleh warga setempat.
(Baca juga: Pria di Jayapura Dikabarkan Tewas Terpelanting Akibat Semprotan Water Canon)
Pantauan Okezone di lokasi, Selasa (26/5/2020), pemblokiran dilakukan sejak pagi hari tadi. Warga yang hendak melintas terpaksa harus memutar balik kendaraannya dan memilih jalan lain.
Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas langsung ke rumah duka untuk menggelar pertemuan bersama pihak keluarga. Kesepakatan muncul untuk mencari kronologi sebenarnya atas siapa yang bersalah dalam musibah yang mengakibatkan tewasnya Justianus Silas Dimara.
&quot;Peristiwa ini sudah ditindak lanjuti untuk mencari terang, sudah turun Krimum (Krimiman Umum) dan Propam (Profesi dan pengamanan). Karena ini sesitif,&quot;kata AKBP Gustav.
Informasi yang diterimanya,  korban bersama beberapa rekannya, kemarin sore dalam pengaruh minuman keras. Setelah itu, personel Polresta Jayapura yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Provinsi Papua mendapat laporan warga, hingga tim tiba dan berupaya melakukan pembubaran.
Namun korban terjatuh dan kepalanya terbentur di beton tangga Cafe Tanderlion hingga pendarahan dan meninggal dunia. Versi lain yang diterimanya adalah, korban mendapat semprotan water canon dan terpental hingga menghantam tangga beton cafe tersebut.
&quot;Ini dua informasi yang berbeda. Kita harus membuat terang mencari kebenarannya, akan dilakukan secara objektif. Jika anggota yang salah maka akan ditindak dan sebaliknya. Saya juga adalah keluarga dari korban,&quot;ujarnya.

Selain melakukan aksi pemblokiran jalan, warga yang emosi juga melakukan aksi bakar ban di sekitar TKP. Situasi sekitar pemblokiran terpantau aman, arus lalu lintas warga dialihkan melewati wilayah Tasangka Pura

</description><content:encoded>JAYAPURA - Keluarga dan kerabat korban semprotan water canon, Justianus Silas Dimara (35), warga jalan Amphibi Hamadi komplek SD Negeri 2 Inpres Hamadi, melakukan aksi pemblokiran jalan di sepanjang kompleks depan sekolah hingga pertigaan komplek korban yang juga tidak jauh dari TKP. Aksi pemblokiran warga dilakukan dengan menggunakan pagar besi dan dijaga oleh warga setempat.
(Baca juga: Pria di Jayapura Dikabarkan Tewas Terpelanting Akibat Semprotan Water Canon)
Pantauan Okezone di lokasi, Selasa (26/5/2020), pemblokiran dilakukan sejak pagi hari tadi. Warga yang hendak melintas terpaksa harus memutar balik kendaraannya dan memilih jalan lain.
Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas langsung ke rumah duka untuk menggelar pertemuan bersama pihak keluarga. Kesepakatan muncul untuk mencari kronologi sebenarnya atas siapa yang bersalah dalam musibah yang mengakibatkan tewasnya Justianus Silas Dimara.
&quot;Peristiwa ini sudah ditindak lanjuti untuk mencari terang, sudah turun Krimum (Krimiman Umum) dan Propam (Profesi dan pengamanan). Karena ini sesitif,&quot;kata AKBP Gustav.
Informasi yang diterimanya,  korban bersama beberapa rekannya, kemarin sore dalam pengaruh minuman keras. Setelah itu, personel Polresta Jayapura yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Provinsi Papua mendapat laporan warga, hingga tim tiba dan berupaya melakukan pembubaran.
Namun korban terjatuh dan kepalanya terbentur di beton tangga Cafe Tanderlion hingga pendarahan dan meninggal dunia. Versi lain yang diterimanya adalah, korban mendapat semprotan water canon dan terpental hingga menghantam tangga beton cafe tersebut.
&quot;Ini dua informasi yang berbeda. Kita harus membuat terang mencari kebenarannya, akan dilakukan secara objektif. Jika anggota yang salah maka akan ditindak dan sebaliknya. Saya juga adalah keluarga dari korban,&quot;ujarnya.

Selain melakukan aksi pemblokiran jalan, warga yang emosi juga melakukan aksi bakar ban di sekitar TKP. Situasi sekitar pemblokiran terpantau aman, arus lalu lintas warga dialihkan melewati wilayah Tasangka Pura

</content:encoded></item></channel></rss>
