<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Polisi Bakal Bubarkan Warga yang Nekat Berkumpul di Objek Wisata   </title><description>Hingga H+3 Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, polisi telah membubarkan masyarakat yang berkumpul di sejumlah tempat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/26/340/2219739/polisi-bakal-bubarkan-warga-yang-nekat-berkumpul-di-objek-wisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/26/340/2219739/polisi-bakal-bubarkan-warga-yang-nekat-berkumpul-di-objek-wisata"/><item><title> Polisi Bakal Bubarkan Warga yang Nekat Berkumpul di Objek Wisata   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/26/340/2219739/polisi-bakal-bubarkan-warga-yang-nekat-berkumpul-di-objek-wisata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/26/340/2219739/polisi-bakal-bubarkan-warga-yang-nekat-berkumpul-di-objek-wisata</guid><pubDate>Selasa 26 Mei 2020 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/26/340/2219739/polisi-bakal-bubarkan-warga-yang-nekat-berkumpul-di-objek-wisata-qq0pncIPUP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/26/340/2219739/polisi-bakal-bubarkan-warga-yang-nekat-berkumpul-di-objek-wisata-qq0pncIPUP.jpg</image><title>Foto Ilustrasi Okezone</title></images><description>

BENGKULU - Hingga H+3 Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, polisi telah membubarkan masyarakat yang berkumpul di sejumlah tempat, dan di lokasi objek wisata di Provinsi Bengkulu. Di mana pembubaran itu dilakukan secara humanis.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Sudarno mengatakan, penutupan sementara lokasi objek wisata di Provinsi Bengkulu saat perayaan Hari Raya Idul Fitri, untuk memutuskan mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Keluarga Korban Tewas Semprotan Water Canon Blokir Jalan dan Bakar Ban
Tingkat kepatuhan masyarakat di Bengkulu, terang Sudarno, hingga H+3 Idul Fitri dinilai cukup baik dan koperatif. Meskipun masih ada dibeberapa tempat dan oknum yang tetap mendatangi lokasi objek wisata.

''Anggota yang bertugas terpaksa melakukan tindakan pembubaran secara humanis,'' kata Sudarno, dalam keterangan yang diterima Okezone, Selasa (26/5/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Operasi Ketupat Nala 2020, Ini Rincian Aksi Kriminal di Bengkulu Sebulan Terakhir
Anggota di lapangan, terang Sudarno, terpaksa melakukan tindakan pembubaran terhadap kegiatan yang bersifat keramaian, dan juga tetap menerapkan pemeriksaan di pintu masuk dan keluar Provinsi Bengkulu.

''Untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 dibutuhkan kesadaran dan partisipasi bersama dalam menjalankan protokol kesehatan,'' pungkas Sudarno.
</description><content:encoded>

BENGKULU - Hingga H+3 Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, polisi telah membubarkan masyarakat yang berkumpul di sejumlah tempat, dan di lokasi objek wisata di Provinsi Bengkulu. Di mana pembubaran itu dilakukan secara humanis.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Sudarno mengatakan, penutupan sementara lokasi objek wisata di Provinsi Bengkulu saat perayaan Hari Raya Idul Fitri, untuk memutuskan mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Keluarga Korban Tewas Semprotan Water Canon Blokir Jalan dan Bakar Ban
Tingkat kepatuhan masyarakat di Bengkulu, terang Sudarno, hingga H+3 Idul Fitri dinilai cukup baik dan koperatif. Meskipun masih ada dibeberapa tempat dan oknum yang tetap mendatangi lokasi objek wisata.

''Anggota yang bertugas terpaksa melakukan tindakan pembubaran secara humanis,'' kata Sudarno, dalam keterangan yang diterima Okezone, Selasa (26/5/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Operasi Ketupat Nala 2020, Ini Rincian Aksi Kriminal di Bengkulu Sebulan Terakhir
Anggota di lapangan, terang Sudarno, terpaksa melakukan tindakan pembubaran terhadap kegiatan yang bersifat keramaian, dan juga tetap menerapkan pemeriksaan di pintu masuk dan keluar Provinsi Bengkulu.

''Untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 dibutuhkan kesadaran dan partisipasi bersama dalam menjalankan protokol kesehatan,'' pungkas Sudarno.
</content:encoded></item></channel></rss>
