<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nihil Tambahan Kasus Positif Covid-19 di Bengkulu, 1 PDP Meninggal</title><description>PDP tersebut dimakamkan dengan SOP Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/26/340/2219891/nihil-tambahan-kasus-positif-covid-19-di-bengkulu-1-pdp-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/26/340/2219891/nihil-tambahan-kasus-positif-covid-19-di-bengkulu-1-pdp-meninggal"/><item><title>Nihil Tambahan Kasus Positif Covid-19 di Bengkulu, 1 PDP Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/26/340/2219891/nihil-tambahan-kasus-positif-covid-19-di-bengkulu-1-pdp-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/26/340/2219891/nihil-tambahan-kasus-positif-covid-19-di-bengkulu-1-pdp-meninggal</guid><pubDate>Selasa 26 Mei 2020 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/26/340/2219891/nihil-tambahan-kasus-positif-covid-19-di-bengkulu-1-pdp-meninggal-pwViwWURM3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok Okezone/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/26/340/2219891/nihil-tambahan-kasus-positif-covid-19-di-bengkulu-1-pdp-meninggal-pwViwWURM3.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok Okezone/Arif Julianto)</title></images><description>BENGKULU &amp;ndash; Satu pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) berinisial Al (53) asal Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, meninggal dunia. Sebelumnya, pasien telah menjalani pemeriksaan rapid test, hasilnya reaktif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, pasien yang meninggal dunia telah dimakamkan sesuai SOP Covid-19, pada Senin 25 Mei 2020.

Selain itu, kata Herwan, sampel swab pasien tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, pasien tersebut memiliki penyakit bawaan, yakni sakit jantung.

''Hasil rapid test reaktif, sudah dilakukan pengambilan swab dan menunggu hasil. Pasien memiliki penyakit penyerta jantung, dan sudah dimakamkan secara Covid-19,'' kata Herwan, Selasa (26/5/2020).

Untuk hasil sampel swab yang sebelumnya telah dikirim, jelas Herwan, hingga hari ini belum ada yang keluar dari laboratorium Unand Padang, Sumatera Barat, dan Balai Besar Laboratorium (BBLK), Palembang, Sumatera Selatan.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/05/14/63969/325734_medium.jpg&quot; alt=&quot;Potret Petugas Medis Saat Rapid Test Covid-19 Massal&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Herwan menduga, belum keluarnya hasil swab lantaran banyaknya sampel yang diperiksa di dua laboratorium tersebut. Namun, kata Herwan, jika sampel swab sudah diperiksa, pihak laboratorium akan segera menyampaikan kepada Dinkes.

''Sampel yang belum kita terima dari laboratorium Unand Padang, sekira 50-an dan di laboratorium Palembang sekira 60-an sampel. Belum keluar hasil swab kemungkinan adanya jumlah sampel yang menumpuk di laboratorium,'' tutur Herwan.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu, Jaduliwan, hari ini ada dua kasus orang dalam pemantauan (ODP) tambahan. Mereka berasal dari Kabupaten Lebong dan Mukomuko.
Ia melanjutkan, dengan  tambahan tersebut total ada 750 ODP. Rinciannya, 679 selesai pemantauan dan 71 masih dalam pemantauan.



Sementara itu, Jaduliwan mengatakan, ada sebanyak 42 kasus PDP  corona. Rinciannya 11 orang dinyatakan sehat, 4 dikonfirmasi positif, 12  masih dalam pengawasan, serta 15 PDP meninggal dunia.

''Ada penambahan 2 kasus ODP, 1 orang dari Kabupaten Lebong dan 1  kasus lainnya dari Kabupaten Mukomuko. Satu kasus tambahan PDP meninggal  dunia asal Kota Bengkulu,'' kata Jaduliwan.

Ia menerangkan, hingga saat ini ada 762 sampel, dengan 69 dinyatakan positif Covid-19, dan 155 sampel masih diperiksa.

Baca Juga : Pemerintah: Upaya Hentikan Masalah Covid-19 di Indonesia dan Dunia Sama

Untuk rapid test,  lanjut Jaduliwan, sudah dilakukan sebanyak 6.665 orang. Dari jumlah  itu, 6.539 dinyatakan nonreaktif, 126 reaktif Covid-19, dan pemeriksaan rapid test di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, 7 orang.

''Pada hari ini tidak ada tambahan kasus konfirmasi,'' kata Jaduliwan.

Baca Juga : Pengorbanan Ayah saat Pandemi, Rela Makan Nasi Aking Asal Anak Istri Tercukupi</description><content:encoded>BENGKULU &amp;ndash; Satu pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) berinisial Al (53) asal Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, meninggal dunia. Sebelumnya, pasien telah menjalani pemeriksaan rapid test, hasilnya reaktif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, pasien yang meninggal dunia telah dimakamkan sesuai SOP Covid-19, pada Senin 25 Mei 2020.

Selain itu, kata Herwan, sampel swab pasien tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, pasien tersebut memiliki penyakit bawaan, yakni sakit jantung.

''Hasil rapid test reaktif, sudah dilakukan pengambilan swab dan menunggu hasil. Pasien memiliki penyakit penyerta jantung, dan sudah dimakamkan secara Covid-19,'' kata Herwan, Selasa (26/5/2020).

Untuk hasil sampel swab yang sebelumnya telah dikirim, jelas Herwan, hingga hari ini belum ada yang keluar dari laboratorium Unand Padang, Sumatera Barat, dan Balai Besar Laboratorium (BBLK), Palembang, Sumatera Selatan.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/05/14/63969/325734_medium.jpg&quot; alt=&quot;Potret Petugas Medis Saat Rapid Test Covid-19 Massal&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Herwan menduga, belum keluarnya hasil swab lantaran banyaknya sampel yang diperiksa di dua laboratorium tersebut. Namun, kata Herwan, jika sampel swab sudah diperiksa, pihak laboratorium akan segera menyampaikan kepada Dinkes.

''Sampel yang belum kita terima dari laboratorium Unand Padang, sekira 50-an dan di laboratorium Palembang sekira 60-an sampel. Belum keluar hasil swab kemungkinan adanya jumlah sampel yang menumpuk di laboratorium,'' tutur Herwan.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu, Jaduliwan, hari ini ada dua kasus orang dalam pemantauan (ODP) tambahan. Mereka berasal dari Kabupaten Lebong dan Mukomuko.
Ia melanjutkan, dengan  tambahan tersebut total ada 750 ODP. Rinciannya, 679 selesai pemantauan dan 71 masih dalam pemantauan.



Sementara itu, Jaduliwan mengatakan, ada sebanyak 42 kasus PDP  corona. Rinciannya 11 orang dinyatakan sehat, 4 dikonfirmasi positif, 12  masih dalam pengawasan, serta 15 PDP meninggal dunia.

''Ada penambahan 2 kasus ODP, 1 orang dari Kabupaten Lebong dan 1  kasus lainnya dari Kabupaten Mukomuko. Satu kasus tambahan PDP meninggal  dunia asal Kota Bengkulu,'' kata Jaduliwan.

Ia menerangkan, hingga saat ini ada 762 sampel, dengan 69 dinyatakan positif Covid-19, dan 155 sampel masih diperiksa.

Baca Juga : Pemerintah: Upaya Hentikan Masalah Covid-19 di Indonesia dan Dunia Sama

Untuk rapid test,  lanjut Jaduliwan, sudah dilakukan sebanyak 6.665 orang. Dari jumlah  itu, 6.539 dinyatakan nonreaktif, 126 reaktif Covid-19, dan pemeriksaan rapid test di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, 7 orang.

''Pada hari ini tidak ada tambahan kasus konfirmasi,'' kata Jaduliwan.

Baca Juga : Pengorbanan Ayah saat Pandemi, Rela Makan Nasi Aking Asal Anak Istri Tercukupi</content:encoded></item></channel></rss>
