<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pengamat: Belum saatnya Sekolah Dibuka karena Masih Beresiko   </title><description>Pengamat pendidikan Muhammad Abduhzen menilai langkah membuka sekolah pada Juli 2020, bukan langkah yang tepat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/27/337/2220339/pengamat-belum-saatnya-sekolah-dibuka-karena-masih-beresiko</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/27/337/2220339/pengamat-belum-saatnya-sekolah-dibuka-karena-masih-beresiko"/><item><title> Pengamat: Belum saatnya Sekolah Dibuka karena Masih Beresiko   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/27/337/2220339/pengamat-belum-saatnya-sekolah-dibuka-karena-masih-beresiko</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/27/337/2220339/pengamat-belum-saatnya-sekolah-dibuka-karena-masih-beresiko</guid><pubDate>Rabu 27 Mei 2020 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/27/337/2220339/pengamat-belum-saatnya-sekolah-dibuka-karena-masih-beresiko-qyndf9ynAq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/27/337/2220339/pengamat-belum-saatnya-sekolah-dibuka-karena-masih-beresiko-qyndf9ynAq.jpg</image><title>Foto Ilustrasi Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Pengamat pendidikan Muhammad Abduhzen menilai langkah membuka sekolah pada Juli 2020, bukan langkah yang tepat. Mengingat situasi pandemi virus corona (Covid-19) sekarang ini di Indonesia sekarang ini yang masih tinggi.

&quot;Kalau belum aman seharusnya jangan dibuka, dan diperpanjang saja sampai betul-betul aman karena beresiko,&quot; kata Abuhzen kepada Okezone, Rabu (27/5/2020).

Abduhzen menuturkan, meskipun target kurikulum kemungkinan tidak tercapai, namun masih banyak nilai-nilai yang dapat diambil saat belajar dari rumah, seperti halnya nilai-nilai di keluarga dan masih banyak lagi. Meskipun demikian ia menyebutkan bahwa memang tidak selamanya Pemerintah harus menutup sekolah atau menunggu nol kasus Covid-19. Pemerintah perlu mengkaji juga waktu yang tepat ketika kurva penularan dirasa aman.

&quot;Menunggu benar-benar nol, itu kan susah harus ada data relatif aman tingkat penyebarannya makin berkurang,&quot; kata Abduhzen.
&amp;nbsp;
Abduhzen menambahkan, jika nantinya sekolah sudah mulai dibuka, maka harus diterapkan protokol kesehatan covid-19. Semuanya membutuhkan persiapan karena sekolah pastinya tidak akan seperti dahulu. Abduhzen menambahkan, bahkan ketika kasus sudah nol, protokol kesehatan masih perlu diterapkan.

&quot;Perilaku positif yang aman tetap harus dijalankan. Selain itu sekolah juga dapat menjadi satu tempat yang memperkuat aturan new normal ini. Bukan justru melonggarkan, tapi jadi satu semacam hidden kurikulum atau kurikulum tidak tertulis. Nantinya protokol kesehatan menjadi habit atau kebiasan baru yang dikokohkan,&quot; imbuh Abduhzen.

Sekolah perlu menyiapkan fasilitas yang menunjang seperti tempat cuci tangan, disinfektan, dan menggunakan masker.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pengamat pendidikan Muhammad Abduhzen menilai langkah membuka sekolah pada Juli 2020, bukan langkah yang tepat. Mengingat situasi pandemi virus corona (Covid-19) sekarang ini di Indonesia sekarang ini yang masih tinggi.

&quot;Kalau belum aman seharusnya jangan dibuka, dan diperpanjang saja sampai betul-betul aman karena beresiko,&quot; kata Abuhzen kepada Okezone, Rabu (27/5/2020).

Abduhzen menuturkan, meskipun target kurikulum kemungkinan tidak tercapai, namun masih banyak nilai-nilai yang dapat diambil saat belajar dari rumah, seperti halnya nilai-nilai di keluarga dan masih banyak lagi. Meskipun demikian ia menyebutkan bahwa memang tidak selamanya Pemerintah harus menutup sekolah atau menunggu nol kasus Covid-19. Pemerintah perlu mengkaji juga waktu yang tepat ketika kurva penularan dirasa aman.

&quot;Menunggu benar-benar nol, itu kan susah harus ada data relatif aman tingkat penyebarannya makin berkurang,&quot; kata Abduhzen.
&amp;nbsp;
Abduhzen menambahkan, jika nantinya sekolah sudah mulai dibuka, maka harus diterapkan protokol kesehatan covid-19. Semuanya membutuhkan persiapan karena sekolah pastinya tidak akan seperti dahulu. Abduhzen menambahkan, bahkan ketika kasus sudah nol, protokol kesehatan masih perlu diterapkan.

&quot;Perilaku positif yang aman tetap harus dijalankan. Selain itu sekolah juga dapat menjadi satu tempat yang memperkuat aturan new normal ini. Bukan justru melonggarkan, tapi jadi satu semacam hidden kurikulum atau kurikulum tidak tertulis. Nantinya protokol kesehatan menjadi habit atau kebiasan baru yang dikokohkan,&quot; imbuh Abduhzen.

Sekolah perlu menyiapkan fasilitas yang menunjang seperti tempat cuci tangan, disinfektan, dan menggunakan masker.
</content:encoded></item></channel></rss>
