<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat : Sekolah Harus Terapkan Protokol Kesehatan Jika Kembali Dibuka</title><description>Sekolah harus menerapkan protokol kesehatan dan menyediakan fasilitas penunjang seperti wastafel dan cairan disinfektan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/27/337/2220361/pengamat-sekolah-harus-terapkan-protokol-kesehatan-jika-kembali-dibuka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/27/337/2220361/pengamat-sekolah-harus-terapkan-protokol-kesehatan-jika-kembali-dibuka"/><item><title>Pengamat : Sekolah Harus Terapkan Protokol Kesehatan Jika Kembali Dibuka</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/27/337/2220361/pengamat-sekolah-harus-terapkan-protokol-kesehatan-jika-kembali-dibuka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/27/337/2220361/pengamat-sekolah-harus-terapkan-protokol-kesehatan-jika-kembali-dibuka</guid><pubDate>Rabu 27 Mei 2020 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/27/337/2220361/pengamat-sekolah-harus-terapkan-protokol-kesehatan-jika-kembali-dibuka-GmwXN6uJhY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok Okezone/Dede Kurniawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/27/337/2220361/pengamat-sekolah-harus-terapkan-protokol-kesehatan-jika-kembali-dibuka-GmwXN6uJhY.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok Okezone/Dede Kurniawan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengamat Pendidikan Muhammad Abduhzen mengungkapkan sekolah harus menerapkan protokol kesehatan jika nantinya kegiatan belajar-mengajar sudah mulai dibuka kembali. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan kebijakan new normal pada awal Juni 2020.
Sementara itu sekolah kabarnya akan dibuka kembali pada Juli 2020, meskipun belum diketahui secara pasti kapan tanggalnya.
&amp;ldquo;Perilaku positif yang aman (mengikuti protokol kesehatan) tetap harus dijalankan. Selain itu, sekolah juga dapat menjadi satu tempat yang memperkuat aturan new normal ini. Bukan justru melonggarkan, tapi jadi satu semacam hidden kurikulum atau kurikulum tidak tertulis. Nantinya protokol kesehatan menjadi habit atau kebiasaan baru yang dikokohkan,&quot; kata Abduhzen kepada Okezone, Rabu (27/5/2020).
Sekolah juga perlu menyiapkan fasilitas yang menunjang seperti tempat cuci tangan, disinfektan, dan menggunakan masker. Abduhzen mengingatkan tidak hanya menerapkan protokol kesehatan, sekolah perlu menanamkan nilai praktis yakni menyelamatkan diri dan orang lain di situasi pandemi sekarang ini.
Meskipun demikian, Abduhzen menilai, untuk saat ini risiko Covid-19 masih tinggi sehingga kurang aman untuk membuka sekolah dalam waktu dekat.



&quot;Kalau belum aman seharusnya jangan dibuka dan diperpanjang saja sampai sampai betul-betul aman karena berisiko,&quot; ucapnya.
Abduhzen menuturkan, meskipun target kurikulum kemungkinan tidak tercapai, masih banyak nilai yang dapat diambil saat belajar dari rumah, seperti halnya nilai-nilai di keluarga.
Meskipun demikian, ia menyebutkan, memang tidak selamanya pemerintah harus menutup sekolah atau menunggu nol kasus Covid-19. Pemerintah perlu mengkaji juga waktu yang tepat ketika kurva penularan dirasa aman.
&quot;Menunggu benar-benar  nol itu kan susah harus ada data relatif aman tingkat penyebarannya makin berkurang,&quot; kata Abduhzen.

Baca Juga : KPAI Dorong Dinas Pendidikan Terbitkan Juknis PPDB di Tengah Covid-19

Sebagaimana diketahui, angka kasus virus corona (Covid-19) pada usia anak cukup tinggi. Menurut sata dari covid19.go.id, ada sebanyak 1.274 anak usia sekolah, yakni 6-17 tahun atau 5,5% dari total pasien positif yang sebanyak 23.165 per Rabu 27 Mei 2020.

Baca Juga : Pengamat: Belum saatnya Sekolah Dibuka karena Masih Beresiko



</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengamat Pendidikan Muhammad Abduhzen mengungkapkan sekolah harus menerapkan protokol kesehatan jika nantinya kegiatan belajar-mengajar sudah mulai dibuka kembali. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan kebijakan new normal pada awal Juni 2020.
Sementara itu sekolah kabarnya akan dibuka kembali pada Juli 2020, meskipun belum diketahui secara pasti kapan tanggalnya.
&amp;ldquo;Perilaku positif yang aman (mengikuti protokol kesehatan) tetap harus dijalankan. Selain itu, sekolah juga dapat menjadi satu tempat yang memperkuat aturan new normal ini. Bukan justru melonggarkan, tapi jadi satu semacam hidden kurikulum atau kurikulum tidak tertulis. Nantinya protokol kesehatan menjadi habit atau kebiasaan baru yang dikokohkan,&quot; kata Abduhzen kepada Okezone, Rabu (27/5/2020).
Sekolah juga perlu menyiapkan fasilitas yang menunjang seperti tempat cuci tangan, disinfektan, dan menggunakan masker. Abduhzen mengingatkan tidak hanya menerapkan protokol kesehatan, sekolah perlu menanamkan nilai praktis yakni menyelamatkan diri dan orang lain di situasi pandemi sekarang ini.
Meskipun demikian, Abduhzen menilai, untuk saat ini risiko Covid-19 masih tinggi sehingga kurang aman untuk membuka sekolah dalam waktu dekat.



&quot;Kalau belum aman seharusnya jangan dibuka dan diperpanjang saja sampai sampai betul-betul aman karena berisiko,&quot; ucapnya.
Abduhzen menuturkan, meskipun target kurikulum kemungkinan tidak tercapai, masih banyak nilai yang dapat diambil saat belajar dari rumah, seperti halnya nilai-nilai di keluarga.
Meskipun demikian, ia menyebutkan, memang tidak selamanya pemerintah harus menutup sekolah atau menunggu nol kasus Covid-19. Pemerintah perlu mengkaji juga waktu yang tepat ketika kurva penularan dirasa aman.
&quot;Menunggu benar-benar  nol itu kan susah harus ada data relatif aman tingkat penyebarannya makin berkurang,&quot; kata Abduhzen.

Baca Juga : KPAI Dorong Dinas Pendidikan Terbitkan Juknis PPDB di Tengah Covid-19

Sebagaimana diketahui, angka kasus virus corona (Covid-19) pada usia anak cukup tinggi. Menurut sata dari covid19.go.id, ada sebanyak 1.274 anak usia sekolah, yakni 6-17 tahun atau 5,5% dari total pasien positif yang sebanyak 23.165 per Rabu 27 Mei 2020.

Baca Juga : Pengamat: Belum saatnya Sekolah Dibuka karena Masih Beresiko



</content:encoded></item></channel></rss>
