<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emak-Emak Minta Wisata Pantai Rancabuaya Dibuka, Polisi: Mereka Kurang Pemahaman</title><description>Beredar video yang memperlihatkan sejumlah emak-emak meminta pintu tempat wisata Pantai Rancabuaya di perbatasan Garut-Cianjur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/27/525/2220464/emak-emak-minta-wisata-pantai-rancabuaya-dibuka-polisi-mereka-kurang-pemahaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/27/525/2220464/emak-emak-minta-wisata-pantai-rancabuaya-dibuka-polisi-mereka-kurang-pemahaman"/><item><title>Emak-Emak Minta Wisata Pantai Rancabuaya Dibuka, Polisi: Mereka Kurang Pemahaman</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/27/525/2220464/emak-emak-minta-wisata-pantai-rancabuaya-dibuka-polisi-mereka-kurang-pemahaman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/27/525/2220464/emak-emak-minta-wisata-pantai-rancabuaya-dibuka-polisi-mereka-kurang-pemahaman</guid><pubDate>Rabu 27 Mei 2020 16:39 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/27/525/2220464/emak-emak-minta-wisata-pantai-rancabuaya-dibuka-polisi-mereka-kurang-pemahaman-Wi8oMfnkJZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/27/525/2220464/emak-emak-minta-wisata-pantai-rancabuaya-dibuka-polisi-mereka-kurang-pemahaman-Wi8oMfnkJZ.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Istimewa</title></images><description>BANDUNG - Beredar video yang memperlihatkan sejumlah emak-emak meminta pintu tempat wisata Pantai Rancabuaya di perbatasan Garut-Cianjur, Jawa Barat, dibuka.

Dalam video itu terlihat sekelompok emak-emak melakukan protes terhadap petugas Pos Penjagaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di dekat pantai.

&quot;Kejadian itu memang benar, kemarin sore setelah ashar,&quot; kata Kapolsek Caringin, Garut Iptu Sularto saat dihubungi, Rabu (27/5/2020).

Sularto mengatakan kejadian sebenarnya ada sekelompok emak-emak yang bisa berdagang di pantai tersebut, menanyakan ke petugas pos PSBB soal dialihkannya para wisatawan yang akan berkunjung.

&quot;Mereka itu datang bertanya, kenapa kok diputar balikan kendaraan-kendaraan wisatawan. Kita berikan pemahaman yah, karena kita ini tengah menghadapi pandemi Covid-19,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sempat Hilang, Satu Wisatawan Tewas Terseret Ombak di Lebak&amp;nbsp;
Sularto meneruskan, sebagian dari mereka memang mengeluhkan pendapatannya yang berkurang karena sepinya pantai saat pandemi ini.

&quot;Intinya mereka kurang pemahaman saja. Setelah kita bicara, mereka mengerti kondisi ini dan membubarkan diri,&quot; katanya.
</description><content:encoded>BANDUNG - Beredar video yang memperlihatkan sejumlah emak-emak meminta pintu tempat wisata Pantai Rancabuaya di perbatasan Garut-Cianjur, Jawa Barat, dibuka.

Dalam video itu terlihat sekelompok emak-emak melakukan protes terhadap petugas Pos Penjagaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di dekat pantai.

&quot;Kejadian itu memang benar, kemarin sore setelah ashar,&quot; kata Kapolsek Caringin, Garut Iptu Sularto saat dihubungi, Rabu (27/5/2020).

Sularto mengatakan kejadian sebenarnya ada sekelompok emak-emak yang bisa berdagang di pantai tersebut, menanyakan ke petugas pos PSBB soal dialihkannya para wisatawan yang akan berkunjung.

&quot;Mereka itu datang bertanya, kenapa kok diputar balikan kendaraan-kendaraan wisatawan. Kita berikan pemahaman yah, karena kita ini tengah menghadapi pandemi Covid-19,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sempat Hilang, Satu Wisatawan Tewas Terseret Ombak di Lebak&amp;nbsp;
Sularto meneruskan, sebagian dari mereka memang mengeluhkan pendapatannya yang berkurang karena sepinya pantai saat pandemi ini.

&quot;Intinya mereka kurang pemahaman saja. Setelah kita bicara, mereka mengerti kondisi ini dan membubarkan diri,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
