<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Risiko Sekolah Dibuka saat Pandemi Corona Belum Berakhir</title><description>Lambat laun anak-anak akan menyumbang kasus Covid yang terus meningkat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/28/337/2220675/risiko-sekolah-dibuka-saat-pandemi-corona-belum-berakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/28/337/2220675/risiko-sekolah-dibuka-saat-pandemi-corona-belum-berakhir"/><item><title>Risiko Sekolah Dibuka saat Pandemi Corona Belum Berakhir</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/28/337/2220675/risiko-sekolah-dibuka-saat-pandemi-corona-belum-berakhir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/28/337/2220675/risiko-sekolah-dibuka-saat-pandemi-corona-belum-berakhir</guid><pubDate>Kamis 28 Mei 2020 06:11 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/28/337/2220675/risiko-sekolah-dibuka-saat-pandemi-corona-belum-berakhir-gBq03M2Wv2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/28/337/2220675/risiko-sekolah-dibuka-saat-pandemi-corona-belum-berakhir-gBq03M2Wv2.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pakar Kesehatan Masyarakat, Hermawan Saputra mengatakan jika pemerintah membuka sekolah sebagai salah satu pelaksanaan kebijakan new normal di tengah pandemi virus corona yang belum mencapai pada puncaknya, maka akan ada klaster baru dari golongan anak-anak.
Hermawan menuturkan, anak-anak sangat rentan akan tertular Covid-19. Pasalnya, anak-anak belum memiliki kesadaran untuk melakukan protokol kesehatan, hal ini juga sangat sukar untuk mengontrol kemudian menekan penyebaran virus corona.
&quot;Jadi anak-anak itu kan belum punya kesadaran diri. Jadi, anak-anak itu sangat sulit kita kontrol perilakunya, aktivitas bermain lain-lain satu sama lain,&quot; katanya kepada Okezone, Kamis (28/5/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;14 Anak Meninggal karena Covid-19, KPAI Sebut Sekolah Bisa Jadi Klaster Baru&amp;nbsp;

Maka, jika kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan seperti biasa sebelum pandemi virus corona berakhir, maka akan sangat berisiko, meski daya tahan anak-anak cukup kuat. Namun, lambat laun anak-anak akan menyumbang kasus Covid yang terus meningkat.

&quot;Sebenarnya kalau anak-anak dibuka sekolahan itu cukup berisiko walaupun anak-anak itu punya daya tahan yang baik, imunitas cukup baik sebenarnya tetapi kan Covid atau Sars Cov2 atau virus Covid ini kan tidak mengenal usia, tidak mengenal jenis kelamin, anak-anak pun akan terpapar,&quot; ungkapnya.

&quot;Nah, persoalannya yang membedakan anak-anak dengan orang dewasa kan kalau orang dewasa punya kesadaran diri untuk bersikap, menjaga jarak dan masker tapi kan anak-anak apalagi kalau usia SD, TK atau Paud itu kan sama sekali tidak punya kesadaran diri,&quot; tutupnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;831 Anak Terinfeksi Covid-19, KPAI Minta Pembukaan Sekolah saat Sudah Nol Kasus

</description><content:encoded>JAKARTA - Pakar Kesehatan Masyarakat, Hermawan Saputra mengatakan jika pemerintah membuka sekolah sebagai salah satu pelaksanaan kebijakan new normal di tengah pandemi virus corona yang belum mencapai pada puncaknya, maka akan ada klaster baru dari golongan anak-anak.
Hermawan menuturkan, anak-anak sangat rentan akan tertular Covid-19. Pasalnya, anak-anak belum memiliki kesadaran untuk melakukan protokol kesehatan, hal ini juga sangat sukar untuk mengontrol kemudian menekan penyebaran virus corona.
&quot;Jadi anak-anak itu kan belum punya kesadaran diri. Jadi, anak-anak itu sangat sulit kita kontrol perilakunya, aktivitas bermain lain-lain satu sama lain,&quot; katanya kepada Okezone, Kamis (28/5/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;14 Anak Meninggal karena Covid-19, KPAI Sebut Sekolah Bisa Jadi Klaster Baru&amp;nbsp;

Maka, jika kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan seperti biasa sebelum pandemi virus corona berakhir, maka akan sangat berisiko, meski daya tahan anak-anak cukup kuat. Namun, lambat laun anak-anak akan menyumbang kasus Covid yang terus meningkat.

&quot;Sebenarnya kalau anak-anak dibuka sekolahan itu cukup berisiko walaupun anak-anak itu punya daya tahan yang baik, imunitas cukup baik sebenarnya tetapi kan Covid atau Sars Cov2 atau virus Covid ini kan tidak mengenal usia, tidak mengenal jenis kelamin, anak-anak pun akan terpapar,&quot; ungkapnya.

&quot;Nah, persoalannya yang membedakan anak-anak dengan orang dewasa kan kalau orang dewasa punya kesadaran diri untuk bersikap, menjaga jarak dan masker tapi kan anak-anak apalagi kalau usia SD, TK atau Paud itu kan sama sekali tidak punya kesadaran diri,&quot; tutupnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;831 Anak Terinfeksi Covid-19, KPAI Minta Pembukaan Sekolah saat Sudah Nol Kasus

</content:encoded></item></channel></rss>
