<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curahan Hati Istri Prajurit TNI AL: Enam Tahun Lebaran Tanpa Suami</title><description>Sebagai garda terdepan laut Indonesia yakni TNI Angkatan Laut (AL) harus siap siaga dari ancaman luar, demi kedaulatan negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/28/337/2221125/curahan-hati-istri-prajurit-tni-al-enam-tahun-lebaran-tanpa-suami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/28/337/2221125/curahan-hati-istri-prajurit-tni-al-enam-tahun-lebaran-tanpa-suami"/><item><title>Curahan Hati Istri Prajurit TNI AL: Enam Tahun Lebaran Tanpa Suami</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/28/337/2221125/curahan-hati-istri-prajurit-tni-al-enam-tahun-lebaran-tanpa-suami</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/28/337/2221125/curahan-hati-istri-prajurit-tni-al-enam-tahun-lebaran-tanpa-suami</guid><pubDate>Kamis 28 Mei 2020 18:59 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/28/337/2221125/curahan-hati-istri-prajurit-tni-al-enam-tahun-lebaran-tanpa-suami-e58y4WD1AI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/28/337/2221125/curahan-hati-istri-prajurit-tni-al-enam-tahun-lebaran-tanpa-suami-e58y4WD1AI.jpg</image><title>foto: ist</title></images><description>JAKARTA- Indonesia memiliki kekayaan laut yang melimpah sehingga negara ini menjadi salah satu negara maritim terbesar di dunia. Besarnya wilayah maritim di Indonesia membuat kedaulatan harus terjaga terutama diambang laut terluar.
Sebagai garda terdepan laut Indonesia yakni TNI Angkatan Laut (AL) harus siap siaga dari ancaman luar, demi kedaulatan negara.
Namun perjuangan prajurit TNI AL bukan hanya saat melawan perompak. Penjaga harus berjuang dengan rasa rindu ke keluarga. Sinta Mariana di Pemalang yang merupakan istri Sertu Marinir Hendri Haerudin bercerita bahwa suaminya sering kesulitan sinyal untuk menghubungi keluarga bahkan harus memanjat pohon. Selain itu, sang suami belum bisa melihat anaknya sendiri yang berusia 4 bulan, Hendri meninggalkan anak dan keluarga selama 6 bulan terakhir.
&quot;Saya harus melahirkan sendiri tanpa didampingi suami, anak sudah 4 bulan dan suami belum melihat sama sekali. Ya kalau melapas rindu itu cuma bisa melalui telepon,&quot; cerita Mariana dalam tayangan iNews Sore, Kamis (28/5/2020).
Keduanya dikaruniai anak kembar, namun karane tugas negara Hendri belum dapat menyentuh bahkan melihat secara langsung bayinya. Mariana juga bertutur bahwa dirinya kerap kali merawa khawatir dan was-was terhadap suaminya karena harus berada di lautan. Apalagi disituasi pandemi virus corona (Covid-19) sekarang ini.
&quot;Iya was-was khawatirnya kalau ada berita  bencana alam. Dan situasi sekarang ini ya hanya berdoa saja semoga anak-anak diberi kesehatan terus dan semoga berakhir pandemi ini,&quot; kata Mariana.
Sementara itu, Giftania di Sidoarjo yang merupakan istri dari Kapten Laut Wahyu Widarta juga menuturkan bahwa sudah hampir enam tahun dirinya tidak pernah berlebaran dengan suami.
Bahkan untuk berkomunikasi saja seringkali sulit, karena sang suami kerap kali baru mendapatkan sinyal saat menepi ke pelabuhan.
&quot;Hampir tidak pernah seumur pernikahan tidak pernah lebaran bareng, ya sekitar 6 tahun. Ya itu memang menjadi tanggungjawab suami saya. Saya tidak pernah protes dan mendukung suami saya, karena tugas yang paling utama jadi memaklumi,&quot; kata Gifta.
Dirinya juga menuturkan bahwa rasa khawatir kerap kali muncul, apalagi suaminya terkadang hanya mengabari dua minggu sekali.&quot;Sering khawatir itu pasti karena bekerja di lautan tidak ada sinyal kadang 2 minggu tidak ada kabar. Saya juga tidak bisa menghubungi tapi kalau kapal bersandar itu bisa. Berkabar pun tidak tentu, kalau mau berangkat ke laut WhatsApp atau telepon baru satu atau dua minggu ada kabar lagi,&quot; imbuh Gifta.
Gifta mengaku bahwa dirinya sudah menjalani hubungan jarak jauh dengan suami sejak pacaran. Namun karena tugas suami merupakan tugas negara ia memakluminya.
Dalam tayangan iNews Sore, Mariana dan Gifta juga dihubungkan dengan suami masing-masing. Mereka melapas rindu melalui tayangan video.</description><content:encoded>JAKARTA- Indonesia memiliki kekayaan laut yang melimpah sehingga negara ini menjadi salah satu negara maritim terbesar di dunia. Besarnya wilayah maritim di Indonesia membuat kedaulatan harus terjaga terutama diambang laut terluar.
Sebagai garda terdepan laut Indonesia yakni TNI Angkatan Laut (AL) harus siap siaga dari ancaman luar, demi kedaulatan negara.
Namun perjuangan prajurit TNI AL bukan hanya saat melawan perompak. Penjaga harus berjuang dengan rasa rindu ke keluarga. Sinta Mariana di Pemalang yang merupakan istri Sertu Marinir Hendri Haerudin bercerita bahwa suaminya sering kesulitan sinyal untuk menghubungi keluarga bahkan harus memanjat pohon. Selain itu, sang suami belum bisa melihat anaknya sendiri yang berusia 4 bulan, Hendri meninggalkan anak dan keluarga selama 6 bulan terakhir.
&quot;Saya harus melahirkan sendiri tanpa didampingi suami, anak sudah 4 bulan dan suami belum melihat sama sekali. Ya kalau melapas rindu itu cuma bisa melalui telepon,&quot; cerita Mariana dalam tayangan iNews Sore, Kamis (28/5/2020).
Keduanya dikaruniai anak kembar, namun karane tugas negara Hendri belum dapat menyentuh bahkan melihat secara langsung bayinya. Mariana juga bertutur bahwa dirinya kerap kali merawa khawatir dan was-was terhadap suaminya karena harus berada di lautan. Apalagi disituasi pandemi virus corona (Covid-19) sekarang ini.
&quot;Iya was-was khawatirnya kalau ada berita  bencana alam. Dan situasi sekarang ini ya hanya berdoa saja semoga anak-anak diberi kesehatan terus dan semoga berakhir pandemi ini,&quot; kata Mariana.
Sementara itu, Giftania di Sidoarjo yang merupakan istri dari Kapten Laut Wahyu Widarta juga menuturkan bahwa sudah hampir enam tahun dirinya tidak pernah berlebaran dengan suami.
Bahkan untuk berkomunikasi saja seringkali sulit, karena sang suami kerap kali baru mendapatkan sinyal saat menepi ke pelabuhan.
&quot;Hampir tidak pernah seumur pernikahan tidak pernah lebaran bareng, ya sekitar 6 tahun. Ya itu memang menjadi tanggungjawab suami saya. Saya tidak pernah protes dan mendukung suami saya, karena tugas yang paling utama jadi memaklumi,&quot; kata Gifta.
Dirinya juga menuturkan bahwa rasa khawatir kerap kali muncul, apalagi suaminya terkadang hanya mengabari dua minggu sekali.&quot;Sering khawatir itu pasti karena bekerja di lautan tidak ada sinyal kadang 2 minggu tidak ada kabar. Saya juga tidak bisa menghubungi tapi kalau kapal bersandar itu bisa. Berkabar pun tidak tentu, kalau mau berangkat ke laut WhatsApp atau telepon baru satu atau dua minggu ada kabar lagi,&quot; imbuh Gifta.
Gifta mengaku bahwa dirinya sudah menjalani hubungan jarak jauh dengan suami sejak pacaran. Namun karena tugas suami merupakan tugas negara ia memakluminya.
Dalam tayangan iNews Sore, Mariana dan Gifta juga dihubungkan dengan suami masing-masing. Mereka melapas rindu melalui tayangan video.</content:encoded></item></channel></rss>
