<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rawat Pasien Corona, Insentif Ratusan Tenaga Kesehatan Ini Belum Cair</title><description>Ratusan tenaga kesehatan mulai dari dokter, perawat dan bidan  yang merawat pasien virus corona belum mendapatkan insentif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/28/340/2220960/rawat-pasien-corona-insentif-ratusan-tenaga-kesehatan-ini-belum-cair</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/28/340/2220960/rawat-pasien-corona-insentif-ratusan-tenaga-kesehatan-ini-belum-cair"/><item><title>Rawat Pasien Corona, Insentif Ratusan Tenaga Kesehatan Ini Belum Cair</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/28/340/2220960/rawat-pasien-corona-insentif-ratusan-tenaga-kesehatan-ini-belum-cair</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/28/340/2220960/rawat-pasien-corona-insentif-ratusan-tenaga-kesehatan-ini-belum-cair</guid><pubDate>Kamis 28 Mei 2020 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Sigit Dzakwan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/28/340/2220960/rawat-pasien-corona-insentif-ratusan-tenaga-kesehatan-ini-belum-cair-nG79pcv63E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/28/340/2220960/rawat-pasien-corona-insentif-ratusan-tenaga-kesehatan-ini-belum-cair-nG79pcv63E.jpg</image><title>(Foto: Shutterstock)</title></images><description>KOTAWARINGIN BARAT- Ratusan tenaga kesehatan mulai dari dokter, perawat dan bidan di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah yang merawat pasien virus corona atau Covid-19 belum mendapatkan insentif seperti yang dijanjikan pemerintah.

Pencairan insentif bagi para tenaga kesehatan  yang menangani pasien Covid-19 mulai dari orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) hingga pasien yang positif Covid-19 hingga saat ini belum cair. Padahal ratusan tenaga kesehatan yang bertugas di 18 puskesmas dan satu rumah sakit sudah berjuang menangani covid-19 sejak April 2020.

Pasalnya, ada aturan petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) direvisi pada Mei dan pihak Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat harus melakukan validasi ulang menggunakan juknis yang baru.

Hal ini membuat pengusulan tenaga kesehatan yang berhak menerima insentif sejak April hingga saat ini menjadi molor karena dirombak kembali.

Berdasarkan juknis lama, ada sebanyak 248 tenaga kesehatan mulai dari dokter, perawat, bidan hingga tenaga penunjang lain yang bertugas di puskesmas untuk insentifnya diajukan sekitar Rp1,8 miliar. Angka ini merupakan usulan insentif untuk April 2020 saja.

&amp;ldquo;Untuk besarannya yang didapat masing-masing adalah maksimal Rp5 juta,&amp;rdquo; kata Kadinkes Kotawaringin Barat Achmad Rois, Kamis (28/5/2020).

Ssedangkan untuk tenaga kesehatan yang betugas di rumah sakit belum sempat dilakukan pengusulan, tetapi ternyata sudah ada juknis baru dari Kemenkes dan akhirnya dirombak kembali.

Atas dasar juknis yang baru, jumlah penerima menjadi lebih sedikit, yakni 118 tenaga kesehatan di puskesmas mulai dari dokter hingga perawat yang besarannya maksimal masing-masing Rp5 juta dengan total yang diajukan untuk April Rp590 juta.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD dengan total 131 tenaga kesehatan diajukan sebesar Rp585 juta. Hal ini otomatis membuat molor pencairan dan hingga saat ini para tenaga kesehatan sudah banyak yang menunggu.


</description><content:encoded>KOTAWARINGIN BARAT- Ratusan tenaga kesehatan mulai dari dokter, perawat dan bidan di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah yang merawat pasien virus corona atau Covid-19 belum mendapatkan insentif seperti yang dijanjikan pemerintah.

Pencairan insentif bagi para tenaga kesehatan  yang menangani pasien Covid-19 mulai dari orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) hingga pasien yang positif Covid-19 hingga saat ini belum cair. Padahal ratusan tenaga kesehatan yang bertugas di 18 puskesmas dan satu rumah sakit sudah berjuang menangani covid-19 sejak April 2020.

Pasalnya, ada aturan petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) direvisi pada Mei dan pihak Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat harus melakukan validasi ulang menggunakan juknis yang baru.

Hal ini membuat pengusulan tenaga kesehatan yang berhak menerima insentif sejak April hingga saat ini menjadi molor karena dirombak kembali.

Berdasarkan juknis lama, ada sebanyak 248 tenaga kesehatan mulai dari dokter, perawat, bidan hingga tenaga penunjang lain yang bertugas di puskesmas untuk insentifnya diajukan sekitar Rp1,8 miliar. Angka ini merupakan usulan insentif untuk April 2020 saja.

&amp;ldquo;Untuk besarannya yang didapat masing-masing adalah maksimal Rp5 juta,&amp;rdquo; kata Kadinkes Kotawaringin Barat Achmad Rois, Kamis (28/5/2020).

Ssedangkan untuk tenaga kesehatan yang betugas di rumah sakit belum sempat dilakukan pengusulan, tetapi ternyata sudah ada juknis baru dari Kemenkes dan akhirnya dirombak kembali.

Atas dasar juknis yang baru, jumlah penerima menjadi lebih sedikit, yakni 118 tenaga kesehatan di puskesmas mulai dari dokter hingga perawat yang besarannya maksimal masing-masing Rp5 juta dengan total yang diajukan untuk April Rp590 juta.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD dengan total 131 tenaga kesehatan diajukan sebesar Rp585 juta. Hal ini otomatis membuat molor pencairan dan hingga saat ini para tenaga kesehatan sudah banyak yang menunggu.


</content:encoded></item></channel></rss>
