<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat: Mal Belum Saatnya Dibuka </title><description>Trubus memprediksi jika mal kembali dibuka sebelum virus corona terjadi penurunan, maka akan ada klaster baru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/29/337/2221260/pengamat-mal-belum-saatnya-dibuka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/29/337/2221260/pengamat-mal-belum-saatnya-dibuka"/><item><title>Pengamat: Mal Belum Saatnya Dibuka </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/29/337/2221260/pengamat-mal-belum-saatnya-dibuka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/29/337/2221260/pengamat-mal-belum-saatnya-dibuka</guid><pubDate>Jum'at 29 Mei 2020 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/29/337/2221260/pengamat-mal-belum-saatnya-dibuka-Api3e29SFg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Heru T)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/29/337/2221260/pengamat-mal-belum-saatnya-dibuka-Api3e29SFg.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Heru T)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Kebijakan Publik, Trubus memprediksi jika mal kembali dibuka sebelum virus corona terjadi penurunan, maka akan ada klaster baru yang terpapar Covid-19.

&quot;Masih tingginya angka penularan Covid maka dengan adanya diprediksi mal itu dibuka tanggal 5 Juni tapi kelihatannya Pak Gubernur Anies belum merespons malah dianggap itu terlalu dini, jadi menurut saya memang kalau misalnya dibuka itu menjadi membentuk klaster baru,&quot; katanya kepada Okezone, Jumat (29/5/2020).
Trubus menjelaskan kenapa akan munculnya klaster baru jika pemerintan benar-benar memaksakan membuka tempat pembelanjaan tersebut.
&quot;Karena tidak terkendali jadi kalau mal itu kan ada 3 pihak, satu pengelola mal, kedua adalah tenan, ketiganya adalah pengunjung mal. Ini menjadi persoalan karena kalau mau menerapkan protokol kesehatan itu harus ada yang mengawasi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8yOC8xLzEyMTM0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Persoalannya, Trubus melanjutkan dalam mengawasi tersebut sangat sukar, oleh sebab itu. Trubus menilai pembukaan mal dalam kondisi saat ini dinilai belum tepat.

&quot;Jadi menurut saya belum waktunya,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Kebijakan Publik, Trubus memprediksi jika mal kembali dibuka sebelum virus corona terjadi penurunan, maka akan ada klaster baru yang terpapar Covid-19.

&quot;Masih tingginya angka penularan Covid maka dengan adanya diprediksi mal itu dibuka tanggal 5 Juni tapi kelihatannya Pak Gubernur Anies belum merespons malah dianggap itu terlalu dini, jadi menurut saya memang kalau misalnya dibuka itu menjadi membentuk klaster baru,&quot; katanya kepada Okezone, Jumat (29/5/2020).
Trubus menjelaskan kenapa akan munculnya klaster baru jika pemerintan benar-benar memaksakan membuka tempat pembelanjaan tersebut.
&quot;Karena tidak terkendali jadi kalau mal itu kan ada 3 pihak, satu pengelola mal, kedua adalah tenan, ketiganya adalah pengunjung mal. Ini menjadi persoalan karena kalau mau menerapkan protokol kesehatan itu harus ada yang mengawasi,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8yOC8xLzEyMTM0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Persoalannya, Trubus melanjutkan dalam mengawasi tersebut sangat sukar, oleh sebab itu. Trubus menilai pembukaan mal dalam kondisi saat ini dinilai belum tepat.

&quot;Jadi menurut saya belum waktunya,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
