<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Protes Kematian George Floyd di Beberapa Kota Berubah Jadi Kerusuhan, Minneapolis Mencekam</title><description>Penjarahan, perusakan, pembakaran menjadi tak terkendali di beberapa kota.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/30/18/2222098/protes-kematian-george-floyd-di-beberapa-kota-berubah-jadi-kerusuhan-minneapolis-mencekam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/30/18/2222098/protes-kematian-george-floyd-di-beberapa-kota-berubah-jadi-kerusuhan-minneapolis-mencekam"/><item><title>Protes Kematian George Floyd di Beberapa Kota Berubah Jadi Kerusuhan, Minneapolis Mencekam</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/30/18/2222098/protes-kematian-george-floyd-di-beberapa-kota-berubah-jadi-kerusuhan-minneapolis-mencekam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/30/18/2222098/protes-kematian-george-floyd-di-beberapa-kota-berubah-jadi-kerusuhan-minneapolis-mencekam</guid><pubDate>Sabtu 30 Mei 2020 17:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/30/18/2222098/protes-kematian-george-floyd-di-beberapa-kota-berubah-jadi-kerusuhan-minneapolis-mencekam-PuQJqoDLPU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengunjuk rasa menggelar aksi di depan sebuah restoran di Minneapolis, 29 Mei 2020. (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/30/18/2222098/protes-kematian-george-floyd-di-beberapa-kota-berubah-jadi-kerusuhan-minneapolis-mencekam-PuQJqoDLPU.jpg</image><title>Pengunjuk rasa menggelar aksi di depan sebuah restoran di Minneapolis, 29 Mei 2020. (Foto: AP)</title></images><description>PORTLAND &amp;ndash; Demonstrasi memprotes kematian George Floyd, pria kulit hitam yang terbunuh oleh polisi di Minneapolis, Minnesota di beberapa kota di Amerika Serikat (AS) berubah menjadi kerusuhan dengan kekerasan, pembakaran dan penjarahan.
Dalam keterangan yang dilansir VOA, polisi Portland, Oregon mengatakan setidaknya terjadi satu penembakan terkait dengan protes tersebut, meski tidak menjelaskan rinciannya. Kotak-kotak kardus dan barang-barang lain tampak dibakar di tengah jalan menuju pusat kota, sementara banyak orang terlihat masuk ke mal Pioneer Place dan menjarah barang-barang dari toko-toko.
Petugas menembakkan gas air mata setelah massa melemparkan proyektil ke arah mereka. Petugas pemadam kebakaran juga merespons laporan terjadinya kebakaran di beberapa lokasi di kota itu.
Di Atlanta, Georgia, massa menyerbu masuk ke gedung markas CNN, yang juga merupakan lokasi cabang kantor polisi Atlanta. Mereka merusak kaca depan dan logo CNN yang berada di depan gedung tetapi tidak dapat masuk karena dihalangi barisan polisi yang berjaga.
Georgia telah mengumumkan keadaan darurat dan mengerahkan pasukan Garda Nasional setelah penjarahan dan kekacauan di Atlanta menjadi tidak terkendali.
Sementara di Detroit, seorang pria tewas setelah tertembak di tengah kekacauan yang juga terjadi di kota tersebut. Tidak diketahui apakah pria itu merupakan bagian dari protes, tetapi pihak keamanan di kota utama Michigan itu telah melepaskan tembakan gas air mata untuk menghalau para demonstran.
Di New York, lebih dari 200 demonstran ditahan setelah membakar sebuah mobil polisi di Brooklyn. Markas kepolisian di Brooklyn juga dilaporkan dikepung massa demonstran. Polisi dilaporkan menggunakan pentungan dan semprotan merica untuk membubarkan massa yang menolak bubar.
Protes juga terjadi di Washington DC, di mana bentrokan antara demonstran dan polisi sempat memaksa Dinas Rahasia memberlakukan penguncian terhadap Gedung Putih.


Demonstrasi terjadi di berbagai kota di AS memprotes kematian Floyd,  pria kulit hitam berusia 46 tahun yang meninggal di Minneapolis pada  Senin (26/5/2020) setelah seorang polisi kulit putih menekan lututnya ke  lehernya. Floyd sempat berteriak mengatakan tak bisa bernafas sebelum  kemudian tergeletak tak bergerak dan dinyatakan meninggal. Petugas itu  ditangkap pada Jumat (29/5/2020) atas tuduhan pidana.
Kematian Floyd menyulut protes besar yang berujung kerusuhan di  Minneapolis, yang telah berlangsung selama tiga malam berturut-turut.  Demonstran telah melakukan perusakan, penjarahan, di kota itu, bahkan  beberapa bangunan, termasuk sebuah kantor polisi telah dibakar massa.
Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey telah mengumumkan keadaan darurat  di Minneapolis dan kota kembarnya, St. Paul pada Kamis (28/5/2020) dan  menerjunkan pasukan Garda Nasional untuk membantu mengamankan kota,  namun keadaan masih mencekam.
Sejauh ini Presiden AS Donald Trump telah meminta demonstran untuk  tidak melanjutkan kerusuhan, menyebut para penjarah sebagai &amp;ldquo;penjahat&amp;rdquo;  yang merusak kenangan tentang Floyd. Dia juga meminta Biro Penyelidik  Federal AS (FBI) untuk melakukan penyelidikan mengenai apakah  pelanggaran hukum hak-hak sipil dalam kematian Floyd.</description><content:encoded>PORTLAND &amp;ndash; Demonstrasi memprotes kematian George Floyd, pria kulit hitam yang terbunuh oleh polisi di Minneapolis, Minnesota di beberapa kota di Amerika Serikat (AS) berubah menjadi kerusuhan dengan kekerasan, pembakaran dan penjarahan.
Dalam keterangan yang dilansir VOA, polisi Portland, Oregon mengatakan setidaknya terjadi satu penembakan terkait dengan protes tersebut, meski tidak menjelaskan rinciannya. Kotak-kotak kardus dan barang-barang lain tampak dibakar di tengah jalan menuju pusat kota, sementara banyak orang terlihat masuk ke mal Pioneer Place dan menjarah barang-barang dari toko-toko.
Petugas menembakkan gas air mata setelah massa melemparkan proyektil ke arah mereka. Petugas pemadam kebakaran juga merespons laporan terjadinya kebakaran di beberapa lokasi di kota itu.
Di Atlanta, Georgia, massa menyerbu masuk ke gedung markas CNN, yang juga merupakan lokasi cabang kantor polisi Atlanta. Mereka merusak kaca depan dan logo CNN yang berada di depan gedung tetapi tidak dapat masuk karena dihalangi barisan polisi yang berjaga.
Georgia telah mengumumkan keadaan darurat dan mengerahkan pasukan Garda Nasional setelah penjarahan dan kekacauan di Atlanta menjadi tidak terkendali.
Sementara di Detroit, seorang pria tewas setelah tertembak di tengah kekacauan yang juga terjadi di kota tersebut. Tidak diketahui apakah pria itu merupakan bagian dari protes, tetapi pihak keamanan di kota utama Michigan itu telah melepaskan tembakan gas air mata untuk menghalau para demonstran.
Di New York, lebih dari 200 demonstran ditahan setelah membakar sebuah mobil polisi di Brooklyn. Markas kepolisian di Brooklyn juga dilaporkan dikepung massa demonstran. Polisi dilaporkan menggunakan pentungan dan semprotan merica untuk membubarkan massa yang menolak bubar.
Protes juga terjadi di Washington DC, di mana bentrokan antara demonstran dan polisi sempat memaksa Dinas Rahasia memberlakukan penguncian terhadap Gedung Putih.


Demonstrasi terjadi di berbagai kota di AS memprotes kematian Floyd,  pria kulit hitam berusia 46 tahun yang meninggal di Minneapolis pada  Senin (26/5/2020) setelah seorang polisi kulit putih menekan lututnya ke  lehernya. Floyd sempat berteriak mengatakan tak bisa bernafas sebelum  kemudian tergeletak tak bergerak dan dinyatakan meninggal. Petugas itu  ditangkap pada Jumat (29/5/2020) atas tuduhan pidana.
Kematian Floyd menyulut protes besar yang berujung kerusuhan di  Minneapolis, yang telah berlangsung selama tiga malam berturut-turut.  Demonstran telah melakukan perusakan, penjarahan, di kota itu, bahkan  beberapa bangunan, termasuk sebuah kantor polisi telah dibakar massa.
Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey telah mengumumkan keadaan darurat  di Minneapolis dan kota kembarnya, St. Paul pada Kamis (28/5/2020) dan  menerjunkan pasukan Garda Nasional untuk membantu mengamankan kota,  namun keadaan masih mencekam.
Sejauh ini Presiden AS Donald Trump telah meminta demonstran untuk  tidak melanjutkan kerusuhan, menyebut para penjarah sebagai &amp;ldquo;penjahat&amp;rdquo;  yang merusak kenangan tentang Floyd. Dia juga meminta Biro Penyelidik  Federal AS (FBI) untuk melakukan penyelidikan mengenai apakah  pelanggaran hukum hak-hak sipil dalam kematian Floyd.</content:encoded></item></channel></rss>
