<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendeta India Penggal Kepala Pria Sebagai Persembahan untuk Akhiri Pandemi Covid-19</title><description>Ojha diduga dalam keadaan mabuk karena ganja saat melakukan perbuatannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/31/18/2222112/pendeta-india-penggal-kepala-pria-sebagai-persembahan-untuk-akhiri-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/05/31/18/2222112/pendeta-india-penggal-kepala-pria-sebagai-persembahan-untuk-akhiri-pandemi-covid-19"/><item><title>Pendeta India Penggal Kepala Pria Sebagai Persembahan untuk Akhiri Pandemi Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/05/31/18/2222112/pendeta-india-penggal-kepala-pria-sebagai-persembahan-untuk-akhiri-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/05/31/18/2222112/pendeta-india-penggal-kepala-pria-sebagai-persembahan-untuk-akhiri-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Minggu 31 Mei 2020 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/30/18/2222112/pendeta-india-penggal-kepala-pria-sebagai-persembahan-untuk-akhiri-pandemi-covid-19-xHJtldKDNH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/30/18/2222112/pendeta-india-penggal-kepala-pria-sebagai-persembahan-untuk-akhiri-pandemi-covid-19-xHJtldKDNH.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEORANG pendeta berusia 70 tahun di India memenggal seorang pria sebagai pengorbanan untuk mengakhiri pandemi virus corona (Covid-19). Pendeta itu diduga mabuk setelah menghisap ganja saat melakukan perbuatannya.
Sansari Ojha dari Kuil Brahmani Devi di wilayah kewenangan kantor polisi Narasinghpur di Cuttack memenggal kepala Saroj Kumar Pradhan yang berusia 52 tahun.
Pendeta Hindu dari daerah Bandhahuda di Odisha itu mengatakan, dia membunuh Pradhan untuk menenangkan seorang dewi. Dia memenggal kepala Pradhan dengan kapak pada jam 1 pagi di kuil kuil setelah terlibat pertengkaran.
Detektif Ashish Kumar Singh mengatakan Ojha mabuk berat pada saat itu dan menyerah kepada polisi pada hari yang sama setelah sadar.
Dia mengatakan Ojha mengklaim dia diperintahkan oleh seorang dewi dalam mimpinya untuk mengorbankan manusia untuk mengakhiri pandemi.
&amp;ldquo;Pendeta itu mengklaim bahwa dia melihat seorang dewi dalam mimpinya dan diminta untuk mengorbankan nyawa manusia untuk mengakhiri virus corona,&amp;rdquo; kata perwira polisi sub-divisi Athagarh, Alok Ranjan Ray sebagaimana dilansir Daily Mail.
&quot;Karena itu, untuk menenangkan sang dewi, dia memenggal pria itu,&quot; tambahnya.
Ojha itu diketahui memiliki perselisihan yang lama dengan Pradhan tentang kebun mangga di Desa Bandhahuda.
Polisi mengatakan mereka telah memulai penyelidikan dan kedua pria itu diketahui mengisap ganja sebelum serangan itu.
Jasad Pradhan telah dikirim untuk otopsi dan senjata pembunuhan telah disita dari kuil.
</description><content:encoded>SEORANG pendeta berusia 70 tahun di India memenggal seorang pria sebagai pengorbanan untuk mengakhiri pandemi virus corona (Covid-19). Pendeta itu diduga mabuk setelah menghisap ganja saat melakukan perbuatannya.
Sansari Ojha dari Kuil Brahmani Devi di wilayah kewenangan kantor polisi Narasinghpur di Cuttack memenggal kepala Saroj Kumar Pradhan yang berusia 52 tahun.
Pendeta Hindu dari daerah Bandhahuda di Odisha itu mengatakan, dia membunuh Pradhan untuk menenangkan seorang dewi. Dia memenggal kepala Pradhan dengan kapak pada jam 1 pagi di kuil kuil setelah terlibat pertengkaran.
Detektif Ashish Kumar Singh mengatakan Ojha mabuk berat pada saat itu dan menyerah kepada polisi pada hari yang sama setelah sadar.
Dia mengatakan Ojha mengklaim dia diperintahkan oleh seorang dewi dalam mimpinya untuk mengorbankan manusia untuk mengakhiri pandemi.
&amp;ldquo;Pendeta itu mengklaim bahwa dia melihat seorang dewi dalam mimpinya dan diminta untuk mengorbankan nyawa manusia untuk mengakhiri virus corona,&amp;rdquo; kata perwira polisi sub-divisi Athagarh, Alok Ranjan Ray sebagaimana dilansir Daily Mail.
&quot;Karena itu, untuk menenangkan sang dewi, dia memenggal pria itu,&quot; tambahnya.
Ojha itu diketahui memiliki perselisihan yang lama dengan Pradhan tentang kebun mangga di Desa Bandhahuda.
Polisi mengatakan mereka telah memulai penyelidikan dan kedua pria itu diketahui mengisap ganja sebelum serangan itu.
Jasad Pradhan telah dikirim untuk otopsi dan senjata pembunuhan telah disita dari kuil.
</content:encoded></item></channel></rss>
