<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Penyerangan Polsek Daha Selatan Diduga Lone Wolf Jaringan JAD</title><description>Stanislaus menerangkan bahwa militan yang berafiliasi dengan ISIS biasanya menjadikan polisi sebagai musuh mereka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/01/340/2222720/pelaku-penyerangan-polsek-daha-selatan-diduga-lone-wolf-jaringan-jad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/01/340/2222720/pelaku-penyerangan-polsek-daha-selatan-diduga-lone-wolf-jaringan-jad"/><item><title>Pelaku Penyerangan Polsek Daha Selatan Diduga Lone Wolf Jaringan JAD</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/01/340/2222720/pelaku-penyerangan-polsek-daha-selatan-diduga-lone-wolf-jaringan-jad</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/01/340/2222720/pelaku-penyerangan-polsek-daha-selatan-diduga-lone-wolf-jaringan-jad</guid><pubDate>Senin 01 Juni 2020 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/01/340/2222720/pelaku-penyerangan-polsek-daha-selatan-diduga-lone-wolf-jaringan-jad-Wdwbgf6EBh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/01/340/2222720/pelaku-penyerangan-polsek-daha-selatan-diduga-lone-wolf-jaringan-jad-Wdwbgf6EBh.jpg</image><title>foto: ist</title></images><description>JAKARTA - Pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta menduga pelaku penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatas (Kalsel) merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.
&quot;Dilihat dari atribut, model serangan dan targetnya ini dari kelompok yang berafiliasi dengan ISIS, kemungkinan besar JAD,&quot; kata Stanislaus saat dihubungi Okezone, Senin (1/6/2020).
Stanislaus mengatakan, penyerangan Mapolsek Daha Selatan ini tidak ada kaitannya dengan perayaan Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni. &quot;Tidak ada kaitannya saya kira dengan Hari Pancasila,&quot; imbuhnya.
Stanislaus menerangkan bahwa militan yang berafiliasi dengan ISIS biasanya menjadikan polisi sebagai musuh mereka.
&quot;Salah satu pihak yang dijadikan sebagai musuh oleh ISIS di Indonesia adalah Polri karena tindakan hukum yang dilakukan oleh Polri membuat kelompok radikal yang berafiliasi dengan ISIS menjadi terdesak,&quot; tandas dia.
Oleh sebab itu, polisi harus mewaspadai serangan yang dilakukan oleh seorang diri atau lone wolf.
&quot;Harus diwaspadai aksi model lone wolf. Aksi model lone wolf sulit dideteksi, karena bergerak seorang diri sehingga tidak ada komunikasi atau transaksi yang bisa dipantau,&quot; tukas Stanislaus.Sekadar informasi, seseorang yang tidak diketahui identitasnya menyerang Mapolsek Daha Selatan. Dikabarkan satu orang polisi tewas akibat sabetan senjata tajam yang dibawa oleh pelaku. Sementara itu, pelaku langsung ditembak mati oleh petugas. Hingga kini aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.Selain menyerang anggota, OTK ini juga membakar sebuah mobil patroli milik Polsek Daha Selatan. Kemudian, ditemukan juga bendera ISIS di lokasi kejadian yang diduga milik pelaku.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta menduga pelaku penyerangan Mapolsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatas (Kalsel) merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.
&quot;Dilihat dari atribut, model serangan dan targetnya ini dari kelompok yang berafiliasi dengan ISIS, kemungkinan besar JAD,&quot; kata Stanislaus saat dihubungi Okezone, Senin (1/6/2020).
Stanislaus mengatakan, penyerangan Mapolsek Daha Selatan ini tidak ada kaitannya dengan perayaan Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni. &quot;Tidak ada kaitannya saya kira dengan Hari Pancasila,&quot; imbuhnya.
Stanislaus menerangkan bahwa militan yang berafiliasi dengan ISIS biasanya menjadikan polisi sebagai musuh mereka.
&quot;Salah satu pihak yang dijadikan sebagai musuh oleh ISIS di Indonesia adalah Polri karena tindakan hukum yang dilakukan oleh Polri membuat kelompok radikal yang berafiliasi dengan ISIS menjadi terdesak,&quot; tandas dia.
Oleh sebab itu, polisi harus mewaspadai serangan yang dilakukan oleh seorang diri atau lone wolf.
&quot;Harus diwaspadai aksi model lone wolf. Aksi model lone wolf sulit dideteksi, karena bergerak seorang diri sehingga tidak ada komunikasi atau transaksi yang bisa dipantau,&quot; tukas Stanislaus.Sekadar informasi, seseorang yang tidak diketahui identitasnya menyerang Mapolsek Daha Selatan. Dikabarkan satu orang polisi tewas akibat sabetan senjata tajam yang dibawa oleh pelaku. Sementara itu, pelaku langsung ditembak mati oleh petugas. Hingga kini aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.Selain menyerang anggota, OTK ini juga membakar sebuah mobil patroli milik Polsek Daha Selatan. Kemudian, ditemukan juga bendera ISIS di lokasi kejadian yang diduga milik pelaku.</content:encoded></item></channel></rss>
