<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemeriksa Medis Temukan Narkotika Fentanil dan Methamphetamine dalam Sistem Floyd</title><description>Hasil otopsi menyimpulkan kematian Floyd sebagai pembunuhan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/02/18/2223120/pemeriksa-medis-temukan-narkotika-fentanil-dan-methamphetamine-dalam-sistem-floyd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/02/18/2223120/pemeriksa-medis-temukan-narkotika-fentanil-dan-methamphetamine-dalam-sistem-floyd"/><item><title>Pemeriksa Medis Temukan Narkotika Fentanil dan Methamphetamine dalam Sistem Floyd</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/02/18/2223120/pemeriksa-medis-temukan-narkotika-fentanil-dan-methamphetamine-dalam-sistem-floyd</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/02/18/2223120/pemeriksa-medis-temukan-narkotika-fentanil-dan-methamphetamine-dalam-sistem-floyd</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2020 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/02/18/2223120/pemeriksa-medis-temukan-narkotika-fentanil-dan-methamphetamine-dalam-sistem-floyd-4CQw6LKtdX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: AP.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/02/18/2223120/pemeriksa-medis-temukan-narkotika-fentanil-dan-methamphetamine-dalam-sistem-floyd-4CQw6LKtdX.jpg</image><title>Foto: AP.</title></images><description>MINNEAPOLIS &amp;ndash; Hasil otopsi yang dilakukan pemeriksa medis Kabupaten Hennepin menemukan narkotika fentanil dan methamphetamine dalam tubuhnya yang mungkin berkontribusi pada kematian pria saat ditahan oleh petugas kepolisian Minneapolis.
Dalam laporannya, pemeriksa medis Kabupaten Hennepin menyimpulkan kematian Floyd sebagai pembunuhan yang disebabkan serangan jantung dan terhentinya pernapasan yang terjadi saat pria kulit hitam itu dijepit ke tanah oleh petugas kepolisian.
Pemeriksa medis mendefinisikan penyebab kematian pria kulit hitam itu sebagai &quot;serangan jantung dan paru-paru disebabkan penahanan oleh penegak hukum, pengekangan, dan kompresi leher.&quot;
Laporan itu sesuai dengan hasil otopsi independen dari Dr. Michael Baden and Dr. Allecia Wilson, yang juga menyimpulkan bahwa kematian Floyd sebagai sebuah pembunuhan.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;&amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/BREAKING?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#BREAKING&amp;lt;/a&amp;gt;: Hennepin County Med Examiner declares &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/GeorgeFloyd?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#GeorgeFloyd&amp;lt;/a&amp;gt; death a homicide &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/QQ06FBbCRC&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/QQ06FBbCRC&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Sean Langille (@SeanLangille) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/SeanLangille/status/1267570836304793600?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;June 1, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Sebelumnya, dalam temuan awal, pemeriksa medis mengatakan bahwa tidak ada hal dalam otopsi Floyd untuk mendukung diagnosis &quot;asfiksia dan pencekikan traumatis&quot; seperti yang disebutkan oleh Baden dan Wilson. Namun, mereka kemudian menunjukkan bahwa pria itu memiliki beberapa masalah kesehatan mendasar yang mungkin berkontribusi pada kematiannya.
Diwartakan RT, dalam laporan yang dirilis pada Senin malam (1/6/2020), pemeriksa menyebutkan bahwa kondisi kesehatan yang sebelumnya dialami Floyd adalah &quot;penyakit jantung arteriosklerotik dan hipertensi,&quot; serta &quot;keracunan fentanil&quot; dan &quot;penggunaan metamfetamin&quot; yang dilakukan beberapa waktu sebelum kematiannya.
Pembunuhan Floyd telah mengguncang AS, setelah video viral yang menunjukkan dia memohon kepada para petugas untuk membiarkannya berdiri sambil mengatakan &quot;Aku tidak bisa bernapas&quot;. Kematiannya memicu protes di lebih dari 75 kota, dengan banyak di antaranya berakhir dengan kerusuhan, kekacauan, dan penjarahan.
</description><content:encoded>MINNEAPOLIS &amp;ndash; Hasil otopsi yang dilakukan pemeriksa medis Kabupaten Hennepin menemukan narkotika fentanil dan methamphetamine dalam tubuhnya yang mungkin berkontribusi pada kematian pria saat ditahan oleh petugas kepolisian Minneapolis.
Dalam laporannya, pemeriksa medis Kabupaten Hennepin menyimpulkan kematian Floyd sebagai pembunuhan yang disebabkan serangan jantung dan terhentinya pernapasan yang terjadi saat pria kulit hitam itu dijepit ke tanah oleh petugas kepolisian.
Pemeriksa medis mendefinisikan penyebab kematian pria kulit hitam itu sebagai &quot;serangan jantung dan paru-paru disebabkan penahanan oleh penegak hukum, pengekangan, dan kompresi leher.&quot;
Laporan itu sesuai dengan hasil otopsi independen dari Dr. Michael Baden and Dr. Allecia Wilson, yang juga menyimpulkan bahwa kematian Floyd sebagai sebuah pembunuhan.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;&amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/BREAKING?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#BREAKING&amp;lt;/a&amp;gt;: Hennepin County Med Examiner declares &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/GeorgeFloyd?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#GeorgeFloyd&amp;lt;/a&amp;gt; death a homicide &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/QQ06FBbCRC&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/QQ06FBbCRC&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Sean Langille (@SeanLangille) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/SeanLangille/status/1267570836304793600?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;June 1, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Sebelumnya, dalam temuan awal, pemeriksa medis mengatakan bahwa tidak ada hal dalam otopsi Floyd untuk mendukung diagnosis &quot;asfiksia dan pencekikan traumatis&quot; seperti yang disebutkan oleh Baden dan Wilson. Namun, mereka kemudian menunjukkan bahwa pria itu memiliki beberapa masalah kesehatan mendasar yang mungkin berkontribusi pada kematiannya.
Diwartakan RT, dalam laporan yang dirilis pada Senin malam (1/6/2020), pemeriksa menyebutkan bahwa kondisi kesehatan yang sebelumnya dialami Floyd adalah &quot;penyakit jantung arteriosklerotik dan hipertensi,&quot; serta &quot;keracunan fentanil&quot; dan &quot;penggunaan metamfetamin&quot; yang dilakukan beberapa waktu sebelum kematiannya.
Pembunuhan Floyd telah mengguncang AS, setelah video viral yang menunjukkan dia memohon kepada para petugas untuk membiarkannya berdiri sambil mengatakan &quot;Aku tidak bisa bernapas&quot;. Kematiannya memicu protes di lebih dari 75 kota, dengan banyak di antaranya berakhir dengan kerusuhan, kekacauan, dan penjarahan.
</content:encoded></item></channel></rss>
