<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bicara Mengenai Kematian Gorge Floyd, Paus Fransiskus Kecam Rasisme, Serukan Rekonsiliasi</title><description>Paus Fransiskus mengatakan kekerasan di jalanan dapat &quot;merusak diri sendiri&quot;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/03/18/2224032/bicara-mengenai-kematian-gorge-floyd-paus-fransiskus-kecam-rasisme-serukan-rekonsiliasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/03/18/2224032/bicara-mengenai-kematian-gorge-floyd-paus-fransiskus-kecam-rasisme-serukan-rekonsiliasi"/><item><title>Bicara Mengenai Kematian Gorge Floyd, Paus Fransiskus Kecam Rasisme, Serukan Rekonsiliasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/03/18/2224032/bicara-mengenai-kematian-gorge-floyd-paus-fransiskus-kecam-rasisme-serukan-rekonsiliasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/03/18/2224032/bicara-mengenai-kematian-gorge-floyd-paus-fransiskus-kecam-rasisme-serukan-rekonsiliasi</guid><pubDate>Rabu 03 Juni 2020 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/03/18/2224032/bicara-mengenai-kematian-gorge-floyd-paus-fransiskus-kecam-rasisme-serukan-rekonsiliasi-AgUGQZRqwh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus. (Foto: EPA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/03/18/2224032/bicara-mengenai-kematian-gorge-floyd-paus-fransiskus-kecam-rasisme-serukan-rekonsiliasi-AgUGQZRqwh.jpg</image><title>Paus Fransiskus. (Foto: EPA)</title></images><description>VATICAN CITY &amp;ndash; Pemimpin Umat Katolik Dunia, Paus Fransiskus pada Rabu (3/6/2020) menyerukan rekonsiliasi nasional di Amerika Serikat (AS) menyusul kekerasan dan kerusuhan yang terjadi setelah kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas saat ditahan polisi. Dia mengatakan bahwa meski rasisme tidak dapat ditoleransi, kekerasan jalanan yang telah terjadi dapat &quot;merusak dan mengalahkan diri sendiri&quot;.
Paus Fransiskus memecah kebisuannya terkait ketegangan di AS, yang telah berlangsung selama delapan malam, dengan mendedikasikan seluruh bagian khotbah berbahasa Inggris dari audiensi mingguannya untuk berbicara mengenai kekacauan di sana.
Dia menyebut kematian George Floyd sebagai sebuah insiden &quot;tragis&quot;.
Paus Fransiskus mengatakan dia berdoa untuk semua yang kehilangan nyawa sebagai akibat dari &quot;dosa rasisme&quot;, termasuk Floyd.
&quot;Teman-teman saya, kita tidak bisa mentolerir atau menutup mata terhadap rasisme dan pengucilan dalam bentuk apa pun dan belum mengklaim untuk mempertahankan kesucian setiap kehidupan manusia,&quot; kata Paus Fransiskus sebagaimana dilansir Reuters, Rabu.
&amp;ldquo;Pada saat yang sama, kita harus menyadari bahwa kekerasan malam-malam belakangan ini merusak diri sendiri dan menghancurkan diri sendiri. Tidak ada yang diperoleh dengan kekerasan dan begitu banyak yang hilang,&amp;rdquo; katanya.
Paus meminta orang Amerika untuk memohon kepada Tuhan untuk &quot;rekonsiliasi nasional dan perdamaian yang kita dambakan&quot;.
</description><content:encoded>VATICAN CITY &amp;ndash; Pemimpin Umat Katolik Dunia, Paus Fransiskus pada Rabu (3/6/2020) menyerukan rekonsiliasi nasional di Amerika Serikat (AS) menyusul kekerasan dan kerusuhan yang terjadi setelah kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas saat ditahan polisi. Dia mengatakan bahwa meski rasisme tidak dapat ditoleransi, kekerasan jalanan yang telah terjadi dapat &quot;merusak dan mengalahkan diri sendiri&quot;.
Paus Fransiskus memecah kebisuannya terkait ketegangan di AS, yang telah berlangsung selama delapan malam, dengan mendedikasikan seluruh bagian khotbah berbahasa Inggris dari audiensi mingguannya untuk berbicara mengenai kekacauan di sana.
Dia menyebut kematian George Floyd sebagai sebuah insiden &quot;tragis&quot;.
Paus Fransiskus mengatakan dia berdoa untuk semua yang kehilangan nyawa sebagai akibat dari &quot;dosa rasisme&quot;, termasuk Floyd.
&quot;Teman-teman saya, kita tidak bisa mentolerir atau menutup mata terhadap rasisme dan pengucilan dalam bentuk apa pun dan belum mengklaim untuk mempertahankan kesucian setiap kehidupan manusia,&quot; kata Paus Fransiskus sebagaimana dilansir Reuters, Rabu.
&amp;ldquo;Pada saat yang sama, kita harus menyadari bahwa kekerasan malam-malam belakangan ini merusak diri sendiri dan menghancurkan diri sendiri. Tidak ada yang diperoleh dengan kekerasan dan begitu banyak yang hilang,&amp;rdquo; katanya.
Paus meminta orang Amerika untuk memohon kepada Tuhan untuk &quot;rekonsiliasi nasional dan perdamaian yang kita dambakan&quot;.
</content:encoded></item></channel></rss>
