<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Delapan Tahun Menanti, Ibu Bidan Batal Naik Haji karena Covid-19</title><description>Bidan Desa Cigugur Kaler, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jabar ini, seharusnya bisa berangkat haji pada tahun ini.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/03/525/2224065/delapan-tahun-menanti-ibu-bidan-batal-naik-haji-karena-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/03/525/2224065/delapan-tahun-menanti-ibu-bidan-batal-naik-haji-karena-covid-19"/><item><title>Delapan Tahun Menanti, Ibu Bidan Batal Naik Haji karena Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/03/525/2224065/delapan-tahun-menanti-ibu-bidan-batal-naik-haji-karena-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/03/525/2224065/delapan-tahun-menanti-ibu-bidan-batal-naik-haji-karena-covid-19</guid><pubDate>Rabu 03 Juni 2020 21:27 WIB</pubDate><dc:creator>Mulyana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/03/525/2224065/delapan-tahun-menanti-ibu-bidan-batal-naik-haji-karena-covid-19-BsRuqXrUaY.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/03/525/2224065/delapan-tahun-menanti-ibu-bidan-batal-naik-haji-karena-covid-19-BsRuqXrUaY.jpg</image><title></title></images><description>SUBANG - Pandemi Covid-19, menyisakan duka bagi semua kalangan masyarakat. Tak hanya membuat ambruk sektor ekonomi dan wisata, penyakit ini juga dampaknya meluas kemana-mana. Termasuk, batalnya penyelenggaraan ibadah haji 2020 akibat penyakit mematikan tersebut.

Kebijakan batalnya ibadah haji ini, membuat sejumlah calon jamaah bersedih. Salah satunya, dirasakan oleh Idah Royani Pratama (36). Bidan Desa Cigugur Kaler, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jabar ini, seharusnya bisa berangkat haji pada tahun ini.

&quot;Tetapi, tahun ini penyelenggaraan ibadah hajinya batal,&quot; ujarnya yang bekerja di Puskesmas Karanganyar ini, kepada Okezone, Rabu (3/6/2020).

Sebenarnya, bidan desa ini tidak kecewa. Apalagi, dirinya juga harus menjadi garda terdepan, untuk membantu pemerintah dalam mengatasi corona ini. Tetapi, impiannya berhaji yang sudah ditunggunya selama delapan tahun terakhir ini, harus buyar.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMi8xLzEyMTM3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Terlebih lagi, sebelum corona mewabah di Indonesia, Idah sudah membayar untuk pelunasan ibadah haji sebesar Rp 11,2 juta. Namun, pada akhirnya ibadah haji dipending sampai situasi membaik.

&quot;Semoga corona cepat menghilang. Dengan begitu, calhaj 2020 ini bisa berangkat haji di tahun depan,&quot; ujarnya.

Beruntung, hingga saat ini Idah belum memersiapkan perlengkapan untuk keperluan ibadahnya selama di tanah suci. Termasuk, menggelar syukuran Waliwatus Safar.

&quot;Termasuk oleh-oleh, saya belum membelinya. Karena, sebagai bidan desa waktu saya banyak tersita untuk membantu pemerintah dalam mengatasi corona ini,&quot; ujar Alumni SMPN I Pusakanagara angkatan 1998 ini. (Mulyana)
</description><content:encoded>SUBANG - Pandemi Covid-19, menyisakan duka bagi semua kalangan masyarakat. Tak hanya membuat ambruk sektor ekonomi dan wisata, penyakit ini juga dampaknya meluas kemana-mana. Termasuk, batalnya penyelenggaraan ibadah haji 2020 akibat penyakit mematikan tersebut.

Kebijakan batalnya ibadah haji ini, membuat sejumlah calon jamaah bersedih. Salah satunya, dirasakan oleh Idah Royani Pratama (36). Bidan Desa Cigugur Kaler, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jabar ini, seharusnya bisa berangkat haji pada tahun ini.

&quot;Tetapi, tahun ini penyelenggaraan ibadah hajinya batal,&quot; ujarnya yang bekerja di Puskesmas Karanganyar ini, kepada Okezone, Rabu (3/6/2020).

Sebenarnya, bidan desa ini tidak kecewa. Apalagi, dirinya juga harus menjadi garda terdepan, untuk membantu pemerintah dalam mengatasi corona ini. Tetapi, impiannya berhaji yang sudah ditunggunya selama delapan tahun terakhir ini, harus buyar.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMi8xLzEyMTM3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Terlebih lagi, sebelum corona mewabah di Indonesia, Idah sudah membayar untuk pelunasan ibadah haji sebesar Rp 11,2 juta. Namun, pada akhirnya ibadah haji dipending sampai situasi membaik.

&quot;Semoga corona cepat menghilang. Dengan begitu, calhaj 2020 ini bisa berangkat haji di tahun depan,&quot; ujarnya.

Beruntung, hingga saat ini Idah belum memersiapkan perlengkapan untuk keperluan ibadahnya selama di tanah suci. Termasuk, menggelar syukuran Waliwatus Safar.

&quot;Termasuk oleh-oleh, saya belum membelinya. Karena, sebagai bidan desa waktu saya banyak tersita untuk membantu pemerintah dalam mengatasi corona ini,&quot; ujar Alumni SMPN I Pusakanagara angkatan 1998 ini. (Mulyana)
</content:encoded></item></channel></rss>
