<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pakar Epidemiologi Sebut Ada Potensi Penularan Covid-19 Baru Jelang PSBB Berakhir   </title><description>Menjelang pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di Jakarta berakhir, kepadatan terjadi di beberapa titik wilayah Ibu Kota.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/04/338/2224184/pakar-epidemiologi-sebut-ada-potensi-penularan-covid-19-baru-jelang-psbb-berakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/04/338/2224184/pakar-epidemiologi-sebut-ada-potensi-penularan-covid-19-baru-jelang-psbb-berakhir"/><item><title> Pakar Epidemiologi Sebut Ada Potensi Penularan Covid-19 Baru Jelang PSBB Berakhir   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/04/338/2224184/pakar-epidemiologi-sebut-ada-potensi-penularan-covid-19-baru-jelang-psbb-berakhir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/04/338/2224184/pakar-epidemiologi-sebut-ada-potensi-penularan-covid-19-baru-jelang-psbb-berakhir</guid><pubDate>Kamis 04 Juni 2020 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/04/338/2224184/pakar-epidemiologi-sebut-ada-potensi-penularan-covid-19-baru-jelang-psbb-berakhir-7xAgVH8OIO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/04/338/2224184/pakar-epidemiologi-sebut-ada-potensi-penularan-covid-19-baru-jelang-psbb-berakhir-7xAgVH8OIO.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone.com</title></images><description>
JAKARTA - Menjelang pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di Jakarta berakhir, kepadatan terjadi di beberapa titik wilayah Ibu Kota. Mulai dari transportasi umum, jalanan hingga pelayanan umum seperti halnya pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Pakar Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navila Yamani menjelaskan kepadatan yang terjadi itu memiliki potensi  menjadi tempat penularan baru virus Covid-19.

Laura memang mengakui kasus di Jakarta belakangan ini memang menurun, tapi itu belum secara konsisten dan melandai. Namun menurutnya belum berarti wilayah Ibu Kota ini penularan kasusnya sudah berhenti ditambah lagi masyarakat mulai kembali melakukan aktivitas.

&quot;Ada potensi penularan ketika masyarakat beraktivitas di luar rumah,&quot; ujar Laura saat dihubungi Okezone di Jakarta, Kamis (4/6/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMy8xLzEyMTM3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia memandang masyarakat tak bisa memilih apakah mengutamakan kesehatan atau lebih kepada aspek ekonomi. Karenanya memang cepat atau lambat masyarakat harus bisa menghadapi kehidupan normal yang baru alias new normal.

Hanya saja, lanjut dia, persiapan menuju ke arah new normal harus melihat beberapa indikator. Seperti  epidemiologi penyakitnya apakah sudah mengalami penurunan secara konsistensi dalam beberapa waktu.

&quot;Test, trace dan thread tetap dilakukan ketika sudah melonggarkan PSBB. Misalnya di stasiun, terminal dan mal atau tempat-tempat yang berpotensi ada keramaian,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Menjelang pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di Jakarta berakhir, kepadatan terjadi di beberapa titik wilayah Ibu Kota. Mulai dari transportasi umum, jalanan hingga pelayanan umum seperti halnya pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Pakar Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navila Yamani menjelaskan kepadatan yang terjadi itu memiliki potensi  menjadi tempat penularan baru virus Covid-19.

Laura memang mengakui kasus di Jakarta belakangan ini memang menurun, tapi itu belum secara konsisten dan melandai. Namun menurutnya belum berarti wilayah Ibu Kota ini penularan kasusnya sudah berhenti ditambah lagi masyarakat mulai kembali melakukan aktivitas.

&quot;Ada potensi penularan ketika masyarakat beraktivitas di luar rumah,&quot; ujar Laura saat dihubungi Okezone di Jakarta, Kamis (4/6/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMy8xLzEyMTM3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia memandang masyarakat tak bisa memilih apakah mengutamakan kesehatan atau lebih kepada aspek ekonomi. Karenanya memang cepat atau lambat masyarakat harus bisa menghadapi kehidupan normal yang baru alias new normal.

Hanya saja, lanjut dia, persiapan menuju ke arah new normal harus melihat beberapa indikator. Seperti  epidemiologi penyakitnya apakah sudah mengalami penurunan secara konsistensi dalam beberapa waktu.

&quot;Test, trace dan thread tetap dilakukan ketika sudah melonggarkan PSBB. Misalnya di stasiun, terminal dan mal atau tempat-tempat yang berpotensi ada keramaian,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
