<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wali Kota Depok Sebut 19 Kelurahan Berkategori Kasus Berat Covid-19   </title><description>Warga Depok, Jawa Barat, diminta tetap mewaspadai virus corona (Covid-19).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/04/338/2224356/wali-kota-depok-sebut-19-kelurahan-berkategori-kasus-berat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/04/338/2224356/wali-kota-depok-sebut-19-kelurahan-berkategori-kasus-berat-covid-19"/><item><title>Wali Kota Depok Sebut 19 Kelurahan Berkategori Kasus Berat Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/04/338/2224356/wali-kota-depok-sebut-19-kelurahan-berkategori-kasus-berat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/04/338/2224356/wali-kota-depok-sebut-19-kelurahan-berkategori-kasus-berat-covid-19</guid><pubDate>Kamis 04 Juni 2020 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/04/338/2224356/wali-kota-depok-sebut-19-kelurahan-berkategori-kasus-berat-covid-19-Fqi1WYOtkK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kota Depok. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/04/338/2224356/wali-kota-depok-sebut-19-kelurahan-berkategori-kasus-berat-covid-19-Fqi1WYOtkK.jpg</image><title>Kota Depok. Foto: Okezone</title></images><description>DEPOK &amp;ndash; Warga Depok, Jawa Barat, diminta tetap mewaspadai virus corona (Covid-19). Sebab di wilayah itu masih terdapat 19 kelurahan berkategori berat atau level 3 Corona.
&amp;ldquo;Level 3 ini bisa dibilang cukup berat, bahasanya masih cukup berat. Sebab, masih ada 19 kelurahan yang kasus konfirmasi positifnya di atas 6, antara 6 dan 10, bahkan ada yang 30,&amp;rdquo; ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris pada Kamis (5/6/2020) sebagaimana dikutip dari Sindonews.
Di Kota Depok sebelumnya ada tiga kelurahan yang masuk zona hijau atau tidak ada kasus Covid-19 sama sekali. Namun sekarang berkurang jadi dua kelurahan saja, karena ada satu kelurahan terdapat penambahan kasus positif dari warga yang bekerja di Jakarta sebagai tenaga kesehatan.
&amp;ldquo;Nah 19 kelurahan ini sebagai kelurahan kategori berat karena masih ada kasus positif antara 6 sampai 30. Jadi dari sisi leveling sesuai arahan Gubernur, Kota Depok level 3. Jadi masih cukup berat,&amp;rdquo; paparnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemkot Depok Izinkan Kegiatan Agama di Tempat Umum pada 4 Juni
Pemkot Depok sendiri terus berupaya mengatasi penyebaran Covid-19. Salah satu caranya tetap menggaungkan penerapan protokol kesehatan seperti agar warga memakai masker, rajin cuci, tangan, jaga jarak, dan lain-lain
&amp;ldquo;Jadi diistilahkan PSBB Proporsional atau bahasa di Kota Depok diistilahkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga. Jadi ada 31 kampung siaga, mudah-mudahan berkurang sampai 20 sampai besok sehingga hari Jumat pemberlakuan new normal secara besar atau AKB bisa,&amp;rdquo; ucap Idris.
Sebelumnya Idris mengatakan bahwa PSBB Proporsional dinilai perlu diterapkan sebelum Kota Depok memasuki fase new normal.
Baca Juga:&amp;nbsp;Atasi Covid-19, Pemkot Depok Bikin Aturan Pembatasan Sosial Kampung Siaga
&quot;PSBB Proporsional sendiri ialah persiapan pelaksanaan adaptasi new normal,&quot; kata Idris melalui siaran akun YouTube-nya, Senin (1/6/2020).
Namun, Idris yang juga sebagai ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok mengaku akan tetap memantau curva penularan corona.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMi8xLzEyMTM3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

</description><content:encoded>DEPOK &amp;ndash; Warga Depok, Jawa Barat, diminta tetap mewaspadai virus corona (Covid-19). Sebab di wilayah itu masih terdapat 19 kelurahan berkategori berat atau level 3 Corona.
&amp;ldquo;Level 3 ini bisa dibilang cukup berat, bahasanya masih cukup berat. Sebab, masih ada 19 kelurahan yang kasus konfirmasi positifnya di atas 6, antara 6 dan 10, bahkan ada yang 30,&amp;rdquo; ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris pada Kamis (5/6/2020) sebagaimana dikutip dari Sindonews.
Di Kota Depok sebelumnya ada tiga kelurahan yang masuk zona hijau atau tidak ada kasus Covid-19 sama sekali. Namun sekarang berkurang jadi dua kelurahan saja, karena ada satu kelurahan terdapat penambahan kasus positif dari warga yang bekerja di Jakarta sebagai tenaga kesehatan.
&amp;ldquo;Nah 19 kelurahan ini sebagai kelurahan kategori berat karena masih ada kasus positif antara 6 sampai 30. Jadi dari sisi leveling sesuai arahan Gubernur, Kota Depok level 3. Jadi masih cukup berat,&amp;rdquo; paparnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemkot Depok Izinkan Kegiatan Agama di Tempat Umum pada 4 Juni
Pemkot Depok sendiri terus berupaya mengatasi penyebaran Covid-19. Salah satu caranya tetap menggaungkan penerapan protokol kesehatan seperti agar warga memakai masker, rajin cuci, tangan, jaga jarak, dan lain-lain
&amp;ldquo;Jadi diistilahkan PSBB Proporsional atau bahasa di Kota Depok diistilahkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga. Jadi ada 31 kampung siaga, mudah-mudahan berkurang sampai 20 sampai besok sehingga hari Jumat pemberlakuan new normal secara besar atau AKB bisa,&amp;rdquo; ucap Idris.
Sebelumnya Idris mengatakan bahwa PSBB Proporsional dinilai perlu diterapkan sebelum Kota Depok memasuki fase new normal.
Baca Juga:&amp;nbsp;Atasi Covid-19, Pemkot Depok Bikin Aturan Pembatasan Sosial Kampung Siaga
&quot;PSBB Proporsional sendiri ialah persiapan pelaksanaan adaptasi new normal,&quot; kata Idris melalui siaran akun YouTube-nya, Senin (1/6/2020).
Namun, Idris yang juga sebagai ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok mengaku akan tetap memantau curva penularan corona.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMi8xLzEyMTM3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

</content:encoded></item></channel></rss>
