<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBB Sebut Tindakan Antinarkoba di Filipina &quot;Mengorbankan HAM&quot;</title><description>Sejak 2016, sedikitnya 8.663 orang telah tewas akibat tindakan antinarkoba Duterte.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/05/18/2224957/pbb-sebut-tindakan-antinarkoba-di-filipina-mengorbankan-ham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/05/18/2224957/pbb-sebut-tindakan-antinarkoba-di-filipina-mengorbankan-ham"/><item><title>PBB Sebut Tindakan Antinarkoba di Filipina &quot;Mengorbankan HAM&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/05/18/2224957/pbb-sebut-tindakan-antinarkoba-di-filipina-mengorbankan-ham</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/05/18/2224957/pbb-sebut-tindakan-antinarkoba-di-filipina-mengorbankan-ham</guid><pubDate>Jum'at 05 Juni 2020 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/05/18/2224957/pbb-sebut-tindakan-antinarkoba-di-filipina-mengorbankan-ham-gO2YNssYmu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/05/18/2224957/pbb-sebut-tindakan-antinarkoba-di-filipina-mengorbankan-ham-gO2YNssYmu.jpg</image><title>Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (4/6/2020) menyatakan tindakan brutal yang diluncurkan Pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte terhadap orang-orang yang diduga sebagai pengedar narkoba di Filipina telah &amp;ldquo;mengorbankan hak asasi manusia (HAM)&amp;rdquo;.
Dalam laporan terbaru, Kantor HAM PBB menyatakan &amp;ldquo;fokus pada penindakan keras dalam menghadapi ancaman keamanan nasional dan narkoba&amp;rdquo; telah menyebabkan pelanggaran HAM serius, termasuk &amp;ldquo;pembunuhan dan penahanan sewenang-wenang, selain fitnah terhadap pembangkang.&amp;rdquo;
Duterte melancarkan kampanye antinarkoba tidak lama setelah menjabat pada 2016. Laporan PBB menyatakan angka-angka resmi menunjukkan bahwa sejak dimulainya kampanye antinarkoba Duterte pada selama 2016, sedikitnya 8.663 orang telah tewas, dengan sebagian kalangan memperkirakan jumlah aktualnya tiga kali lipat lebih daripada angka tersebut.
Kantor HAM PBB menyatakan pembunuhan itu telah dilakukan polisi yang bertindak &amp;ldquo;hampir dengan kebebasan dari hukuman&amp;rdquo;. Menurut laporan yang dilansir VOA itu, retorika Dari para pejabat tinggi, seperti seruan untuk &amp;ldquo;menegasi&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;menetralisasi&amp;rdquo; tersangka pengedar, mungkin membuat polisi mengira pihaknya memiliki &amp;ldquo;izin untuk membunuh&amp;rdquo;.
Selain kematian ribuan tersangka pengedar narkoba, sedikitnya 248 aktivitas HAM, profesional hukum, wartawan dan anggota serikat buruh tewas antara 2015 dan 2019.
Menurut laporan itu, pengecam kampanye antinarkoba pemerintah dituduh sebagai komunis atau teroris. Sebagian dari mereka yang dituduh itu akhirnya tewas, sementara yang lainnya mengatakan kepada para investigator PBB bahwa mereka menerima ancaman pembunuhan atau komentar-komentar bermuatan seksual di pesan pribadi atau di media sosial.</description><content:encoded>NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (4/6/2020) menyatakan tindakan brutal yang diluncurkan Pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte terhadap orang-orang yang diduga sebagai pengedar narkoba di Filipina telah &amp;ldquo;mengorbankan hak asasi manusia (HAM)&amp;rdquo;.
Dalam laporan terbaru, Kantor HAM PBB menyatakan &amp;ldquo;fokus pada penindakan keras dalam menghadapi ancaman keamanan nasional dan narkoba&amp;rdquo; telah menyebabkan pelanggaran HAM serius, termasuk &amp;ldquo;pembunuhan dan penahanan sewenang-wenang, selain fitnah terhadap pembangkang.&amp;rdquo;
Duterte melancarkan kampanye antinarkoba tidak lama setelah menjabat pada 2016. Laporan PBB menyatakan angka-angka resmi menunjukkan bahwa sejak dimulainya kampanye antinarkoba Duterte pada selama 2016, sedikitnya 8.663 orang telah tewas, dengan sebagian kalangan memperkirakan jumlah aktualnya tiga kali lipat lebih daripada angka tersebut.
Kantor HAM PBB menyatakan pembunuhan itu telah dilakukan polisi yang bertindak &amp;ldquo;hampir dengan kebebasan dari hukuman&amp;rdquo;. Menurut laporan yang dilansir VOA itu, retorika Dari para pejabat tinggi, seperti seruan untuk &amp;ldquo;menegasi&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;menetralisasi&amp;rdquo; tersangka pengedar, mungkin membuat polisi mengira pihaknya memiliki &amp;ldquo;izin untuk membunuh&amp;rdquo;.
Selain kematian ribuan tersangka pengedar narkoba, sedikitnya 248 aktivitas HAM, profesional hukum, wartawan dan anggota serikat buruh tewas antara 2015 dan 2019.
Menurut laporan itu, pengecam kampanye antinarkoba pemerintah dituduh sebagai komunis atau teroris. Sebagian dari mereka yang dituduh itu akhirnya tewas, sementara yang lainnya mengatakan kepada para investigator PBB bahwa mereka menerima ancaman pembunuhan atau komentar-komentar bermuatan seksual di pesan pribadi atau di media sosial.</content:encoded></item></channel></rss>
