<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seluruh Santri Masuk ke Jateng Wajib Karantina</title><description>Apabila pondok pesantren tidak memiliki tempat karantina yang memadai, maka bisa menggunakan fasilitas lain di daerahnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/05/512/2225260/seluruh-santri-masuk-ke-jateng-wajib-karantina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/05/512/2225260/seluruh-santri-masuk-ke-jateng-wajib-karantina"/><item><title>Seluruh Santri Masuk ke Jateng Wajib Karantina</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/05/512/2225260/seluruh-santri-masuk-ke-jateng-wajib-karantina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/05/512/2225260/seluruh-santri-masuk-ke-jateng-wajib-karantina</guid><pubDate>Jum'at 05 Juni 2020 19:39 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/05/512/2225260/seluruh-santri-masuk-ke-jateng-wajib-karantina-ORNgywhZKe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Wakil Gubernur Taj Yasin (Foto: Okezone/Taufik Budi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/05/512/2225260/seluruh-santri-masuk-ke-jateng-wajib-karantina-ORNgywhZKe.jpg</image><title>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Wakil Gubernur Taj Yasin (Foto: Okezone/Taufik Budi)</title></images><description>SEMARANG - Sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah mulai memperbolehkan santrinya kembali ke pondok. Untuk itu, seluruh pengasuh pondok pesantren di Jawa Tengah diminta mengarantina seluruh santri yang datang selama 14 hari.

&quot;Semua santri yang masuk ke Jateng wajib karantina selama 14 hari. Pihak pondok pesantren wajib menyiapkan untuk tempat karantina itu,&quot; kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Jumat (5/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemendagri Sebut 16 Provinsi Alami Penurunan Kasus Covid-19&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8yNy8xLzEyMTM0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia pun mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah pengasuh pondok pesantren maupun organisasi pondok pesantren. Menurutnya, apabila pondok pesantren tidak memiliki tempat karantina yang memadai, maka bisa menggunakan fasilitas lain di daerahnya.

&quot;Bisa koordinasi dengan Satgas Jogo Tonggo di daerahnya masing-masing untuk menempati tempat karantina yang kemarin sudah disiapkan di berbagai desa. Atau bisa juga menggunakan fasilitas lain seperti gedung sekolah dan sebagainya,&quot; terangnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemerintah Upayakan Pengecekan Spesimen Secara Masif&amp;nbsp;
Selain itu, pihaknya juga meminta seluruh pengasuh pondok pesantren mewajibkan santrinya untuk cek kesehatan sebelum kembali ke pondok. Pengecekan itu penting sebagai acuan penanganan saat mereka tiba di pondok pesantren.

&quot;Semua yang datang harus sudah periksa kesehatan dari daerahnya, bisa puskesmas, dokter pribadi atau rumah sakit. Ini untuk menindaklanjuti penanganan di pondok,&quot; ucapnya.
</description><content:encoded>SEMARANG - Sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah mulai memperbolehkan santrinya kembali ke pondok. Untuk itu, seluruh pengasuh pondok pesantren di Jawa Tengah diminta mengarantina seluruh santri yang datang selama 14 hari.

&quot;Semua santri yang masuk ke Jateng wajib karantina selama 14 hari. Pihak pondok pesantren wajib menyiapkan untuk tempat karantina itu,&quot; kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Jumat (5/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemendagri Sebut 16 Provinsi Alami Penurunan Kasus Covid-19&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8yNy8xLzEyMTM0Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia pun mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah pengasuh pondok pesantren maupun organisasi pondok pesantren. Menurutnya, apabila pondok pesantren tidak memiliki tempat karantina yang memadai, maka bisa menggunakan fasilitas lain di daerahnya.

&quot;Bisa koordinasi dengan Satgas Jogo Tonggo di daerahnya masing-masing untuk menempati tempat karantina yang kemarin sudah disiapkan di berbagai desa. Atau bisa juga menggunakan fasilitas lain seperti gedung sekolah dan sebagainya,&quot; terangnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemerintah Upayakan Pengecekan Spesimen Secara Masif&amp;nbsp;
Selain itu, pihaknya juga meminta seluruh pengasuh pondok pesantren mewajibkan santrinya untuk cek kesehatan sebelum kembali ke pondok. Pengecekan itu penting sebagai acuan penanganan saat mereka tiba di pondok pesantren.

&quot;Semua yang datang harus sudah periksa kesehatan dari daerahnya, bisa puskesmas, dokter pribadi atau rumah sakit. Ini untuk menindaklanjuti penanganan di pondok,&quot; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
