<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Asyik &quot;Ngopi&quot; Tanpa Protokol Kesehatan, Enam Pemuda Reaktif saat Rapid Test</title><description>Keenam orang yang reaktif corona hasil rapid test itu akan menjalani tes swab.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/05/519/2224760/masih-asyik-ngopi-tanpa-protokol-kesehatan-enam-pemuda-reaktif-saat-rapid-test</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/05/519/2224760/masih-asyik-ngopi-tanpa-protokol-kesehatan-enam-pemuda-reaktif-saat-rapid-test"/><item><title>Masih Asyik &quot;Ngopi&quot; Tanpa Protokol Kesehatan, Enam Pemuda Reaktif saat Rapid Test</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/05/519/2224760/masih-asyik-ngopi-tanpa-protokol-kesehatan-enam-pemuda-reaktif-saat-rapid-test</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/05/519/2224760/masih-asyik-ngopi-tanpa-protokol-kesehatan-enam-pemuda-reaktif-saat-rapid-test</guid><pubDate>Jum'at 05 Juni 2020 00:32 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/05/519/2224760/masih-asyik-ngopi-tanpa-protokol-kesehatan-enam-pemuda-reaktif-saat-rapid-test-UrgsTA3h3P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas menggelar rapid test menyasar pengunjung kafe di Kota Malang, Kamis (4/6/2020) malam. (Foto : Okezone.com/Avirista Midaada)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/05/519/2224760/masih-asyik-ngopi-tanpa-protokol-kesehatan-enam-pemuda-reaktif-saat-rapid-test-UrgsTA3h3P.jpg</image><title>Petugas menggelar rapid test menyasar pengunjung kafe di Kota Malang, Kamis (4/6/2020) malam. (Foto : Okezone.com/Avirista Midaada)</title></images><description>KOTA MALANG - Petugas gabungan kembali melakukan operasi penyisiran dan rapid test ke titik warung kopi dan kafe di Kota Malang, Jawa Timur, yang pengunjungnya tak memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Operasi gabungan pada Kamis malam (4/6/2020) menyasar beberapa warung kopi dan kafe di kawasan Jalan Sudimoro. Meski sehari sebelumnya telah dilakukan operasi rapid test, tampaknya tak membuat beberapa pengunjung dan pemilik usaha kapok serta memperhatikan protokol kesehatan.

Alhasil sejumlah pengunjung warung kopi pun dibuat terkejut ketika petugas gabungan dari Pemkot Malang, Polresta Malang Kota, Kodim 0833, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD, dan Satpol PP datang.



Satu per satu pengunjung, karyawan, dan pemilik warung kopi serta kafe dilakukan rapid test. Dari rapid test yang dilakukan kepada 86 pengunjung Warung Kopi Sawah, terdapat hasil mencengangkan. Ada enam orang yang dinyatakan reaktif tengah asyik 'ngopi'.

Enam orang yang terdiri atas empat orang laki-laki dan dua orang perempuan dengan rentang usia 10-23 tahun ini akhirnya diberikan sosialisasi sekaligus didata, sebelum akan dilakukan pengambilan swab untuk tes dengan metode PCR.

&quot;Hari Senin akan dilakukan pemeriksaan swab, Jumat sampai Minggu kami minta istirahat yang cukup. Kami harapkan kalau Senin diswab hasilnya negatif. Tapi, kalau tidak, ya mau enggak mau harus isolasi,&quot; ucap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Malang dr Husnul Muarif saat memberikan instruksi kepada enam orang ini.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8zMS8xLzEyMTM2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Tak hanya diberikan peringatan, keenam orang ini juga didatangkan perwakilan anggota keluarganya dan diberi penjelasan supaya disiplin melakukan isolasi mandiri.

&quot;Saya minta disiplin melakukan isolasi mandiri, jangan keluar-keluar, terpisah dengan keluarga, alat makannya jangan sampai bercampur. Masker jangan sampai lepas, kalau bicara jangan sampai mendekat harus berjarak,&quot; tutur Husnul saat memberikan penjelasan kepada anggota keluarga enam orang tersebut.

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Jatim Bertambah 116, Kasus Positif 123

Menurutnya Husnul, keenam orang yang dinyatakan reaktif ini memang tak memiliki gejala secara klinis, namun enamnya berpotensi menjadi penular ke orang lainnya.

&quot;Karena yang reaktif ini di dalam tubuhnya sudah ada virus cuma belum ada gejalanya, ini yang disebut OTG, carier yang gampang nulari lainnya, pada saat kumpul-kumpul dengan tidak menjaga jarak,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Satu Keluarga di Surabaya Meninggal Beruntun Diduga Akibat Covid-19

</description><content:encoded>KOTA MALANG - Petugas gabungan kembali melakukan operasi penyisiran dan rapid test ke titik warung kopi dan kafe di Kota Malang, Jawa Timur, yang pengunjungnya tak memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Operasi gabungan pada Kamis malam (4/6/2020) menyasar beberapa warung kopi dan kafe di kawasan Jalan Sudimoro. Meski sehari sebelumnya telah dilakukan operasi rapid test, tampaknya tak membuat beberapa pengunjung dan pemilik usaha kapok serta memperhatikan protokol kesehatan.

Alhasil sejumlah pengunjung warung kopi pun dibuat terkejut ketika petugas gabungan dari Pemkot Malang, Polresta Malang Kota, Kodim 0833, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD, dan Satpol PP datang.



Satu per satu pengunjung, karyawan, dan pemilik warung kopi serta kafe dilakukan rapid test. Dari rapid test yang dilakukan kepada 86 pengunjung Warung Kopi Sawah, terdapat hasil mencengangkan. Ada enam orang yang dinyatakan reaktif tengah asyik 'ngopi'.

Enam orang yang terdiri atas empat orang laki-laki dan dua orang perempuan dengan rentang usia 10-23 tahun ini akhirnya diberikan sosialisasi sekaligus didata, sebelum akan dilakukan pengambilan swab untuk tes dengan metode PCR.

&quot;Hari Senin akan dilakukan pemeriksaan swab, Jumat sampai Minggu kami minta istirahat yang cukup. Kami harapkan kalau Senin diswab hasilnya negatif. Tapi, kalau tidak, ya mau enggak mau harus isolasi,&quot; ucap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Malang dr Husnul Muarif saat memberikan instruksi kepada enam orang ini.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8zMS8xLzEyMTM2Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Tak hanya diberikan peringatan, keenam orang ini juga didatangkan perwakilan anggota keluarganya dan diberi penjelasan supaya disiplin melakukan isolasi mandiri.

&quot;Saya minta disiplin melakukan isolasi mandiri, jangan keluar-keluar, terpisah dengan keluarga, alat makannya jangan sampai bercampur. Masker jangan sampai lepas, kalau bicara jangan sampai mendekat harus berjarak,&quot; tutur Husnul saat memberikan penjelasan kepada anggota keluarga enam orang tersebut.

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Jatim Bertambah 116, Kasus Positif 123

Menurutnya Husnul, keenam orang yang dinyatakan reaktif ini memang tak memiliki gejala secara klinis, namun enamnya berpotensi menjadi penular ke orang lainnya.

&quot;Karena yang reaktif ini di dalam tubuhnya sudah ada virus cuma belum ada gejalanya, ini yang disebut OTG, carier yang gampang nulari lainnya, pada saat kumpul-kumpul dengan tidak menjaga jarak,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Satu Keluarga di Surabaya Meninggal Beruntun Diduga Akibat Covid-19

</content:encoded></item></channel></rss>
