<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warung Kopi Ini Ditutup Buntut Enam Pengunjungnya Reaktif Usai Jalani Rapid Test</title><description>Pasca ditemukannya enam pemuda yang reaktif, Pemkot Malang meminta pemilik menutup sementara Warung Kopi Sawah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/05/519/2224849/warung-kopi-ini-ditutup-buntut-enam-pengunjungnya-reaktif-usai-jalani-rapid-test</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/05/519/2224849/warung-kopi-ini-ditutup-buntut-enam-pengunjungnya-reaktif-usai-jalani-rapid-test"/><item><title>Warung Kopi Ini Ditutup Buntut Enam Pengunjungnya Reaktif Usai Jalani Rapid Test</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/05/519/2224849/warung-kopi-ini-ditutup-buntut-enam-pengunjungnya-reaktif-usai-jalani-rapid-test</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/05/519/2224849/warung-kopi-ini-ditutup-buntut-enam-pengunjungnya-reaktif-usai-jalani-rapid-test</guid><pubDate>Jum'at 05 Juni 2020 08:42 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/05/519/2224849/warung-kopi-ini-ditutup-buntut-enam-pengunjungnya-reaktif-usai-jalani-rapid-test-iLOMXRD2EG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaksanaan rapid test di salah satu warung kopi di Kota Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/05/519/2224849/warung-kopi-ini-ditutup-buntut-enam-pengunjungnya-reaktif-usai-jalani-rapid-test-iLOMXRD2EG.jpg</image><title>Pelaksanaan rapid test di salah satu warung kopi di Kota Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)</title></images><description>MALANG - Pasca ditemukannya enam pemuda yang reaktif usai melakukan rapid test saat kedapatan asyik ngopi, Pemkot Malang meminta pemilik menutup sementara Warung Kopi Sawah.

&quot;Kafe ini saya minta tutup tiga hari, kita sepakati dan setiap hari disemprot disinfektan,&quot; ungkap Walikota Malang Sutiaji, pada Kamis malam (4/6/2020).

Sementara itu, bagi enam pengunjung warung kopi yang dinyatakan reaktif usai rapid test diminta untuk dilakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat.

&quot;Akan kita pantau dan akan di swab, tapi sebelum di-swab akan diterapi lagi, lusa akan di-swab, besok akan diterapi minuman rempah, mudah-mudahan hasilnya yang reaktif tadi tidak jadi positif (swab test dengan metode PCR),&quot; terang Sutiaji.

Baca juga: Hari Pertama PSBB Transisi, Masih Ada Pengendara Tak Pakai Masker

Di sisi lain Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata meminta setelah tiga hari tutup, Warung Kopi Sawah harus menjalankan protokol kesehatan saat kembali buka.

&quot;Sanksinya jelas kita tutup tiga hari sampai keluar hasil swab-nya, kita himbau ke pemiliknya kalau dibuka lagi pakai face shield selain masker face shield, sarung tangan,&quot; ucap Leonardus.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan lurah, camat, hingga puskesmas dari masing - masing pengunjung warung kopi yang reaktif saat dilakukan rapid test.

&quot;Karena sudah disampaikan lebih merasa nyaman isolasi di rumah, tapi dengan syarat ketat kita pantau lewat pak camat, pak lurah, dan puskesmas kalau tidak tertib akan kita evakuasi paksa ke rumah isolasi,&quot; jelas Husnul Muarif.


Pelaksanaan rapid test di salah satu warung kopi di Kota Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Nantinya keenam ini dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan swab test pada Senin 7 Juni 2020 mendatang dengan didatangi oleh petugas medis dari puskesmas masing - masing tempat domisili mereka.

&quot; Hari Senin akan dilakukan pemeriksaan swab, Jumat sampai Minggu kami minta istirahat yang cukup. Kami harapkan kalau Senin di-swab hasilnya negatif, tapi kalau tidak ya mau gak mau harus isolasi,&quot; tambahnya.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMi8xLzEyMTM3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Dirinya menambahkan bila dari enam ini dikonfirmasi ada yang positif berdasarkan hasil swab test, maka petugas Satgas Covid-19 Kota Malang akan melakukan pelacakan selama 14 hari ke belakang, berinteraksi dengan siapa saja.

&quot;Kita lihat hasil swabnya begitu hasil swabnya keluar, kita tarik ke belakang 14 hari kemana saja, ini kita tracking lagi,&quot;pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, enam pengunjung Warung Kopi Sawah dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan kepada total 86 pengunjung, karyawan, dan pemilik usaha.

Mayoritas para pengunjung merupakan para pemuda, bahkan satu orang yang dinyatakan reaktif merupakan anak - anak berusia 10 tahun.
</description><content:encoded>MALANG - Pasca ditemukannya enam pemuda yang reaktif usai melakukan rapid test saat kedapatan asyik ngopi, Pemkot Malang meminta pemilik menutup sementara Warung Kopi Sawah.

&quot;Kafe ini saya minta tutup tiga hari, kita sepakati dan setiap hari disemprot disinfektan,&quot; ungkap Walikota Malang Sutiaji, pada Kamis malam (4/6/2020).

Sementara itu, bagi enam pengunjung warung kopi yang dinyatakan reaktif usai rapid test diminta untuk dilakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat.

&quot;Akan kita pantau dan akan di swab, tapi sebelum di-swab akan diterapi lagi, lusa akan di-swab, besok akan diterapi minuman rempah, mudah-mudahan hasilnya yang reaktif tadi tidak jadi positif (swab test dengan metode PCR),&quot; terang Sutiaji.

Baca juga: Hari Pertama PSBB Transisi, Masih Ada Pengendara Tak Pakai Masker

Di sisi lain Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata meminta setelah tiga hari tutup, Warung Kopi Sawah harus menjalankan protokol kesehatan saat kembali buka.

&quot;Sanksinya jelas kita tutup tiga hari sampai keluar hasil swab-nya, kita himbau ke pemiliknya kalau dibuka lagi pakai face shield selain masker face shield, sarung tangan,&quot; ucap Leonardus.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan lurah, camat, hingga puskesmas dari masing - masing pengunjung warung kopi yang reaktif saat dilakukan rapid test.

&quot;Karena sudah disampaikan lebih merasa nyaman isolasi di rumah, tapi dengan syarat ketat kita pantau lewat pak camat, pak lurah, dan puskesmas kalau tidak tertib akan kita evakuasi paksa ke rumah isolasi,&quot; jelas Husnul Muarif.


Pelaksanaan rapid test di salah satu warung kopi di Kota Malang. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Nantinya keenam ini dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan swab test pada Senin 7 Juni 2020 mendatang dengan didatangi oleh petugas medis dari puskesmas masing - masing tempat domisili mereka.

&quot; Hari Senin akan dilakukan pemeriksaan swab, Jumat sampai Minggu kami minta istirahat yang cukup. Kami harapkan kalau Senin di-swab hasilnya negatif, tapi kalau tidak ya mau gak mau harus isolasi,&quot; tambahnya.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMi8xLzEyMTM3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Dirinya menambahkan bila dari enam ini dikonfirmasi ada yang positif berdasarkan hasil swab test, maka petugas Satgas Covid-19 Kota Malang akan melakukan pelacakan selama 14 hari ke belakang, berinteraksi dengan siapa saja.

&quot;Kita lihat hasil swabnya begitu hasil swabnya keluar, kita tarik ke belakang 14 hari kemana saja, ini kita tracking lagi,&quot;pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, enam pengunjung Warung Kopi Sawah dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan kepada total 86 pengunjung, karyawan, dan pemilik usaha.

Mayoritas para pengunjung merupakan para pemuda, bahkan satu orang yang dinyatakan reaktif merupakan anak - anak berusia 10 tahun.
</content:encoded></item></channel></rss>
