<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bawaslu Temukan Dugaan Politisasi Bansos di 23 Kabupaten/Kota</title><description>Modus politisasi bansos tersebut berupa penempelan gambar calon petahana dalam bansos yang disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/06/337/2225648/bawaslu-temukan-dugaan-politisasi-bansos-di-23-kabupaten-kota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/06/337/2225648/bawaslu-temukan-dugaan-politisasi-bansos-di-23-kabupaten-kota"/><item><title>Bawaslu Temukan Dugaan Politisasi Bansos di 23 Kabupaten/Kota</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/06/337/2225648/bawaslu-temukan-dugaan-politisasi-bansos-di-23-kabupaten-kota</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/06/337/2225648/bawaslu-temukan-dugaan-politisasi-bansos-di-23-kabupaten-kota</guid><pubDate>Sabtu 06 Juni 2020 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/06/337/2225648/bawaslu-temukan-dugaan-politisasi-bansos-di-23-kabupaten-kota-LwyIN23YES.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/06/337/2225648/bawaslu-temukan-dugaan-politisasi-bansos-di-23-kabupaten-kota-LwyIN23YES.jpg</image><title>ist</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan dugaan politisasi bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 oleh kepala daerah calon petahana di 23 kabupaten/kota.
Hal itu diungkapkan Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja dalam webinar yang diselenggarakan Indopolling Network bertajuk 'Mengawal Demokrasi di Tengah Pandemik, Menakar Kesiapan Pilkada Serentak 2020.'
&quot;Hampir ini terjadi di sembilan provinsi, di 23 kabupaten/kota,&quot; ucap Bagja, Jumat (5/6/2020) malam.
Menurut Bagja, modus politisasi bansos tersebut berupa penempelan gambar calon petahana dalam bansos yang disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.



&quot;Modusnya penempelan gambar petahana dalam bantuan pemerintah daerah terhadap korban pandemi Covid-19,&quot; imbuhnya.
Hal menarik, lanjut Bagja, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah di bawahnya, khususnya petahana, agar tidak melakukan politisasi bansos.
&quot;Kami hargai sebagai sebuah upaya bersama mengurangi politisasi bansos. Ada surat edaran dari Gubernur Lampung dan Jateng,&quot; tuturnya.
Bagja berharap kontestasi Pilkada tidak diwarnai oleh politisasi bansos. Jika pun masih terjadi, ia memastikan Bawaslu akan menindaknya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan dugaan politisasi bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 oleh kepala daerah calon petahana di 23 kabupaten/kota.
Hal itu diungkapkan Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja dalam webinar yang diselenggarakan Indopolling Network bertajuk 'Mengawal Demokrasi di Tengah Pandemik, Menakar Kesiapan Pilkada Serentak 2020.'
&quot;Hampir ini terjadi di sembilan provinsi, di 23 kabupaten/kota,&quot; ucap Bagja, Jumat (5/6/2020) malam.
Menurut Bagja, modus politisasi bansos tersebut berupa penempelan gambar calon petahana dalam bansos yang disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.



&quot;Modusnya penempelan gambar petahana dalam bantuan pemerintah daerah terhadap korban pandemi Covid-19,&quot; imbuhnya.
Hal menarik, lanjut Bagja, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah di bawahnya, khususnya petahana, agar tidak melakukan politisasi bansos.
&quot;Kami hargai sebagai sebuah upaya bersama mengurangi politisasi bansos. Ada surat edaran dari Gubernur Lampung dan Jateng,&quot; tuturnya.
Bagja berharap kontestasi Pilkada tidak diwarnai oleh politisasi bansos. Jika pun masih terjadi, ia memastikan Bawaslu akan menindaknya.</content:encoded></item></channel></rss>
