<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Dibuka saat PSBB Transisi, Ini Saran IDI</title><description>Pasar non-pangan akan mulai dibuka kembali pada 15 Juni 2020.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/06/338/2225595/pasar-dibuka-saat-psbb-transisi-ini-saran-idi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/06/338/2225595/pasar-dibuka-saat-psbb-transisi-ini-saran-idi"/><item><title>Pasar Dibuka saat PSBB Transisi, Ini Saran IDI</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/06/338/2225595/pasar-dibuka-saat-psbb-transisi-ini-saran-idi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/06/338/2225595/pasar-dibuka-saat-psbb-transisi-ini-saran-idi</guid><pubDate>Sabtu 06 Juni 2020 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/06/338/2225595/pasar-dibuka-saat-psbb-transisi-ini-saran-idi-W8fFfGLh1Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/06/338/2225595/pasar-dibuka-saat-psbb-transisi-ini-saran-idi-W8fFfGLh1Y.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pasar non-pangan akan mulai dibuka kembali pada 15 Juni 2020. Pasar non-pangan sempat dibatasi dan ditutup untuk menghindari penyebaran virus corona (Covid-19).

Ketua Satuan Tugas Kewaspadaan dan Kesiapan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubari Djoerban mengungkapkan harus ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

&quot;Saat di pasar itu pada prinsipnya jangan langsung dibubarkan. Harus diawasi sejak pagi, ada petugas yang mengontrol toko mana yang harus dibuka dan ditutup. Pengunjung juga harus dicek temperatur suhunya dan dihitung jumlah yang masuk,&quot; kata Zubari dalam tayangan iNews Sore di iNews TV, Sabtu (6/6/2020).

Ia juga menilai bahwa membuka pasar atau pusat perbelanjaan dengan sistem ganjil genap merupakan langkah yang bagus. Pasalnya dengan hal tersebut pengunjung yang hadir juga akan berkurang.

Ia menilai pelonggaran ini sebagai jalan tengah untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang terpuruk. Meskipun demikian Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk tidak lengah dalam menanggapi situasi pelonggaran pembatasan ini. Pasalnya masih ada risiko penularan virus corona (Covid-19).

&quot;Dalam PSBB transisi ini harus ada kehati-hatian meski dilonggarkan, karena masih ada risiko penularan. Harus tetap sering cuci tangan dan pakai masker, serta jaga jarak dan hindari kerumunan. Kita harus berhati-hati jangan buru-buru buka PSBB,&quot; imbuh Zubari.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNS8xLzEyMTM4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Pasar non-pangan akan mulai dibuka kembali pada 15 Juni 2020. Pasar non-pangan sempat dibatasi dan ditutup untuk menghindari penyebaran virus corona (Covid-19).

Ketua Satuan Tugas Kewaspadaan dan Kesiapan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubari Djoerban mengungkapkan harus ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

&quot;Saat di pasar itu pada prinsipnya jangan langsung dibubarkan. Harus diawasi sejak pagi, ada petugas yang mengontrol toko mana yang harus dibuka dan ditutup. Pengunjung juga harus dicek temperatur suhunya dan dihitung jumlah yang masuk,&quot; kata Zubari dalam tayangan iNews Sore di iNews TV, Sabtu (6/6/2020).

Ia juga menilai bahwa membuka pasar atau pusat perbelanjaan dengan sistem ganjil genap merupakan langkah yang bagus. Pasalnya dengan hal tersebut pengunjung yang hadir juga akan berkurang.

Ia menilai pelonggaran ini sebagai jalan tengah untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang terpuruk. Meskipun demikian Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk tidak lengah dalam menanggapi situasi pelonggaran pembatasan ini. Pasalnya masih ada risiko penularan virus corona (Covid-19).

&quot;Dalam PSBB transisi ini harus ada kehati-hatian meski dilonggarkan, karena masih ada risiko penularan. Harus tetap sering cuci tangan dan pakai masker, serta jaga jarak dan hindari kerumunan. Kita harus berhati-hati jangan buru-buru buka PSBB,&quot; imbuh Zubari.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNS8xLzEyMTM4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
