<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satu Keluarga di Surabaya Meninggal Beruntun, Anak &amp; Cucu Dites Swab Covid-19</title><description>Keduanya adalah anak pasutri berusia 28 tahun dan cucu pasutri berusia 4 tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/06/519/2225535/satu-keluarga-di-surabaya-meninggal-beruntun-anak-cucu-dites-swab-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/06/519/2225535/satu-keluarga-di-surabaya-meninggal-beruntun-anak-cucu-dites-swab-covid-19"/><item><title>Satu Keluarga di Surabaya Meninggal Beruntun, Anak &amp; Cucu Dites Swab Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/06/519/2225535/satu-keluarga-di-surabaya-meninggal-beruntun-anak-cucu-dites-swab-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/06/519/2225535/satu-keluarga-di-surabaya-meninggal-beruntun-anak-cucu-dites-swab-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 06 Juni 2020 15:47 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/06/519/2225535/satu-keluarga-di-surabaya-meninggal-beruntun-anak-cucu-dites-swab-covid-19-QwLDR9yRdX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/06/519/2225535/satu-keluarga-di-surabaya-meninggal-beruntun-anak-cucu-dites-swab-covid-19-QwLDR9yRdX.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>SURABAYA &amp;ndash; Satu keluarga terdiri dari pasangan suami (68) dan istri (61), serta putrinya yang sedang hamil 8 bulan, meninggal dunia secara beruntun. Setelahnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim melakukan tes swab terhadap anggota keluarga lain yang tinggal di kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya, Jawa Timur.
Keduanya adalah anak pasutri berusia 28 tahun dan cucu pasutri berusia 4 tahun. Saat ini mereka manjalani isolasi mandiri di rumahnya, sembari menunggu hasil tes swab yang dilakukan di RSUD dr Soetomo.
&quot;Sedang diperiksa yang bersangkutan dan diswab, nunggu hasilnya,&quot; terang anggota Gugus Tugas Rumpun Kuratif Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi di Surabaya, Sabtu (6/6/2020).
&quot;Saat ini pasien yang tinggal adiknya (anak pasutri) dan keponakan (cucu) menjalani isolasi mandiri di rumahnya,&quot; tandas Jibril.

Seperti diketahui, satu keluarga di kawasan Gubeng Kertajaya meninggal diduga akibat covid-19 atau virus corona.
Kasus satu keluarga yang meninggal secara beruntun ini memiliki gejala mirip Covid-19. Mereka mengalami batuk, pilek dan sesak napas. Satu keluarga ini menginggal secara beruntun dalam sepekan.
Hasil swab almarhum belum keluar, sehingga belum diketahui apakah tepapar covid-19 atau tidak.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNi8xLzEyMTM4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>SURABAYA &amp;ndash; Satu keluarga terdiri dari pasangan suami (68) dan istri (61), serta putrinya yang sedang hamil 8 bulan, meninggal dunia secara beruntun. Setelahnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim melakukan tes swab terhadap anggota keluarga lain yang tinggal di kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya, Jawa Timur.
Keduanya adalah anak pasutri berusia 28 tahun dan cucu pasutri berusia 4 tahun. Saat ini mereka manjalani isolasi mandiri di rumahnya, sembari menunggu hasil tes swab yang dilakukan di RSUD dr Soetomo.
&quot;Sedang diperiksa yang bersangkutan dan diswab, nunggu hasilnya,&quot; terang anggota Gugus Tugas Rumpun Kuratif Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi di Surabaya, Sabtu (6/6/2020).
&quot;Saat ini pasien yang tinggal adiknya (anak pasutri) dan keponakan (cucu) menjalani isolasi mandiri di rumahnya,&quot; tandas Jibril.

Seperti diketahui, satu keluarga di kawasan Gubeng Kertajaya meninggal diduga akibat covid-19 atau virus corona.
Kasus satu keluarga yang meninggal secara beruntun ini memiliki gejala mirip Covid-19. Mereka mengalami batuk, pilek dan sesak napas. Satu keluarga ini menginggal secara beruntun dalam sepekan.
Hasil swab almarhum belum keluar, sehingga belum diketahui apakah tepapar covid-19 atau tidak.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNi8xLzEyMTM4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
