<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jajak Pendapat Pilpres AS, Popularitas Trump Merosot Dibandingkan Biden</title><description>Popularitas Trump turun dikarenakan penanganannya karena virus corona dan demonstrasi nasional di AS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/09/18/2226698/jajak-pendapat-pilpres-as-popularitas-trump-merosot-dibandingkan-biden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/09/18/2226698/jajak-pendapat-pilpres-as-popularitas-trump-merosot-dibandingkan-biden"/><item><title>Jajak Pendapat Pilpres AS, Popularitas Trump Merosot Dibandingkan Biden</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/09/18/2226698/jajak-pendapat-pilpres-as-popularitas-trump-merosot-dibandingkan-biden</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/09/18/2226698/jajak-pendapat-pilpres-as-popularitas-trump-merosot-dibandingkan-biden</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2020 10:09 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/09/18/2226698/jajak-pendapat-pilpres-as-popularitas-trump-merosot-dibandingkan-biden-4TvW7IJIkS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Donald trump dan Joe Biden. (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/09/18/2226698/jajak-pendapat-pilpres-as-popularitas-trump-merosot-dibandingkan-biden-4TvW7IJIkS.jpg</image><title>Donald trump dan Joe Biden. (Foto: AP)</title></images><description>HASIL jajak pendapat di Amerika Serikat (AS) semakin menunjukkan bahwa warga Amerika tidak setuju dengan kinerja Presiden Donald Trump semasa menjabat. Dalam upayanya untuk terpilih kembali untuk duduk di Gedung Putih, popularitas Trump tertinggal dari saingannya, Wakil Presiden Joe Biden.
Dalam jajak pendapat terbaru pada Senin (8/6/2020), CNN mengatakan, para pemilih yang disurvei pekan lalu tidak menyetujui Trump menjabat presiden dengan selisih 57% banding 38%, dan kalah dari Biden dengan selisih 55% banding 41%, lima bulan menjelang Hari Pemilihan pada 3 November.
Trump mencemooh jajak pendapat CNN itu dalam sebuah cuitan di Twitter. Ia menulis, jajak pendapat itu &quot;sama palsu dengan berita mereka.&quot;
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;I have retained highly respected pollster, McLaughlin &amp;amp;amp; Associates, to analyze todays CNN Poll (and others), which I felt were FAKE based on the incredible enthusiasm we are receiving. Read analysis for yourself. This is the same thing they and others did when we defeated...&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Donald J. Trump (@realDonaldTrump) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1270071785392943105?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;June 8, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;

Trump mengatakan ia memiliki &quot;angka yang sama, dan lebih buruk, dibandingkan Hillary Clinton&amp;rdquo; (pada jajak pendapat menjelang Pilpres 2016, red.). Mantan menteri luar negeri itu kalah dari Trump dalam pemilihan presiden 2016, dan Trump mengejeknya dengan sebutan Crooked.

&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;...Crooked Hillary Clinton in 2016. They are called SUPPRESSION POLLS, and are put out to dampen enthusiasm. Despite 3 &amp;frac12; years of phony Witch Hunts, we are winning, and will close it out on November 3rd! &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/4IhuLUZjsv&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/4IhuLUZjsv&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Donald J. Trump (@realDonaldTrump) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1270071794628726784?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;June 8, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;

Diwartakan VOA, tingkat popularitas Trump yang rendah datang di saat pemilih menilai penanganannya terhadap pandemi virus corona dalam tiga bulan ini dan yang lebih dekat, protes nasional dalam dua minggu terakhir atas kematian George Floyd ketika dalam tahanan polisi di Minneapolis, Minnesota.
Biden juga mengalahkan Trump dalam penanganan pandemi virus corona, 55% banding 41%, sementara pemilih lebih menyukai Trump dalam ekonomi dengan selisih 51% banding 46%.
Jajak pendapat nasional di Amerika secara konsisten menunjukkan Biden unggul dari Trump, di 40 negara bagian pada Mei dan sembilan negara bagian lainnya pada Juni.</description><content:encoded>HASIL jajak pendapat di Amerika Serikat (AS) semakin menunjukkan bahwa warga Amerika tidak setuju dengan kinerja Presiden Donald Trump semasa menjabat. Dalam upayanya untuk terpilih kembali untuk duduk di Gedung Putih, popularitas Trump tertinggal dari saingannya, Wakil Presiden Joe Biden.
Dalam jajak pendapat terbaru pada Senin (8/6/2020), CNN mengatakan, para pemilih yang disurvei pekan lalu tidak menyetujui Trump menjabat presiden dengan selisih 57% banding 38%, dan kalah dari Biden dengan selisih 55% banding 41%, lima bulan menjelang Hari Pemilihan pada 3 November.
Trump mencemooh jajak pendapat CNN itu dalam sebuah cuitan di Twitter. Ia menulis, jajak pendapat itu &quot;sama palsu dengan berita mereka.&quot;
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;I have retained highly respected pollster, McLaughlin &amp;amp;amp; Associates, to analyze todays CNN Poll (and others), which I felt were FAKE based on the incredible enthusiasm we are receiving. Read analysis for yourself. This is the same thing they and others did when we defeated...&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Donald J. Trump (@realDonaldTrump) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1270071785392943105?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;June 8, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;

Trump mengatakan ia memiliki &quot;angka yang sama, dan lebih buruk, dibandingkan Hillary Clinton&amp;rdquo; (pada jajak pendapat menjelang Pilpres 2016, red.). Mantan menteri luar negeri itu kalah dari Trump dalam pemilihan presiden 2016, dan Trump mengejeknya dengan sebutan Crooked.

&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;...Crooked Hillary Clinton in 2016. They are called SUPPRESSION POLLS, and are put out to dampen enthusiasm. Despite 3 &amp;frac12; years of phony Witch Hunts, we are winning, and will close it out on November 3rd! &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/4IhuLUZjsv&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/4IhuLUZjsv&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Donald J. Trump (@realDonaldTrump) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1270071794628726784?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;June 8, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;

Diwartakan VOA, tingkat popularitas Trump yang rendah datang di saat pemilih menilai penanganannya terhadap pandemi virus corona dalam tiga bulan ini dan yang lebih dekat, protes nasional dalam dua minggu terakhir atas kematian George Floyd ketika dalam tahanan polisi di Minneapolis, Minnesota.
Biden juga mengalahkan Trump dalam penanganan pandemi virus corona, 55% banding 41%, sementara pemilih lebih menyukai Trump dalam ekonomi dengan selisih 51% banding 46%.
Jajak pendapat nasional di Amerika secara konsisten menunjukkan Biden unggul dari Trump, di 40 negara bagian pada Mei dan sembilan negara bagian lainnya pada Juni.</content:encoded></item></channel></rss>
