<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>10 Hari Rapid Test di Surabaya-Sidoarjo, 1.815 Orang Reaktif Corona</title><description>Dari total jumlah itu yang reaktif 1.815 orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/09/337/2226590/10-hari-rapid-test-di-surabaya-sidoarjo-1-815-orang-reaktif-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/09/337/2226590/10-hari-rapid-test-di-surabaya-sidoarjo-1-815-orang-reaktif-corona"/><item><title>10 Hari Rapid Test di Surabaya-Sidoarjo, 1.815 Orang Reaktif Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/09/337/2226590/10-hari-rapid-test-di-surabaya-sidoarjo-1-815-orang-reaktif-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/09/337/2226590/10-hari-rapid-test-di-surabaya-sidoarjo-1-815-orang-reaktif-corona</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2020 00:41 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/09/337/2226590/10-hari-rapid-test-di-surabaya-sidoarjo-1-815-orang-reaktif-corona-e3W1f7rTBc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rapid test digelar BIN di Surabaya dan Sidoarjo selama 10 hari (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/09/337/2226590/10-hari-rapid-test-di-surabaya-sidoarjo-1-815-orang-reaktif-corona-e3W1f7rTBc.jpg</image><title>Rapid test digelar BIN di Surabaya dan Sidoarjo selama 10 hari (Foto : Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) telah menggelar rapid test masal secara maraton dalam 10 hari terakhir di Surabaya dan Sidoarjo sejak 29 Mei 2020. Sejak hari pertama kegiatan ini digelar, jumlah total warga Surabaya dan Sidoarjo yang telah mengikuti rapid test menembus angka 12 ribu lebih.

Head of Medical Intelligence, Dr Sri Wulandari, salah satu dokter yang menangani rapid Covid-19 yang digelar BIN di Surabaya mengungkapkan bahwa jumlah rapid test yang merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan ini berdasarkan data sejak 29 Mei Sampai 7 Juni 2020.

Dr Wulan mengatakan sejak tanggal 29 Mei, BIN telah menggelar rapid test masal sebanyak 18 kali di 10 titik di Surabaya dan 1 titik di Sidoarjo. Total 12.629 orang telah mengikuti test cepat Covid-19 ini.

&quot;Dari total jumlah itu yang reaktif 1.815 orang. Sedangkan yang non reaktif 10.814 orang. Artinya dari total yang mengikuti rapid test, sekitar 14,70 persen hasilnya reaktif,&quot; kata Dr. Wulan dalam keterangannya, Senin (8/6/2020).

Adapun yang mengikuti rapid test itu berjumlah 12.629. Rinciannya adalah, 10 titik di Surabaya dengan jumlah 12.163 orang dengan hasil 1.761 menunjukan hasil reaktif. Lalu di 1 titik di Sidoarjo tepatnya di Pasar Taman Wonocolo, sebanyak 466 orang mengikuti rapid test ini. Hasilnya 54 menunjukan reaktif.

Dr Wulan menjelaskan angka reaktif di tiap lokasi mengalami tingkat yang berbeda-beda. Sebab, hal itu juga tergantung dari jumlah warga yang mengikuti rapid test.

&quot;Kalau untuk pendaftar di tiap-tiap lokasi itu angka beda-beda ya. Angka Reaktif juga beda-beda,&quot; ucapnya.

Meski angka reaktif berbeda, Dr Wulan menyebut bahwa jumlah warga yang reaktif hasil dari rapid test ini mengalami trend yang cukup tinggi. Bahkan, di tiap lokasi angkanya stabil setiap harinya.

&quot;Jadi menurut aku kalau dari sejak hari pertama itu angkanya stabil ya, stabilnya itu tinggi. Misal di lokasi A jumlah peserta 700 yang reaktif 100, di lokasi B itu hampir sama begitu meskipun angkanya berbeda,&quot; jelasnya.

Mereka yang hasil rapid test menunjukan reaktif langsung dilakukan penanganan swab test atau PCR test untuk memastikan positif atau negatif Covid-19.

Adapun 10 titik yang sudah dilakukan kegiatan rapid test dan swab test di Surabaya sejak tanggal 29 Mei Sampai 7 Juni yaitu Gedung Siola, City9 Gresik PPI, Terminal Manukan, Taman Mundu, Masjid Agung Al-akbar, Kantor Camat Gunung Anyar, Terminal Keputih, Sunan Ampel, Kantor Camat Kenjeran dan depan kantor SCTV. Sementara 1 titik lainnya di Sidoarjo yaitu di pasar Taman Wonocolo.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOC8xLzEyMTM5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga :&amp;nbsp;Warga Muntah-Muntah saat Ikut Tes Swab Kementerian Kesehatan

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Surabaya KH Muhibbin Zuhri mengapresiasi kegiatan rapid test massal yang digelar oleh BIN bersama Pemkot Surabaya. Zuhri berharap sinergi antara BIN dan Pemkot Surabaya dapat mewujudkan kota Surabaya bebas Covid-19 dengan melakukan tracking lewat rapid test ini.

&quot;Kami menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya khususnya kepada Badan Intelijen Negara (BIN) dan seluruh jajaran yang bekerjasama dengan pemerintah kota Surabaya menyelenggarakan Rapid Test di beberapa tempat di kota Surabaya, saya yakin manfaatnya luar biasa yakni memetakan kasus Covid-19 di Surabaya, sehingga pemerintah kota Surabaya bisa melakukan dengan cepat dan tepat. Kami berharap sinergi ini antara BIN dan Pemkot Surabaya dan masyarakat tentunya untuk segera mewujudkan Surabaya bebas Covid-19 agar bisa masuk ke masa transisi untuk kembali ke kehidupan yang normal,&quot; ucap Zuhri.

BIN masih akan melanjutkan rangkaian rapid test masal secara maraton di ibukota Jawa Timur ini sampai 15 Juni 2020.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) telah menggelar rapid test masal secara maraton dalam 10 hari terakhir di Surabaya dan Sidoarjo sejak 29 Mei 2020. Sejak hari pertama kegiatan ini digelar, jumlah total warga Surabaya dan Sidoarjo yang telah mengikuti rapid test menembus angka 12 ribu lebih.

Head of Medical Intelligence, Dr Sri Wulandari, salah satu dokter yang menangani rapid Covid-19 yang digelar BIN di Surabaya mengungkapkan bahwa jumlah rapid test yang merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan ini berdasarkan data sejak 29 Mei Sampai 7 Juni 2020.

Dr Wulan mengatakan sejak tanggal 29 Mei, BIN telah menggelar rapid test masal sebanyak 18 kali di 10 titik di Surabaya dan 1 titik di Sidoarjo. Total 12.629 orang telah mengikuti test cepat Covid-19 ini.

&quot;Dari total jumlah itu yang reaktif 1.815 orang. Sedangkan yang non reaktif 10.814 orang. Artinya dari total yang mengikuti rapid test, sekitar 14,70 persen hasilnya reaktif,&quot; kata Dr. Wulan dalam keterangannya, Senin (8/6/2020).

Adapun yang mengikuti rapid test itu berjumlah 12.629. Rinciannya adalah, 10 titik di Surabaya dengan jumlah 12.163 orang dengan hasil 1.761 menunjukan hasil reaktif. Lalu di 1 titik di Sidoarjo tepatnya di Pasar Taman Wonocolo, sebanyak 466 orang mengikuti rapid test ini. Hasilnya 54 menunjukan reaktif.

Dr Wulan menjelaskan angka reaktif di tiap lokasi mengalami tingkat yang berbeda-beda. Sebab, hal itu juga tergantung dari jumlah warga yang mengikuti rapid test.

&quot;Kalau untuk pendaftar di tiap-tiap lokasi itu angka beda-beda ya. Angka Reaktif juga beda-beda,&quot; ucapnya.

Meski angka reaktif berbeda, Dr Wulan menyebut bahwa jumlah warga yang reaktif hasil dari rapid test ini mengalami trend yang cukup tinggi. Bahkan, di tiap lokasi angkanya stabil setiap harinya.

&quot;Jadi menurut aku kalau dari sejak hari pertama itu angkanya stabil ya, stabilnya itu tinggi. Misal di lokasi A jumlah peserta 700 yang reaktif 100, di lokasi B itu hampir sama begitu meskipun angkanya berbeda,&quot; jelasnya.

Mereka yang hasil rapid test menunjukan reaktif langsung dilakukan penanganan swab test atau PCR test untuk memastikan positif atau negatif Covid-19.

Adapun 10 titik yang sudah dilakukan kegiatan rapid test dan swab test di Surabaya sejak tanggal 29 Mei Sampai 7 Juni yaitu Gedung Siola, City9 Gresik PPI, Terminal Manukan, Taman Mundu, Masjid Agung Al-akbar, Kantor Camat Gunung Anyar, Terminal Keputih, Sunan Ampel, Kantor Camat Kenjeran dan depan kantor SCTV. Sementara 1 titik lainnya di Sidoarjo yaitu di pasar Taman Wonocolo.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOC8xLzEyMTM5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca Juga :&amp;nbsp;Warga Muntah-Muntah saat Ikut Tes Swab Kementerian Kesehatan

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Surabaya KH Muhibbin Zuhri mengapresiasi kegiatan rapid test massal yang digelar oleh BIN bersama Pemkot Surabaya. Zuhri berharap sinergi antara BIN dan Pemkot Surabaya dapat mewujudkan kota Surabaya bebas Covid-19 dengan melakukan tracking lewat rapid test ini.

&quot;Kami menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya khususnya kepada Badan Intelijen Negara (BIN) dan seluruh jajaran yang bekerjasama dengan pemerintah kota Surabaya menyelenggarakan Rapid Test di beberapa tempat di kota Surabaya, saya yakin manfaatnya luar biasa yakni memetakan kasus Covid-19 di Surabaya, sehingga pemerintah kota Surabaya bisa melakukan dengan cepat dan tepat. Kami berharap sinergi ini antara BIN dan Pemkot Surabaya dan masyarakat tentunya untuk segera mewujudkan Surabaya bebas Covid-19 agar bisa masuk ke masa transisi untuk kembali ke kehidupan yang normal,&quot; ucap Zuhri.

BIN masih akan melanjutkan rangkaian rapid test masal secara maraton di ibukota Jawa Timur ini sampai 15 Juni 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
