<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terkait Corona Jatim, IDI: Kalau yang Sakit Semakin Banyak, Kami Kewalahan</title><description>Yang kita harapkan ada keselarasan masyarakat. Agar penularan di masyarakat bisa ditekan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/09/337/2226625/terkait-corona-jatim-idi-kalau-yang-sakit-semakin-banyak-kami-kewalahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/09/337/2226625/terkait-corona-jatim-idi-kalau-yang-sakit-semakin-banyak-kami-kewalahan"/><item><title>Terkait Corona Jatim, IDI: Kalau yang Sakit Semakin Banyak, Kami Kewalahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/09/337/2226625/terkait-corona-jatim-idi-kalau-yang-sakit-semakin-banyak-kami-kewalahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/09/337/2226625/terkait-corona-jatim-idi-kalau-yang-sakit-semakin-banyak-kami-kewalahan</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2020 07:52 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/09/337/2226625/terkait-corona-jatim-idi-kalau-yang-sakit-semakin-banyak-kami-kewalahan-dijKBz6Ztz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/09/337/2226625/terkait-corona-jatim-idi-kalau-yang-sakit-semakin-banyak-kami-kewalahan-dijKBz6Ztz.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian (MPPK) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Pudjo Hartono meminta agar masyarakat ataupun pemerintah provinsi bisa menekan angka kasus positif Covid-19 di Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Sebab, kata dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit di Surabaya tersebut, seluruh tenaga media bakal kewalahan jika kasus positif Covid-19 di Jawa Timur terus meningkat. Oleh karenanya, harus ada penekanan penularan Covid-19 di masyarakat Jawa Timur.

&quot;Yang jadi masalah ketika yang sakit banyak, kami yang kelabakan, kewalahan. Susah. Bukan hanya dokter, tenaga kesehatan yang lainnya juga,&quot; ujar Dokter Pudjo kepada Okezone, Selasa (9/6/2020).

&quot;Ini yang kita harapkan ada keselarasan masyarakat. Agar penularan di masyarakat bisa ditekan. Selama kasusnya banyak, penularannya tinggi, sebanyak apapun rumah sakitnya, sekuat apapun tenaga medisnya, lama-lama rontok,&quot; sambungnya.

Sejauh ini, kata Pudjo, tenaga medis di Jawa Timur khususnya Surabaya masih seimbang untuk melayani pasien Covid-19. Sebab, ada tambahan relawan yang ikut membantu untuk menangani pasien. &quot;Sementara ini masih cukuplah. Masih bisa mengatasi. Meskipun kita juga mengerahkan relawan-relawan untuk rumah sakit darurat,&quot; katanya.

Kendati demikian, mantan Ketua IDI cabang Surabaya tersebut khawatir jika tidak ada penekanan terhadap kasus corona di Jatim. Kata Pudjo, tim dokter tidak akan mampu menangani pasien jika terus ada peningkatan.

Baca Juga :&amp;nbsp;10 Hari Rapid Test di Surabaya-Sidoarjo, 1.815 Orang Reaktif Corona
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOC8xLzEyMTM5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Yang kita khawatir, kalau hulunya enggak disetop, pasti hilirnya ini berantakan. Engga usah jauh-jauh negara maju saja sudah terbukti berantakan apalagi kita. Apa kurangnya itali, spanyol, amerika, apalagi kita,&quot; papar Pudjo.

&quot;Kita mohonlah penularan betul-betul ditekan. Kita juga menyiapkan penanganan yang maksimal,&quot; imbuhnya.

Diketahui, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan bahwa kasus baru pasien positif Covid-19 masih banyak ditemukan di Provinsi Jawa Timur.

&amp;ldquo;Kalau kita melihat rincian lebih detail lanjut, maka kasus yang terbanyak kita di Provinsi Jawa Timur sebanyak 365 kasus,&amp;rdquo; ujar Yuri dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Senin 8 Juni 2020.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian (MPPK) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Pudjo Hartono meminta agar masyarakat ataupun pemerintah provinsi bisa menekan angka kasus positif Covid-19 di Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Sebab, kata dokter yang bertugas di salah satu rumah sakit di Surabaya tersebut, seluruh tenaga media bakal kewalahan jika kasus positif Covid-19 di Jawa Timur terus meningkat. Oleh karenanya, harus ada penekanan penularan Covid-19 di masyarakat Jawa Timur.

&quot;Yang jadi masalah ketika yang sakit banyak, kami yang kelabakan, kewalahan. Susah. Bukan hanya dokter, tenaga kesehatan yang lainnya juga,&quot; ujar Dokter Pudjo kepada Okezone, Selasa (9/6/2020).

&quot;Ini yang kita harapkan ada keselarasan masyarakat. Agar penularan di masyarakat bisa ditekan. Selama kasusnya banyak, penularannya tinggi, sebanyak apapun rumah sakitnya, sekuat apapun tenaga medisnya, lama-lama rontok,&quot; sambungnya.

Sejauh ini, kata Pudjo, tenaga medis di Jawa Timur khususnya Surabaya masih seimbang untuk melayani pasien Covid-19. Sebab, ada tambahan relawan yang ikut membantu untuk menangani pasien. &quot;Sementara ini masih cukuplah. Masih bisa mengatasi. Meskipun kita juga mengerahkan relawan-relawan untuk rumah sakit darurat,&quot; katanya.

Kendati demikian, mantan Ketua IDI cabang Surabaya tersebut khawatir jika tidak ada penekanan terhadap kasus corona di Jatim. Kata Pudjo, tim dokter tidak akan mampu menangani pasien jika terus ada peningkatan.

Baca Juga :&amp;nbsp;10 Hari Rapid Test di Surabaya-Sidoarjo, 1.815 Orang Reaktif Corona
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOC8xLzEyMTM5Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Yang kita khawatir, kalau hulunya enggak disetop, pasti hilirnya ini berantakan. Engga usah jauh-jauh negara maju saja sudah terbukti berantakan apalagi kita. Apa kurangnya itali, spanyol, amerika, apalagi kita,&quot; papar Pudjo.

&quot;Kita mohonlah penularan betul-betul ditekan. Kita juga menyiapkan penanganan yang maksimal,&quot; imbuhnya.

Diketahui, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan bahwa kasus baru pasien positif Covid-19 masih banyak ditemukan di Provinsi Jawa Timur.

&amp;ldquo;Kalau kita melihat rincian lebih detail lanjut, maka kasus yang terbanyak kita di Provinsi Jawa Timur sebanyak 365 kasus,&amp;rdquo; ujar Yuri dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Senin 8 Juni 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
