<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Warga Jemput Paksa Jenazah di Bekasi, Berawal dari Rapid Test Negatif   </title><description>Diketahui, pada Senin 8 Juni 2020 warga dari Kampung Srimukti melakukan penjemputan paksa jenazah di RS Mekarsari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/10/338/2227389/alasan-warga-jemput-paksa-jenazah-di-bekasi-berawal-dari-rapid-test-negatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/10/338/2227389/alasan-warga-jemput-paksa-jenazah-di-bekasi-berawal-dari-rapid-test-negatif"/><item><title>Alasan Warga Jemput Paksa Jenazah di Bekasi, Berawal dari Rapid Test Negatif   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/10/338/2227389/alasan-warga-jemput-paksa-jenazah-di-bekasi-berawal-dari-rapid-test-negatif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/10/338/2227389/alasan-warga-jemput-paksa-jenazah-di-bekasi-berawal-dari-rapid-test-negatif</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2020 10:22 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/10/338/2227389/kronologi-warga-jemput-paksa-jenazah-di-bekasi-berawal-dari-rapid-test-negatif-enTuY46XUt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/10/338/2227389/kronologi-warga-jemput-paksa-jenazah-di-bekasi-berawal-dari-rapid-test-negatif-enTuY46XUt.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>BEKASI&amp;nbsp;- Setelah melakukan penjemputan paksa terhadap jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Mekarsari, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pihak keluarga mengklaim panik karena virus corona atau Covid-19.
Penjelasan tersebut disampaikan pihak keluarga melalui Kepala Desa Srimukti, Sadam Rinta. Padahal, kata Sadam, almarhum sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan virus corona hasilnya negatif.
&quot;Pada 3 Juni lalu memang sempat mejalani perawatan dengan diagnosis paru. Tapi, setelah korban melakukan rapid test dan hasilnya negatif,&quot; ungkap Sadam kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).
Pihak rumah sakit, lanjut Sadam, juga melakukan pemeriksaan kembali terhadap jenazah, tapi hasilnya pun negatif. &quot;Hasilnya negatif, dan pada 8 Juni dinyatakan meninggal dunia,&quot; kata Sadam.
Baca Juga:&amp;nbsp;Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah PDP Corona di Bekasi Minta Maaf&amp;nbsp;
Di situ, lanjut Sadam, karena hasilnya negatif warga menolak pemakaman terhadap jenazah dengan protokol kesehatan dari rumah sakit.
&quot;Kemudian begitu, warga yang menolak pemakaman dengan protokol kesehatan selanjutnya mengambil jenazah dari rumah sakit,&quot; bebernya.
Diketahui, pada Senin 8 Juni 2020 warga dari Kampung Srimukti melakukan penjemputan paksa jenazah di RS Mekarsari.
Mereka menjemput jenazah warga asal Srimukti karena merasa jenazah tersebut meninggal bukan karena virus corona.


</description><content:encoded>BEKASI&amp;nbsp;- Setelah melakukan penjemputan paksa terhadap jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Mekarsari, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pihak keluarga mengklaim panik karena virus corona atau Covid-19.
Penjelasan tersebut disampaikan pihak keluarga melalui Kepala Desa Srimukti, Sadam Rinta. Padahal, kata Sadam, almarhum sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan virus corona hasilnya negatif.
&quot;Pada 3 Juni lalu memang sempat mejalani perawatan dengan diagnosis paru. Tapi, setelah korban melakukan rapid test dan hasilnya negatif,&quot; ungkap Sadam kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).
Pihak rumah sakit, lanjut Sadam, juga melakukan pemeriksaan kembali terhadap jenazah, tapi hasilnya pun negatif. &quot;Hasilnya negatif, dan pada 8 Juni dinyatakan meninggal dunia,&quot; kata Sadam.
Baca Juga:&amp;nbsp;Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah PDP Corona di Bekasi Minta Maaf&amp;nbsp;
Di situ, lanjut Sadam, karena hasilnya negatif warga menolak pemakaman terhadap jenazah dengan protokol kesehatan dari rumah sakit.
&quot;Kemudian begitu, warga yang menolak pemakaman dengan protokol kesehatan selanjutnya mengambil jenazah dari rumah sakit,&quot; bebernya.
Diketahui, pada Senin 8 Juni 2020 warga dari Kampung Srimukti melakukan penjemputan paksa jenazah di RS Mekarsari.
Mereka menjemput jenazah warga asal Srimukti karena merasa jenazah tersebut meninggal bukan karena virus corona.


</content:encoded></item></channel></rss>
