<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ini Penjelasan Wagub DKI Soal Pelonjakan Kasus Baru Covid-19 Usai Transisi PSBB   </title><description>Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menerangkan kembali melonjaknya kasus penyebaran virus corona (Covid-19).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/10/338/2227595/ini-penjelasan-wagub-dki-soal-pelonjakan-kasus-baru-covid-19-usai-transisi-psbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/10/338/2227595/ini-penjelasan-wagub-dki-soal-pelonjakan-kasus-baru-covid-19-usai-transisi-psbb"/><item><title> Ini Penjelasan Wagub DKI Soal Pelonjakan Kasus Baru Covid-19 Usai Transisi PSBB   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/10/338/2227595/ini-penjelasan-wagub-dki-soal-pelonjakan-kasus-baru-covid-19-usai-transisi-psbb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/10/338/2227595/ini-penjelasan-wagub-dki-soal-pelonjakan-kasus-baru-covid-19-usai-transisi-psbb</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2020 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/10/338/2227595/ini-penjelasan-wagub-dki-soal-pelonjakan-kasus-baru-covid-19-usai-transisi-psbb-5OkgCkkkxO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria (foto: Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/10/338/2227595/ini-penjelasan-wagub-dki-soal-pelonjakan-kasus-baru-covid-19-usai-transisi-psbb-5OkgCkkkxO.jpg</image><title>Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria (foto: Sindo)</title></images><description>
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menerangkan kembali melonjaknya kasus penyebaran virus corona (Covid-19), setelah adanya transisi Pembatasan Sosiap Berskala Besar (PSBB) pada 5 Juni Lalu.

DKI mencatat terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 234 kasus di Ibu Kota pada Selasa 9 Juni 2020.

&quot;Memang ada peningkatan 234 kasus, tapi kalau 40 kasus ada yang dari sebelumnya dan sejak 10 hari lalu,&quot; kata Riza dalam diskusi virtual yang digelar Koordinatoriat Wartawan Balaikota/DPRD DKI Jakarta bertajuk 'Optimalisasi Pelayanan Publik saat Transisi', Rabu (10/6/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8yOS81LzEyMTM1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia menjelaskan, bahwa dari 234 kasus tersebut sebanyak 110 kasus berasal dari Puskemas hasil tracing yang dilakukan Dinkes DKI.

&quot;Ada hasil kerja-kerja yang ditingkatkan. Sejujurnya semakin tinggi ada itu peningkatan (kerja tracing),&quot; jelasnya.

Riza menerangkan, Pemprov DKI telah melakukan 171 ribu test swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Angka itu, lanjut dia, telah memenuhi standar yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO).

&quot;Dan kita tingkatkan terus supaya setiap Minggu bisa menambah 10 ribu tes. Kita targetkan untuk 300 ribu dan seterusnya,&quot; jelasnya.

Riza menegaskan, Pemprov DKI akan terus meningkatkan sarana dan prasarana guna mengendalikan virus corona. Menurut dia, saat ini fasilitas kesehatan DKI merupakan yang terbaik di Indonesia.

&quot;Kita punya rumah sakit rujukan 67. ICU kita yang terbaik dalam rangka sarana dan prasarana. Dan yang paling penting itu regulasinya. Regulasi kita yang terbaik dan banyak dicontoh daerah lainnya,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menerangkan kembali melonjaknya kasus penyebaran virus corona (Covid-19), setelah adanya transisi Pembatasan Sosiap Berskala Besar (PSBB) pada 5 Juni Lalu.

DKI mencatat terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 234 kasus di Ibu Kota pada Selasa 9 Juni 2020.

&quot;Memang ada peningkatan 234 kasus, tapi kalau 40 kasus ada yang dari sebelumnya dan sejak 10 hari lalu,&quot; kata Riza dalam diskusi virtual yang digelar Koordinatoriat Wartawan Balaikota/DPRD DKI Jakarta bertajuk 'Optimalisasi Pelayanan Publik saat Transisi', Rabu (10/6/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8yOS81LzEyMTM1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia menjelaskan, bahwa dari 234 kasus tersebut sebanyak 110 kasus berasal dari Puskemas hasil tracing yang dilakukan Dinkes DKI.

&quot;Ada hasil kerja-kerja yang ditingkatkan. Sejujurnya semakin tinggi ada itu peningkatan (kerja tracing),&quot; jelasnya.

Riza menerangkan, Pemprov DKI telah melakukan 171 ribu test swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Angka itu, lanjut dia, telah memenuhi standar yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO).

&quot;Dan kita tingkatkan terus supaya setiap Minggu bisa menambah 10 ribu tes. Kita targetkan untuk 300 ribu dan seterusnya,&quot; jelasnya.

Riza menegaskan, Pemprov DKI akan terus meningkatkan sarana dan prasarana guna mengendalikan virus corona. Menurut dia, saat ini fasilitas kesehatan DKI merupakan yang terbaik di Indonesia.

&quot;Kita punya rumah sakit rujukan 67. ICU kita yang terbaik dalam rangka sarana dan prasarana. Dan yang paling penting itu regulasinya. Regulasi kita yang terbaik dan banyak dicontoh daerah lainnya,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
