<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lagi! Dokter Meninggal karena Covid-19 di Surabaya, IDI Evaluasi Perlindungan Tenaga Medis</title><description>Karena terlibat secara langsung menangani pasien positif (Covid-19), maka petugas medis merupakan orang yang paling berisiko tertular.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/10/519/2227830/lagi-dokter-meninggal-karena-covid-19-di-surabaya-idi-evaluasi-perlindungan-tenaga-medis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/10/519/2227830/lagi-dokter-meninggal-karena-covid-19-di-surabaya-idi-evaluasi-perlindungan-tenaga-medis"/><item><title>Lagi! Dokter Meninggal karena Covid-19 di Surabaya, IDI Evaluasi Perlindungan Tenaga Medis</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/10/519/2227830/lagi-dokter-meninggal-karena-covid-19-di-surabaya-idi-evaluasi-perlindungan-tenaga-medis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/10/519/2227830/lagi-dokter-meninggal-karena-covid-19-di-surabaya-idi-evaluasi-perlindungan-tenaga-medis</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2020 19:33 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/10/519/2227830/lagi-dokter-meninggal-karena-covid-19-di-surabaya-idi-evaluasi-perlindungan-tenaga-medis-oDYRWkUXwv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelepasan jenazah dokter Miftah Fawzy. Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/10/519/2227830/lagi-dokter-meninggal-karena-covid-19-di-surabaya-idi-evaluasi-perlindungan-tenaga-medis-oDYRWkUXwv.jpg</image><title>Pelepasan jenazah dokter Miftah Fawzy. Foto: Istimewa</title></images><description>SURABAYA &amp;ndash; Karena terlibat secara langsung menangani pasien positif virus corona (Covid-19), maka petugas medis merupakan orang yang paling berisiko tertular. Maka tidak heran dari hari ke hari jumlah petugas yang terkena penyakit tersebut terus bertambah.
Kabar terbaru, seorang dokter yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur (Jatim), dr Miftah Fawzy Sarengat pada dinyatakan meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 Rabu (10/6/2020).
Upacara penghormatan dan prosesi pelepasan jenazah digelar di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair). Dokter Miftah Fawzy Sarengat merupakan dokter ketiga di Surabaya yang meninggal dunia akibat Covid-19.
&amp;ldquo;Mudah-mudahan ini menjadi yang terakhir. Perjuangan beliau harus kami lanjutkan. Semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu,&amp;rdquo; kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dr Brahmana Askandar, Rabu (10/6/2020) sebagaimana dikutip dari Sindonews.
Terkait kronologi meninggalnya dr Miftah Fawzy Sarengat akibat terinfeksi virus corona, Bhramana tidak menjelaskan secara rinci. Sebab, masih dilakukan pelacakan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Update Corona Jatim: 6.806 Positif, 530 Meninggal &amp;amp; 1.681 Sembuh
Meski demikian, IDI Surabaya terus melakukan imbauan dan mengevaluasi ulang bagaimana pencegahan penularan di kalangan dokter dan tenaga medis.
&amp;ldquo;Kami terus lakukan evaluasi dan memperbarui APD (alat pelindung diri). Prosedur-prosedur kami perbaiki dan diperketat,&quot; kata dia.
Sementara Dekan FK Unair Prof Soetojo yang menjadi pemimpin prosesi pelepasan jenazah mengatakan, dr Miftah merupakan sosok dokter pembelajar, pekerja keras, dan rajin.
Bahkan, dr Miftah bisa disebut calon dokter FK Unair. &quot;Kami merasa kehilangan sekali, karena dokter Miftah merupakan sosok yang pantang menyerah, terutama dalam mengobati pasien Covid-19,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNS8xLzEyMTM4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menjelaskan, risiko menjadi dokter memang sangat tinggi di masa pandemik Covid-19 ini. Sehingga, FK Unair memberikan penghormatan yang sebesar-besarnya atas perjuangan dr Miftah.
&amp;ldquo;Meski tengah belajar, dr Miftah tidak gentar jika harus melakukan tugasnya mengobati pasien Covid-19. Dr Miftah berdedikasi tinggi dalam penanggulangan Covid-19 ini,&quot; pungkas dia.
Sementara berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah kasus positif terinfeksi di Jawa Timur mencapai 6.806 Positif, 530 di antaranya meninggal dunia dan 1.681 sembuh.
</description><content:encoded>SURABAYA &amp;ndash; Karena terlibat secara langsung menangani pasien positif virus corona (Covid-19), maka petugas medis merupakan orang yang paling berisiko tertular. Maka tidak heran dari hari ke hari jumlah petugas yang terkena penyakit tersebut terus bertambah.
Kabar terbaru, seorang dokter yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur (Jatim), dr Miftah Fawzy Sarengat pada dinyatakan meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 Rabu (10/6/2020).
Upacara penghormatan dan prosesi pelepasan jenazah digelar di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair). Dokter Miftah Fawzy Sarengat merupakan dokter ketiga di Surabaya yang meninggal dunia akibat Covid-19.
&amp;ldquo;Mudah-mudahan ini menjadi yang terakhir. Perjuangan beliau harus kami lanjutkan. Semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu,&amp;rdquo; kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dr Brahmana Askandar, Rabu (10/6/2020) sebagaimana dikutip dari Sindonews.
Terkait kronologi meninggalnya dr Miftah Fawzy Sarengat akibat terinfeksi virus corona, Bhramana tidak menjelaskan secara rinci. Sebab, masih dilakukan pelacakan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Update Corona Jatim: 6.806 Positif, 530 Meninggal &amp;amp; 1.681 Sembuh
Meski demikian, IDI Surabaya terus melakukan imbauan dan mengevaluasi ulang bagaimana pencegahan penularan di kalangan dokter dan tenaga medis.
&amp;ldquo;Kami terus lakukan evaluasi dan memperbarui APD (alat pelindung diri). Prosedur-prosedur kami perbaiki dan diperketat,&quot; kata dia.
Sementara Dekan FK Unair Prof Soetojo yang menjadi pemimpin prosesi pelepasan jenazah mengatakan, dr Miftah merupakan sosok dokter pembelajar, pekerja keras, dan rajin.
Bahkan, dr Miftah bisa disebut calon dokter FK Unair. &quot;Kami merasa kehilangan sekali, karena dokter Miftah merupakan sosok yang pantang menyerah, terutama dalam mengobati pasien Covid-19,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNS8xLzEyMTM4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menjelaskan, risiko menjadi dokter memang sangat tinggi di masa pandemik Covid-19 ini. Sehingga, FK Unair memberikan penghormatan yang sebesar-besarnya atas perjuangan dr Miftah.
&amp;ldquo;Meski tengah belajar, dr Miftah tidak gentar jika harus melakukan tugasnya mengobati pasien Covid-19. Dr Miftah berdedikasi tinggi dalam penanggulangan Covid-19 ini,&quot; pungkas dia.
Sementara berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, jumlah kasus positif terinfeksi di Jawa Timur mencapai 6.806 Positif, 530 di antaranya meninggal dunia dan 1.681 sembuh.
</content:encoded></item></channel></rss>
