<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Kembali Terjang Tasikmalaya, Ratusan Rumah Terendam Banjir</title><description>Akibat banjir ratusan rumah terendam dan akses jalan desa tak bisa dilewati.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/10/525/2227368/banjir-kembali-terjang-tasikmalaya-ratusan-rumah-terendam-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/10/525/2227368/banjir-kembali-terjang-tasikmalaya-ratusan-rumah-terendam-banjir"/><item><title>Banjir Kembali Terjang Tasikmalaya, Ratusan Rumah Terendam Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/10/525/2227368/banjir-kembali-terjang-tasikmalaya-ratusan-rumah-terendam-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/10/525/2227368/banjir-kembali-terjang-tasikmalaya-ratusan-rumah-terendam-banjir</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2020 09:49 WIB</pubDate><dc:creator>Asep Juhariyono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/10/525/2227368/banjir-kembali-terjang-tasikmalaya-ratusan-rumah-terendam-banjir-7fjvDeYlFh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Tasikmalaya (Foto: Asep Juhariyono)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/10/525/2227368/banjir-kembali-terjang-tasikmalaya-ratusan-rumah-terendam-banjir-7fjvDeYlFh.jpg</image><title>Banjir di Tasikmalaya (Foto: Asep Juhariyono)</title></images><description>TASIKMALAYA - Hujan yang mengguyur Wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya sejak Selasa sore 9 Juni hingga Rabu (10/6/2020) subuh mengakibatkan meluapnya sungai Cikidang dan sungai Citanduy yang melintasi Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. Akibat banjir ratusan rumah terendam dan akses jalan desa tak bisa dilewati.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tinggi air di jalan desa itu bisa mencapai 60 centi meter. Akibatnya, kendaraan yang hendak melintas banyak yang terpaksa balik arah karena tidak bisa dilintasi.

Salah satu warga di lokasi bajir, Nunung (40) mengatakan, banjir itu disebabkan akibat luapan Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy. Menurut dia, air meluap sejak Rabu pagi sekitar pukul 04.00 dan terus meninggi hingga pagi hari.

&quot;Memang dari kemarin sore hingga subuh hujan deras,&quot; kata dia. Saat ini dirinya berkumpul bersama warga lainnya di teras rumah warga dan sekalian mengawasi anak anak yang sedang asik berenang main air.



Ia berharap, kejadian banjir kali ini merupakan yang terakhir kali. Sebab, menurut dia, warga sudah bosan dengan kejadian banjir yang hampir selalu terjadi jika terjadi hujan lebat

Sementara menurut Ade (40) banjir kali ini merupakan yang keempat kalinya terjadi sejak awal 2020. Ia mengatakan, banjir kali ini lebih besar jika dibandingkan dengan banjir yang terjadi sebelumnya.

&quot;Di sini memang sering terjadi banjir setiap ada hujan besar, tapi ini agak besar dari sebelumnya. Bisa ratusan rumah yang terendam. Sawah juga banyak,&quot; kata dia.

Banjir yang terjadi juga mengakibatkan terputusnya akses jalan menuju sejumlah perkampungan, dan kendaraan baik roda empat maupun roda dua terpaksa harus balik arah karena tidak bisa melintas.

Sementara itu sejumlah petugas TNI dan Polres Tasikmalaya Kota hingga saat ini masih terus berjaga di lokasi kejadian untuk menjaga terjadinya hal hal yang tidak diinginkan.
</description><content:encoded>TASIKMALAYA - Hujan yang mengguyur Wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya sejak Selasa sore 9 Juni hingga Rabu (10/6/2020) subuh mengakibatkan meluapnya sungai Cikidang dan sungai Citanduy yang melintasi Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. Akibat banjir ratusan rumah terendam dan akses jalan desa tak bisa dilewati.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tinggi air di jalan desa itu bisa mencapai 60 centi meter. Akibatnya, kendaraan yang hendak melintas banyak yang terpaksa balik arah karena tidak bisa dilintasi.

Salah satu warga di lokasi bajir, Nunung (40) mengatakan, banjir itu disebabkan akibat luapan Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy. Menurut dia, air meluap sejak Rabu pagi sekitar pukul 04.00 dan terus meninggi hingga pagi hari.

&quot;Memang dari kemarin sore hingga subuh hujan deras,&quot; kata dia. Saat ini dirinya berkumpul bersama warga lainnya di teras rumah warga dan sekalian mengawasi anak anak yang sedang asik berenang main air.



Ia berharap, kejadian banjir kali ini merupakan yang terakhir kali. Sebab, menurut dia, warga sudah bosan dengan kejadian banjir yang hampir selalu terjadi jika terjadi hujan lebat

Sementara menurut Ade (40) banjir kali ini merupakan yang keempat kalinya terjadi sejak awal 2020. Ia mengatakan, banjir kali ini lebih besar jika dibandingkan dengan banjir yang terjadi sebelumnya.

&quot;Di sini memang sering terjadi banjir setiap ada hujan besar, tapi ini agak besar dari sebelumnya. Bisa ratusan rumah yang terendam. Sawah juga banyak,&quot; kata dia.

Banjir yang terjadi juga mengakibatkan terputusnya akses jalan menuju sejumlah perkampungan, dan kendaraan baik roda empat maupun roda dua terpaksa harus balik arah karena tidak bisa melintas.

Sementara itu sejumlah petugas TNI dan Polres Tasikmalaya Kota hingga saat ini masih terus berjaga di lokasi kejadian untuk menjaga terjadinya hal hal yang tidak diinginkan.
</content:encoded></item></channel></rss>
