<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polemik Bansos Corona, Pemerintah Akan Ubah NIK Seperti QR Code</title><description>Menurut Suharso, dampak Covid-19 yang luas dan pergerakan demografi penduduk yang dinamis memberikan tantangan dalam pendataan</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/11/337/2228013/polemik-bansos-corona-pemerintah-akan-ubah-nik-seperti-qr-code</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/06/11/337/2228013/polemik-bansos-corona-pemerintah-akan-ubah-nik-seperti-qr-code"/><item><title>Polemik Bansos Corona, Pemerintah Akan Ubah NIK Seperti QR Code</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/06/11/337/2228013/polemik-bansos-corona-pemerintah-akan-ubah-nik-seperti-qr-code</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/06/11/337/2228013/polemik-bansos-corona-pemerintah-akan-ubah-nik-seperti-qr-code</guid><pubDate>Kamis 11 Juni 2020 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/11/337/2228013/polemik-bansos-corona-pemerintah-akan-ubah-nik-menjadi-qr-code-xTcmWOXY8z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/11/337/2228013/polemik-bansos-corona-pemerintah-akan-ubah-nik-menjadi-qr-code-xTcmWOXY8z.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>TANGERANG SELATAN - Bantuan sosial untuk warga yang terdampak Virus Corona sempat tersendat, karena tak kunjung rampungnya sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa nantinya, data NIK di kartu tanda penduduk (KTP) akan menjadi satu-satunya nomor identitas yang akan digunakan untuk berbagai kebijakan.
&amp;ldquo;Data dari Dukcapil ini memiliki posisi penting. Data NIK ini kan menjadi single identity number dan menjadi semacam QR Code bagi seseorang, ini yang harus dikejar. Jangan sampai QR Code-nya berantakan,&amp;rdquo; ujarnya dalam Webinar Sinkronisasi Data, Kunci Sukses Bantuan Sosial dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa: Berbagi Pengalaman dari Daerah.
Menurut Suharso, dampak Covid-19 yang luas dan pergerakan demografi penduduk yang dinamis memberikan tantangan dalam pendataan calon penerima manfaat bantuan sosial dan BLT Dana Desa. Salah satunya, pemutakhiran dan sinkronisasi data yang belum maksimal untuk menentukan calon penerima manfaat.
&amp;ldquo;Sinkronisasi data itu teramat penting bagi kita semua karena kita harus membuat kebijakan berdasarkan data yang reliabel dan kredibel. Kalau data tidak reliabel dan kredibel, maka akan sulit sekali data-data itu bisa dipakai sebagai evidence-based policy termasuk untuk membuat analisis,&amp;rdquo; tegas Menteri Suharso.



Lebih lanjut, Suharso menegaskan, pemberian jaring pengaman sosial melalui bantuan sosial dan BLT Dana Desa untuk penanganan Covid-19 diharapkan membawa dampak signifikan bagi kesehatan, ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT Anwar Sanusi mengatakan, masyarakat desa berperan penting mengidentifikasi calon penerima manfaat dan menjaga transparansi penyaluran BLT Dana Desa. Dalam pandangannya, data yang baik adalah data yang betul-betul mencerminkan kondisi lapangan dan itu terjadi kalau dilaksanakan dari bawah (bottom&amp;#65534;up).
&amp;ldquo;Proses penentuan keluarga penerima manfaat BLT Dana Desa dilakukan berjenjang dan melibatkan masyarakat. Pengumpulan data dimulai dari rukun tetangga dan dilakukan relawan desa lawan Covid-19. Daftar ini kemudian diverifikasi dan divalidasi, serta ditetapkan melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Hasil Musdesus ini disahkan bupati atau wali kota,&amp;rdquo; jelas Anwar.Kabupaten Manokwari Selatan, Lombok Timur, dan Bondowoso merupakan  contoh daerah yang sukses melakukan sinkronisasi data. Melalui Sistem  Informasi Desa (SID) yang dibangun dari desa dan terhubung dengan sistem  informasi di tingkat kabupaten, pemerintah daerah dapat melaksanakan  perencanaan dan penganggaran pembangunan tepat sasaran.
Di Kabupaten Bondowoso, SID mampu menyediakan data rumah tangga yang  belum terjangkau layanan administrasi kependudukan dan bantuan sosial.  Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang terintegrasi dalam SID  digunakan untuk verifikasi penerima bantuan sosial sehingga menjadi  lebih tepat sasaran.
Hal ini berkontribusi pada pencapaian penyaluran BLT Dana Desa, di  mana sampai awal Juni 2020, sebanyak lebih dari 80 persen desa di  kabupaten ini sudah menyalurkan BLT Dana Desa bagi masyarakat miskin dan  rentan terdampak Covid-19.
Bupati Kabupaten Manokwari Selatan Markus Waran juga memastikan  pembaruan data lewat sistem administrasi dan informasi berbasis kampung  dengan proses pendataan yang didukung kader kampung.
&amp;ldquo;Sistem informasi berbasis kampung yang kami namakan SAIK Plus atau  Sistem Administrasi dan Informasi Kampung menjadi solusi yang tepat  karena sistemnya sederhana dan melibatkan pemerintah dan masyarakat  kampung,&amp;rdquo; ungkap Bupati Markus.
Webinar atas kerja sama Kementerian PPN/Bappenas dengan KOMPAK  (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk kesejahteraan) ini dihadiri  oleh Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Bappenas  Maliki, Kabid Sosial Budaya Bappeda Bondowoso Dewi Rahayu, Kasi  Pemerintahan Desa Rarang Selatan Muhammad, dan Anggota Badan  Permusyawaratan Desa Flores Timur Asmiyanti Benga Kian.</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Bantuan sosial untuk warga yang terdampak Virus Corona sempat tersendat, karena tak kunjung rampungnya sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa nantinya, data NIK di kartu tanda penduduk (KTP) akan menjadi satu-satunya nomor identitas yang akan digunakan untuk berbagai kebijakan.
&amp;ldquo;Data dari Dukcapil ini memiliki posisi penting. Data NIK ini kan menjadi single identity number dan menjadi semacam QR Code bagi seseorang, ini yang harus dikejar. Jangan sampai QR Code-nya berantakan,&amp;rdquo; ujarnya dalam Webinar Sinkronisasi Data, Kunci Sukses Bantuan Sosial dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa: Berbagi Pengalaman dari Daerah.
Menurut Suharso, dampak Covid-19 yang luas dan pergerakan demografi penduduk yang dinamis memberikan tantangan dalam pendataan calon penerima manfaat bantuan sosial dan BLT Dana Desa. Salah satunya, pemutakhiran dan sinkronisasi data yang belum maksimal untuk menentukan calon penerima manfaat.
&amp;ldquo;Sinkronisasi data itu teramat penting bagi kita semua karena kita harus membuat kebijakan berdasarkan data yang reliabel dan kredibel. Kalau data tidak reliabel dan kredibel, maka akan sulit sekali data-data itu bisa dipakai sebagai evidence-based policy termasuk untuk membuat analisis,&amp;rdquo; tegas Menteri Suharso.



Lebih lanjut, Suharso menegaskan, pemberian jaring pengaman sosial melalui bantuan sosial dan BLT Dana Desa untuk penanganan Covid-19 diharapkan membawa dampak signifikan bagi kesehatan, ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT Anwar Sanusi mengatakan, masyarakat desa berperan penting mengidentifikasi calon penerima manfaat dan menjaga transparansi penyaluran BLT Dana Desa. Dalam pandangannya, data yang baik adalah data yang betul-betul mencerminkan kondisi lapangan dan itu terjadi kalau dilaksanakan dari bawah (bottom&amp;#65534;up).
&amp;ldquo;Proses penentuan keluarga penerima manfaat BLT Dana Desa dilakukan berjenjang dan melibatkan masyarakat. Pengumpulan data dimulai dari rukun tetangga dan dilakukan relawan desa lawan Covid-19. Daftar ini kemudian diverifikasi dan divalidasi, serta ditetapkan melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Hasil Musdesus ini disahkan bupati atau wali kota,&amp;rdquo; jelas Anwar.Kabupaten Manokwari Selatan, Lombok Timur, dan Bondowoso merupakan  contoh daerah yang sukses melakukan sinkronisasi data. Melalui Sistem  Informasi Desa (SID) yang dibangun dari desa dan terhubung dengan sistem  informasi di tingkat kabupaten, pemerintah daerah dapat melaksanakan  perencanaan dan penganggaran pembangunan tepat sasaran.
Di Kabupaten Bondowoso, SID mampu menyediakan data rumah tangga yang  belum terjangkau layanan administrasi kependudukan dan bantuan sosial.  Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang terintegrasi dalam SID  digunakan untuk verifikasi penerima bantuan sosial sehingga menjadi  lebih tepat sasaran.
Hal ini berkontribusi pada pencapaian penyaluran BLT Dana Desa, di  mana sampai awal Juni 2020, sebanyak lebih dari 80 persen desa di  kabupaten ini sudah menyalurkan BLT Dana Desa bagi masyarakat miskin dan  rentan terdampak Covid-19.
Bupati Kabupaten Manokwari Selatan Markus Waran juga memastikan  pembaruan data lewat sistem administrasi dan informasi berbasis kampung  dengan proses pendataan yang didukung kader kampung.
&amp;ldquo;Sistem informasi berbasis kampung yang kami namakan SAIK Plus atau  Sistem Administrasi dan Informasi Kampung menjadi solusi yang tepat  karena sistemnya sederhana dan melibatkan pemerintah dan masyarakat  kampung,&amp;rdquo; ungkap Bupati Markus.
Webinar atas kerja sama Kementerian PPN/Bappenas dengan KOMPAK  (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk kesejahteraan) ini dihadiri  oleh Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Bappenas  Maliki, Kabid Sosial Budaya Bappeda Bondowoso Dewi Rahayu, Kasi  Pemerintahan Desa Rarang Selatan Muhammad, dan Anggota Badan  Permusyawaratan Desa Flores Timur Asmiyanti Benga Kian.</content:encoded></item></channel></rss>
